√ 12 Prinsip Komunikasi dan Contoh Prinsip Komunikasi

Posted on

12 Prinsip Komunikasi dan Contoh Prinsip Komunikasi – Lampu lalu lintas menunjukkan warna merah dan kendaraan-kendaraan berhenti. Kemudian, lampu lalu lintas berganti menjadi kuning lalu hijau. Semua kendaraan yang berhenti berjalan kembali.

Bu Aisyah sedang menerangkan bab tentang aljabar saat jam pelajaran matematika. Kemudian, ia menegur Nanda yang terlihat lesu dan tidak memperhatikan dirinya ketika menerangkan materi.

12 Prinsip Komunikasi dan Contoh Prinsip Komunikasi

Kedua hal di atas adalah salah satu bentuk komunikasi walaupun tidak selalu menggunakan bahasa verbal. Komunikasi dapat dilakukan dengan sengaja atau tidak. Berikut prinsip-prinsip komunikasi selengkapnya.

Prinsip-Prinsip Komunikasi

Prinsip-prinsip dari komunikasi sendiri beragam dan akan di jelaskan sebagai berikut:

Komunikasi Merupakan Suatu Proses Simbolik

Dalam berkomunkasi, manusia menggunakan lambang atau simbol sebagai penyampai pesan. Dikatakan bahwa manusia adalah animal symbolicum yang artinya manusia adalah makhluk yang membutuhkan lambang.

Lambang atau simbol ialah sesuatu yang digunakan manusia untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat oleh sekelompok manusia. Lambang dapat berupa pesan verbal atau kata-kata, pesan non verbal atau perilaku, dan objek-objek lain yang disepakati bersama maknanya.

Lambang dapat diidentifikasi melalui sifat-sifat yang dimilikinya. Sifat-sifat lambang diketahui sebagai berikut.

Tidak beraturan, manasuka dan sewenang-wenang.

Objek apa pun dapat dijadikan lambang, baik gerakan tangan, mimik muka, atribut, bunyi dan kata-kata. Objek-objek yang akan dijadian lambang bergantung pada disepakatinya atau tidak objek tersebut untuk dijadikan lambang oleh sekelompok orang yang akan menggunakannya.

Pada dasarnya lambang tidak mempunyai makna, kemudian manusia yang memberikan makna pada lambang tersebut.

Suatu objek tidak mempunyai makna. Namun, manusia yang kemudian sepata memberikan makna kepada objek tersebut. Makna pada lambang tersebut sebenarnya berada dalam pikiran kita bukan terletak pada lambang itu sendiri.

Contohnya lampu lalu lintas berwarna merah dimaknai untuk kendaraan berhenti, warna kuning dimaknai bahwa kendaraan berjalan perlahan baik untuk berhenti maupun mulai jalan kembali dan warna hijau dimaknai untuk kendaraan mulai berjalan normal.

Beragam

Lambang yang digunakan antara satu kelompok manusia dengan kelompok manusia yang lain dapat berbeda. Tidak ada patokan baku yang digunakan. Penggunaan lambang disesuaikan dengan budaya dan tempat pemakai lambang serta konteks komunikasi yang terjadi.

Misalnya, kata “piring” disepakati oleh orang Indonesia untuk menyebut alat yang digunakan untuk mewadahi makanan, dengan maksud yang sama orang Inggris menyebutnya “plate” dan orang Jepang menyebutnya “osara”.

Setiap Perilaku Berpotensi Komunikasi

Manusia akan selalu melakukan komunikasi. Tetapi, tidak semua perilaku manusia merupakan bentuk komunikasi. Sesuatu dapat dikatakan komunikasi apabila indivisu memberikan makna peda peilakunya atau perilaku orang lain. Perilaku-perilaku manusia yang ditampilkan mempunyai potensi untuk diartikan sebagai komunikasi. Contohnya, apabila seseorang menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain artinya ia merasa kurang nyaman atau menunjukkan bahwa ia dan lawan bicaranya tidak mempunyai hubungan yang dekat. Seseorang mengangguk saat dimintai pendapatnya menandakan ia setuju, atau ia menggelengkan kepala artinya ia tidak setuju.

