√ Asal Legenda Candi Prambanan ( Bahasan Terlengkap )

Posted on

Asal Legenda Candi Prambanan ( Bahasan Terlengkap ) – Negara Indonesia terdiri dari pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke yang mempunyai sangat banyak dongeng dari setiap suku yang ada di dalamnya.

Dongeng tersebut sudah diwariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut. Dongeng adalah sebuah ciri khas suatu daerah. Salah satu dongeng yang sudah sangat akrab di telinga kita adalah dongeng tentang asal usul Candi Prambanan di Jawa Tengah.

Asal Legenda Candi Prambanan ( Bahasan Terlengkap )

Berikut kisah selengkapnya.

Asal Legenda Candi Prambanan

Konon dikisahkan bahwa ada dua kerajaan yang bertetangga di Jawa Tengah yakni Kerajaan Baka dan Kerajaan Pengging. Kerajaan Pengging berada dalam kondisi yang makmur dan subur dibawah pimpinan Prabu Damar Maya.

Anak dari Prabu Damar Raya bernama Raden Bandung Bondowoso, adapula yang menyebutnya Bandawasa, merupakan pria yang sakti dan gagah perkasa. Kerajaan Baka dipimpin oleh raksasa yang gemar makan manusia bernama Prabu Baka dengan didampingi seorang patih yakni Gupala.

Walaupun termasuk dari bangsa raksasa, Prabu Baka dikaruniai seorang putri cantik yang diberi nama Roro Jonggrang.

Guna memperluas wilayah Kerajaan Baka, Prabu Baka pun memerintahkan perang pada Kerajaan pengging hingga akhirnya peperangan itu pecah di Kerajaan Pengging . pertempuran dua kerajaan itu menyebabkan rakyat Pengging menderita kelaparan, kehilangan harta benda bahkan tewas dalam jumlah banyak.

Prabu Damar Maya yang ingin perang tersebut segera berhenti mengutus putranya untuk menghadapi Prabu Baka. Bandung Bondowoso dengan kesaktiannya mampu mengalahkan dan membuhun Prabu Baka. Patih Gupala yang mendengar kabar kematian rajanya segera mengambil langkah seribu dan pulang ke Kerajaan Baka.

Baca Juga:  √ Peristiwa G30S/PKI Tahun 1965 dan Dampak Peristiwa G30S/PKI

Sesampainya di Keraton Baka, Patih Gupala mengabarkan mematian rajanya pada Putri Rara Jonggrang. Putri cantik itu pun meratapi kepergian sang ayah tercinta.

Asal Legenda Candi Prambanan ( Bahasan Terlengkap )
Asal Legenda Candi Prambanan ( Bahasan Terlengkap )

Setelah rajanya terbunuh dalam perang, Bandung Bondowoso pun berhasil menyerbu Keraton Baka. Pertemuan pertama Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang membuatnya langsung terpikat pada kecantikan paras sang putri.

Bandung Bondowoso menaruh hati dan berniat memperistri Roro Jonggarng, namun lamarannya seketika ditolak sebab Roro Jonggrang tidak sudi menikah dengan orang yang sudah membunuh ayahnya dan menghancurkan kerajaannya.

Bandung Bondowoso pun tetap gigih membujuk dan memaksa sehingga Roro Jonggrang bersedia menjadi istri Bandung Bondowoso tentunya dengan dua syarat yang dirasa tidak mungkin dipenuhi. Syarat pertama yaitu ia minta dibuatkan sumur yang disebut Sumur Jatunda.

Syarat ke dua yaitu ia minta dibuatkan seribu candi dalam waktu satu malam saja. Bandung Bondowoso menyanggupi tuntutan Roro Jonggrang.

Bandung Bondowoso sudah berhasil menyelesaikan syarat pertama dan terciptalah Sumur Jatunda. Kemudian, Roro Jonggrang memperdaya Bandung Bondowoso untuk masuk memerika ke dalam sumur.

Setelah Bandung Bondowoso ada di dalam sumur, Roro Jonggrang memerintah Gupala agar menimbun Sumur Jatunda dengan batu.

Namun, Bandung Bondowoso bisa keluar sumur dengan mendobrak timbunan batu dengan kekuatannya. Bandung Bondowoso marah tetapi segera mereda akibat paras cantik dan bujuk rayu Roro Jonggrang.

