√ Pengertian Air Tanah, Klasifikasi, Manfaat dan Prosesnya

Posted on

Pengertian Air Tanah, Klasifikasi, Manfaat dan Prosesnya – Air tawar di darat dibedakan menjadi air permukaan dan air bawah permukaan. Air permukaan adalah air yang mengalir dan beredar di permukaan daratan.

Pengertian Air Tanah, Klasifikasi, Manfaat dan Prosesnya

Sedangkan air bawah permukaan atau air tanah adalah air yang ada di dalam tanah sebab diserap oleh akar tumbuhan dan pori-pori tanah. Aliran air tanah pun berada di bawah permukaan tanah.

Pengertian Air Tanah

Air tanah yaitu air yang ada atau disimpan di dalam lapisan tanah dan batuan. Terdapat lapisan di dalam bumi yang mudah dilalui air dan disebut dengan lapisan penghantar atau pembawa air (akuifer). Air tanah dapat mengisi lapisan tanah melalui proses perkolasi dan proses infiltrasi. Proses perkolasi yaitu gerakan air yang meresap ke dalam tanah dengan melewati celah-celah bebatuan dan menjadi jenuh. Kemudian, proses infiltrasi yaitu proses peresapan air ke dalam tanah melewati pori-pori tanah.

Air tanah bersumber dari air hujan yang masuk ke dalam bumi dan dapat muncul kembali ke permukaan bumi berupa resapan atau mata air. Ilmu tentang pergerakan dan persebaran air tanah dikenal dengan hidrologi air tanah atau hidrogeologi.

Baca Juga:  √ Pengertian Daerah Aliran Sungai Menurut Para Ahli & Fungsi

Air tanah bisa muncul ke permukaan tanah melalui pori-pori tanah dan disimpan di dalam lapisan tertentu dari tanah. Terdapat beberapa jenis air tanah, seperti geiser, artesis dan sungai bawah tanah.

Klasifikasi Air Tanah

Air tanah dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Terdapat tujuh jenis air tanah seperti berikut ini.

Meteoric Water (Valdose Water)

Meteoric water atau valdose water yaitu air tanah yang berasal dari hujan dan berada di lapisan tanah yang tidak jenuh.

Air Tanah Tubir (Connate Water)

Air tanah tubir atau connate water atau fossil water adalah jenis air tanah yang berasal dari endapan fosil-fosil hewan maupun fosil tumbuhan.

Air Magma (Juvenil Water)

Air magma atau juvenil water adalah jenis air magma yang bersumber dari dalam bumi atau magma. Air magma bukan berasal dari atmosfer maupun air permukaan.

Air Pelikular (Pelicular Water)

Air pelikular atau pellicular water adalah jenis air tanah yang disimpan di dalam tanah sebab adanya tarikan-tarikan molekul-molekul di dalam tanah.

Air Freatis (Phreatic Water)

Air freatis atau phreatic water adalah jenis air tanah yang terdapat di dalam lapisan kulit bumi yang sarang atau poreus. Lapisan air tanah tersebut ada di atas lapisan yang kedap atau pejal terhadap air atau di antara dua lapisan yang tidak tertembus air.

Air Artesis (Artesian Water)

Air artesis atau artesian water disebut juga dengan pressure water adalah jenis air tanah yang letaknya di antara dua lapisan batuan yang kedap air sehingga membuat air tanah tersebut mengalami tekanan. Apabila air tanah tersebut menemukan jalan keluar secara sengaja atau tidak, maka air tersebut akan muncul ke permukaan bumi dengan kekuatan yang besar dan itulah yang disebut dengan aumber air artesis.

Sungai Bawah Tanah

Sungai bawah tanah mengalir sesuai lorong-lorong dan alur-alur yang terdapat di bawah tanah. Lorong-lorong dan alur-alur tersebut umumnya berbentuk gua yang biasa ditemukan di wilayah pegunungan kapur.