Baca Juga:  √ Pengertian Komunikasi Antar Pribadi, Tujuan Dan Ciri-Cirinya

Komunikasi Berdimensi Isi Dan Hubungan

Dimensi isi disandikan dengan bahasa verbal dan dimensi hubungan disandikan dengan bahasa non verbal. Dimensi isi menunjukkan isi atau pesan yang dikomunikasikan.

Dimensi hubungan menunjukkan bagaimana pesan disampaikan serta mengisyaratkan hubungan pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi serta bagaimana pesan dalam komunikasi tersebut diartikan. Pesan dapat artikan secara berbeda apabila penyampaian pesan juga berbeda.

Contohnya, seorang ibu berkata’ “Ayo kerjakan PR nya”, dengan wajah tersenyum menandakan sang ibu mengajak dan memotivasi anak untuk mengerjakan PR. Berbeda halnya jika ibu tersebut mengatakan hal yang sama dengan raut muka marah dengan kedua tangan berkacak di pinggang.

Hal itu dapat ditafsirkan bahwa ibu tersebut dalam keadaan marah menyuruh anaknya mengerjakan PR.

Dimensi isi dan hubungan dalam komunikasi massa masing-masing disandikan dengan isi pesan dan jenis saluran komunikasi yang digunakan. Sebuah informasi yang disampaikan melalui media massa tidak hanya dipandang dari segi konten saja, tetapi penulis, media yang menyiarkan dan media yang disampaikan juga memengaruhi cara pesan ditafsirkan.

Pesan yang sama dapat mengakibatkan pengaruh yang berbeda apabila disampaikan oleh orang yang berbeda. Berita yang ditulis oleh orang yang sudah dikenal atau biasa dibaca, akan dirasa berbeda jika ditulis oleh orang yang berbeda.

Pesan yang disampaikan melalui media yang berbeda juga menimbulkan pengaruh yang berbeda. Contohnya, berita kekerasan di televisi yang biasanya ditampilkan dengan video atau gambar akan mudah diikuti oleh anak-anak dibandingkan dengan berita radio yang hanya berupa suara.

Komunikasi Berlangsung Dalam Beragam Tingkat Kesengajaan

Disadari atau tidak, manusia melakukan komunikasi. Misalnya, kita tidak sengaja melihat selama beberapa waktu sepasang sepatu dipajang di sebuah toko dan penjaga toko yang mengetahui tersebut mengartikan bahwa kita terpana atau menginginkan sepatu itu.

Komunikasi tidak selalu disengaja. Walaupun kita terkadang tidak bermaksud menyampaikan pesan secara sengaja, tetapi orang lain sikap dan perilaku kita bisa berpotensi untuk diartikan orang lain sebagai bentuk komunikasi. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain untuk menginterpretasikan atau tidak sikap dan perilaku kita.

Adakalanya kita mengucapkan sesuatu secara tidak sengaja dalam kehidupan sehari-hari dan sebenarnya ada lebih banyak pesan non verbal yang diperlihatkan tanpa sengaja.

Contohnya, kita memberikan senyum dengan saat berpapasan di jalan dengan orang yang kita kenal. Itu merupakan bentuk sapaan tanpa bahasa verbal.

Komunikasi Terjadi Dalam Konteks Ruang Dan Waktu

Penafsiran pesan dapat berubah sesuai dengan konteks ruang atau fisik, waktu, sosial dan psikologis. Contohnya, berbicara mengenai topik berbau komedi atau tertawa terbahak-bahak adalah tindakan yang tidak tepat dilakukan ketika berada di pemakaman.

Topik tersebut akan lebih baik disampaikan ketika berkumpul di tempat yang santai, seperti rumah dan cafe. Selain itu, tempat komunikasi berlangsung dapat mengindikasikan tingkat penerimaan seseorang.

Apabila seseorang menerima tamu di teras rumah akan berbeda kedekatannya dengan tamu yang diterima di ruang tamu atau bahkan diperbolehkan masuk ke dapur.

Baca Juga:  √ Fungsi Komunikasi Menurut Para Ahli (Pembahasan Terlengkap)

Waktu pun menetukan makna pesan. Ani menelpon ibunya saat tengah malam. Ibu Ani menganggap ada sesuatu yang sangat darurat sehingga Ani menelpon saat tengah malam. Berbeda halnya jika Ani menelpon ibunya di siang hari. Hal itu akan dianggap biasa oleh ibu Ani.