Kutukan Roro Jonggrang

Dalam pengerjaan syarat ke dua, bandung Bondowoso memanggil jin setan dan dedemit dari dalam bumi dan sudah berhasil membangun 999 candi. Roro Jonggrang yang mengetahui hal itu pun sangat panik dan mencari cara agar usaha Bandung Bondowoso gagal.

Roro Jonggrang membangunkan para dayang istana dan para perempuan desa agar mulai menumbuk padi. Perintah lainnya adalah membakar gundukan jerami di sisi timur.

Baca Juga:  √ Pengertian Komisi Nasional Indonesia Pusat & Anggota KNIP

Kegiatan itu membuat makhluk-makhluk halus mengira bahwa pagi sudah datang dan pulang kembali ke dalam bumi sehingga hanya mampu membangun 999 candi saja dalam satu malam.

Bandung Bondowoso merasa gagal, tetapi ia menemukan bahwa itu hanya akal bulus Roro Jonggrang, ia sangat marah lalu mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu atau arca untuk menggenapi candi terakhir sehingga lengkap sudah 1000 candi.

Situs Ratu Baka yang diketahui berada dekat Prambanan merupakan istana Prabu Baka berdasarkan kisah ini. Candi berjumlah 999 buah itu pun dikenal dengan Candi Sewu serta arca Durga yang berada di ruang utara candi utama di Prambanan merupakan wujud Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi batu. Roro Jonggrang mempunyai arti gadis yang ramping.

Penafsiran

Legenda Roro Jonggrang adalah kisah asal mula yang ajaib dari situs bersejarah di Pulau Jawa yakni Candi Sewu, Keraton Ratu Baka dan arca Durga yang ada di ruang utama candi utama. Walaupun candi-candi itu berasal dari abad 9, namun dongeng ini disusun di zaman Kesultanan Mataram.

Tafsiran lain menyatakan bahwa legenda ini bisa saja hanya ingatan kolektif sama masyarakat lokal tentang kejadian bersejarah yang pernah terjadi di wilayah tersebut yakni kejadian di mana Wangsa Syailendra dengan Wangsa Sanjaya memperebutkan kekuasaan di Jawa Tengah.

Prabu Baka diduga sebagai Raja Samaratungga (Wangsa Syailendra), Bandung Bondowoso dalah Rakai Pikatan dan roro Jonggrang adalah Pramodhawardhani (Putri Samaratungga dan istri Rakai Pikatan).

Peristiwa sebenarnya yaitu pertarungan antara Balaputradewa dengan Pramodhawardhani dibantu Rakai Pikatan yang dimenangkan oleh Rakai Pikatan sekaligus mengakhiri dominasi Wangsa Syailendra di Jawa Tengah.

Amanat Cerita

Amanat yang bisa dipelajari dari kisah asal legenda Candi Prambanan antara lain :

  1. Manusia semestinya berbuat kebaikan dan menghindari perbuatan jahat sebab perbuatan baik yang manusia lakukan akan berbuah kebaikan pula, sedangkan tindakan jahat akan mendapatkan balasan berlipat-lipat dari kejahatan yang dilakukan.
  2. Manusia tidak dibenarkan berbohong terlebih kebohongan itu diberikan kepada orang-orang yang dahulu menaruh kepercayaan pada kita sebab akan menghilangkan rasa percaya itu. Orang-orang tidak akan lagi memberi kepercayaan pada kita sebab kita sudah berbohong.
  3. Manusia harus mempunyai rasa sabar yang besar supaya tidak keliru dalam mengambil keputusan. Keputusan yang hendak diambil harus dipertimbangkan masak-masak dengan kesabaran yang besar.
Baca Juga:  √ Pengertian Filsafat Sejarah Menurut Para Ahli dan Ilmunya

Sekian penjelasan materi Asal Legenda Candi Prambanan ( Bahasan Terlengkap ). sebenarnya dongeng-dongeng semacam ini mengandung banyak hikmah yang bisa kita ambil dan coba terapkan agar tidak berbuat kesalahan yang sama. Semoga kita semua bisa mengaplikasikan amanat cerita di atas dalam kehidupan. 🙂