Baca Juga:  √ Pengertian Gunung, Macam-Macam Bentuk, Manfaat dan Tipenya

Manfaat Air Tanah

Air tentu memiliki manfaat bagi kehidupan makhluk hidup yang tinggal di bumi, begitu pun dengan air tanah. Manfaat-manfaat air tanah yang bisa dirasakan, antara lain :

Memenuhi Kebutuhan Hidup

Hampir sebagian besar kebutuhan manusia melibatkan peranan air. Kegiatan mandi, mencuci, masak dan kebutuhan-kebutuhan lainnya umumnya memerlukan air. Setiap rumah biasanya dilengkapi dengan sumur air tanah dengan kedalaman 5 sampai 15 meter bergantung pada kondisi tanah di wilayah yang akan dibuat sumur.

Sumber Irigasi

Curah hujan yang rendah menbuat petani harus memiliki sistem irigasi yang baik. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan ketersediaan air yang memadai dan bisa dipenuhi denan air tanah.

Penyedia Air Bersih

Keberadaan air tanah di bawah lapisan tanah dan batu-batuan membuat air tanah secara alami akan tersaring ddari kotoran-kotoran yang mencemarinya. Air tanah yang baik dilihat dari cirinya yang jernih, tidak berwarna tidak berbau, tidak berasa memiliki derajat keasaman (pH) netral, kesadahan air rendah, dan tidak mengandung bakteri-bakteri berbahaya.

Menjadi Pembangkit Listrik

Air tanah dapaat juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) seperti yang ada di Gombong Selatan di mana masyarakatnya menggunakan air sungai bawah tanah untuk menghasilkan tenaga listrik yang dikonsumsi bersama.

Laboratorium Alam

Gua merupakan lokasi air tanah yang dapat dengan jelas dilihat dan sering dijadikan laboratorium penelitian oleh para ilmuwan sebab banyak organisme unik yang tinggal di dalamnya.

Pengertian Air Tanah, Klasifikasi, Manfaat, Karakteristik & Prosesnya
Pengertian Air Tanah, Klasifikasi, Manfaat, Karakteristik & Prosesnya

Karakteristik Air Tanah

Air tanah yang baik dan layak dikonsumsi dapat diidentifikasi dari karakteristiknya berikut ini :

  1. Air tanah harus jernih
  2. Tidak memiliki warna
  3. Tidak memiliki rasa (tawar)
  4. Derajat keasaman (pH) netral yaitu pH 6,8 – 7,2 di rentang sempit serta 6,5- 7,5 di rentang lebar
  5. Tidak mengandung zat-zat berbahaya
  6. Tingkat kesadahan air rendah
  7. Tidak mengandung bakteri-bakteri berbahaya
Baca Juga:  √ 9 Pengertian Wilayah Menurut Para Ahli ( Terlengkap )

Proses Terbentuknya Air Tanah

Sebagian besar air hujan mengalir di permukaan bumi, misalnya sungai, danau dan rawa. Lalu, sebagian kecilnya lagi akan masuk ke dalam tanah dan jika mencapai zona jenuh maka akan menjadi air tanah. Air yang meresap dekat dengan permukaan akan menguap kembali melalui tanaman dan proses ini disebut dengan evaporatranspiration. Evaporasi atau penguapan akan terjadi secara langsung pada air yang terbuka.

Air tanah berada jauh hingga ratusan meter di dalam tanah. Lapisan tanah dan batuan yang bisa dilalui air dikatakan permeable, sedangkan yang kedap air disebut impermeable. Lapisan permeable tersusun dari kerikil, pasir, batuan retak dan batu apung. Sedangkan, lapisan impermeable tersusun dari tanah liat dan napal. Tanah liat sebenarnya mampu menyerap air tetapi ketika jenuh, maka tidak mampu menyerap air lagi.

Air permukaan dan air hujan akan meresap ke zona tak jenuh (zona of aeration) dan meresap makin dalam hingga mencapai zona jenuh kemudian menjadi air tanah. Air tanah adalah salah satu fase di dalam daur hidrologi yakni sebuah rangkaian bertahap yang dilewati oleh air dari atmosfer menuju bumi lalu kembali lagi ke atmosfer berulang-ulang. Contoh air tanah yang umum digunakan oleh manusia adalah air sumur.

Itulah penjelasan Pengertian Air Tanah, Klasifikasi, Manfaat dan Prosesnya. Semoga dapat menambah wawasan para pembaca. Terima kasih telah membaca artikel kami 🙂