Keberadaan orang lain dalam konteks sosial akan memengaruhi orang-orang yang melakukan komunikasi. Ratih sebenarnya ingin menceritakan kesedihannya akibat nilai mata pelajaran yang jelek kepada Fira.

Akan tetapi, Ratih mengurungkan niatnya sebab ia tidak sedang berdua dengan Fira. Ketika berdua saja dengan Fira, maka ia mulai menceritakan hal yang membuatnya sedih.

Selain itu, suasana psikologis turut memengaruhi suasana komunikasi yang berakhir pada pemaknaan yang berbeda. Budi meminta dibelikan sesuatu kepada ibunya ketika ibunya merasa lelah setelah mengurus pekerjaan rumah seharian dan Budi dimarahi ibunya.

Dalam keadaan normal, bisa saja ibu Budi membelikan apa yang diinginkan Budi. Akan tetapi, suasana psikologis yang kurang mendukung mengakibatkan suasana komunikasi yang tidak efektif.

Komunikasi Meliputi Prediksi Para Peserta Komunikasi

Komunikasi merupakan hal yang terikat oleh aturan. Manusia meperkirakan atau memprediksi efek pesan mereka terhadap orang lain. Manusia memilih cara-cara tertentu agar pesannya diterima atau orang lain merespon pesan yang disampaikan.

Proses memprediksi perilaku orang lain ini berjalan dengan sangat cepat. Terdapat derajat tertentu di mana perilaku manusia teratur dengan kata lain perilaku manusia dapat diprediksikan. Apabila perilaku manusia selalu bersifat acak, maka akan timbul kesulitan dalam hidup manusia.

Komunikasi Bersifat Sistemik

Ada dua sistem dasar yang berperan dalam proses transaksi komunikasi, yaitu sistem internal dan sistem eksternal. Sistem internal merupakan seluruh sistem nilai yang turut ketika manusia berpartisipasi dalam komunikasi yang telah dicerna selama ia bersosialisasi dalam bermacam lingkungan sosialnya, seperti keluarga, teman dekat, kelompok-kelompok pergaulan, tempat bekerja dan sebagainya.

Sistem internal meliputi unsur-unsur seperti tingkat kecerdasan, motif, pengalaman masa lalu, cita-cita,pengetahuan dan lain-lain yang membentuk seseorang menjadi berbeda dengan manusia lain (unik).

Sistem eksternal tersusun dari keseluruhan unsur yang ada di lingkungan luar diri seseorang, seperti tata ruang, isyarat fisik, kata-kata yang akan digunakan saat bicara dengan orang lain, temperatur dan lain-lain. Seluruh unsur tersebut merupakan suatu rangsangan (stimulus) yang dapat mengenai siapa pun yang terlibat dalam komunikasi.

Tetapi, setiap orang mempunyai sistem internal yang berbeda sehingga setiap orang mempunyai persepsinya masing-masing walaupun dikberikan stimulus yang sama, waktu dan tempat yang sama serta situasi yang sama.

Contohnya, bagi orang yang sedang lapar iklan makanan di televisi semakin membuat lapar menggugah selera makan mereka. Akan tetapi, bagi orang yang tidak sedang lapar, iklan tersebut tidak mempunyai efek apapun. Oleh karena itu, komunikasi ialah perpaduan dari sistem internal sistem eksternal.

Semakin Besar Kesamaan Latar Belakang Sosial Budaya, Komunikasi Semakin Efektif

Komunikasi dikatakan efektif apabila hasil dari komunikasi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pihak-pihak di dalam komunikasi. Contohnya, sekumpulan ibu rumah tangga membeli peralatan masak setelah menyaksikan demonstrasi masak oleh penjual alat tersebut.

Penjual alat masak tersebut mempunyai harapan bahwa ibu-ibu akan membeli dagangannya dengan strategi demo masak ibu-ibu telah terpenuhi harapannya untuk memiliki alat masak yang lebih canggih dan modern.

Baca Juga:  √ Pengertian Menyimak Menurut Para Ahli, Faktor & Keterampilan
12 Prinsip Komunikasi Beserta Contohnya Lengkap
12 Prinsip Komunikasi Beserta Contohnya Lengkap

Kesamaan-kesamaan yang muncul dalam hal tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, agam, tingkat pendidikan, etnis atau tingkat sosial ekonomi akan mendorong manusia untuk saling tertarik dan akhirnya berujung pada komunikasi yang efektif. Kesamaan-kesamaan tertentu yang hadir dalam proses komunikasi disebut dengan derajat homofili.

Komunikasi Bersifat Non-Sekuensial

Komunikasi dapat bersifat satu arah (linear) atau dua arah. Pada saat guru menerangkan mata pelajaran tertentu di depan kelas biasanya dianggap komunikasi satu arah. Akan tetapi, para siswa sebenarnya dapat menjadi komunikator.

Siswa baik secara sadar atau tidak, menunjukkan mimik muka tanda mengerti atau belum mengerti akan penjelasan guru. Apabila guru menangkap makna mimik tersebut, maka komunikasi dua arah terjadi.

Komunikasi Bersifat Dinamis, Sinambung, Dan Transaksional

Komunikasi merupakan sebuah proses yang berkesinambungan (kontinyu). Filosof Yunani Kuno, Heraclitus, menganalogikan mengungkapkan bahwa manusia tidak pernah menyeberangin sungai yang sama dua kali.

Saat kedua, ketiga dan seterusnya manusia melewati sungai tersebut, sungainya sudah tidak sama lagi seperti saat pertama kali dilewati. Sama halnya dengan komunikasi, A bercerita kepada B. Kemudian B bercerita kepada D dan begitu seterusnya.

Komunikasi sebagai suatu proses yang dinamis dan transaksional dimaknai bahwa orang-orang yang berkomunikasi mengalami perubahan secara fisik maupun mentalnya.

Komunikasi Bersifat Irreversible

Saat kita menyampaikan pesan kepada orang lain, maka kita tidak dapat mengontrol penyebaran informasi dan efek pesan tersebut kepada para khalayak. Itu merupakan maksud dari komunikasi bersifat irreversible.

Apabila kita mengatakan sesuatu yang kurang berkenan bagi lawan bicara kita, kita mungkin akan dimaafkan atas apa yang telah diucapkan. Tetapi, itu tidak berarti lawan bicara kita akan bersikap normal kembali atau melupakan apa yang terjadi.

Sifat komunikasi yang irreversible berkaitan dengan komunikasi sebagai suatu proses yang dinamis. Pembelajaran yang dapat diambil dari prinsip ini adalah sebaiknya kita berhati-hati dalam menyampaikan pesan kepada orang lain sebab kita tidak dapat menghapuskan efek pesan yang telah sampai ke orang lain walaupun kita meralatnya.

Jika ditinjau dari konteks komunikasi massa, saat penyiar menyampaikan berita yang salah dan berdampak pencemaran nama baik salah satu pihak, maka bukan hal yang mudah untuk memulihkan nama baik pihak tersebut.

Perlu usaha yang lebih banyak dan lebih keras dibandingkan menyampaikan berita yang salah dalam rangka memperbaiki nama baik seseorang.

Komunikasi Hanya Salah Satu Cara Dalam Menyelesaikan Masalah

Terdapat banyak masalah atau konflik sebagai akibat dari kesalahan komunikasi. Komunikasi bukan cara yang mutlak untuk menyelesaikan permasalahan. Ada hal-hal lain yang turut andil dalam terselesaikannya suatu masalah.

Contohnya, konflik antaretnis yang kerap terjadi di Indonesia bukan semata-mata disebabkan komunikasi yang tidak baik. Pemahaman serta kemauan untuk menerima orang yang berlainan etnis dengan kita merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang.

Tanpa hal tersebut, komunikasi hanya proses yang sia-sia.

Demikian penjelasan tentang 12 Prinsip Komunikasi dan Contoh Prinsip Komunikasi yang telah diberikan oleh pustakaindo. Mudah-mudahan dengan pengetahuan yang kita miliki tentang prinsip-prinsip komunikasi membuat kita lebih mengerti akan cara berkomunikasi yang baik dan efektif. Terima kasih 🙂