√ Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik

Posted on

Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik –Benda-benda dibuat dengan bahan besi dan baja bisa ditarik dengan kuat oleh magnet. Benda-benda tersebut bisa diteukan dengan mudah pada alat-alat yang kita gunakan sehari-hari.

Benda-benda non logam tidak dapat ditarik oleh magnet, misalnya air. Oleh sebab itu, benda dapat dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan kemampuannya untuk ditarik oleh magnet. Tiga kategori tersebut ialah feromagnetik, paramagnetik dan diamagnetik.

Pada saat sebuah materi berada dalam medan magnet, kekuatan magnetik dari bahan berelektron tersebut akan berpengaruh. Efek tersebut dinamakan Hukum Faraday Induksi Magnetik. Tetapi, bahan-bahan yang bisa bereaksi sangatlah berbeda dengan adanya medan magnet luar.

Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik

Reaksi yang muncul bergantung pada beberapa faktor, misalnya struktur atom serta molekul material juga medan magnet bersih sehubungan dengan atom. Momen magnetik berkaitan dengan atom yang mempunyai tiga asal-usul yaitu gerakan orbital elektron, perubahan gerak orbit yang diakibatkan medan magnet luar serta spin elektron.

Pengertian Diamagnetik

Diamagnetik adalah bahan yang sedikit menolak garis gaya magnetik. Contoh bahan-bahan diamagnetik di antaranya perak, natrium, raksa, bismut dan intan. Pada saat tidak terpengaruh oleh medan magnet luar, medan magnet dalam akan muncul namun masih lebih kecil.

Sifat diamagnetik pada bahan akan timbul karena adanya gerak orbital elektron sehingga seluruh bahan dengan sifat diamagnetik sebab atomnya memiliki elektron orbital. Suatu bahan bisa bersifat magnet jika susunan atomnya memiliki spin elektron yang tak berpasangan.

Baca Juga:  √ Pengertian Gelombang, Sifat, Rumus dan Contoh Soal Lengkap

Hampir seluruh spin elektron berpasangan dalam bahan diamagnetik sehingga mengakibatkan bahan diamagnetik tidak menarik garis gaya. Bahan diamagnetik di antaranya yaitu perak, bismut, emas seng dan tembaga. Bahan ini mempunyai suseptibilitas negatif, yakni kerentanan yang lemah terhadap medan magnet.

Bahan Diamagnetik

Bahan diamagnetik akan sedikit ditolak oleh medan magnet serta materinya tidak mempertahankan sifat magnetik saat bidang eksternal dihapus. Pada bahan diamagnetik, semua elektron berpasangan dan tidak terdapat magnet permanen ketika bersih per atom.

Sifat Diamagnetik

Sifat diamagnetik dapat muncul dari penataan kemabli orbit elektron dalam pengaruh medan magnet luar. Sebagian besar unsur yang ada dalam tabel periodik (termasuk perak, tembaga dan emas) merupakan diamagnetik.


Karakteristik Diamagnetik

Diamagnetisme merupakan sifat sebuah benda dalam menciptakan sebuah medan magnet saat dikenai medan magnet dan menimbulkan efek tolak menolak. Karakteristik dari bahan diamagnetik yaitu :

  1. Diamagnetik merupakan bahan resultan medan magnet atom yang tiap-tiap atom atau molekulnya ialah nol.
  2. Apabila solenoida dimasukkan ke dalam bahan diamagnetik, maka akan timbul induksi magnetik yang lebih kecil.
  3. Bahan diamagnetik mempunyai suseptibilitas bernilai negatif.
Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik
Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik

Pengertian Paramagnetik

Paramagnetik adalah bahan yang sedikit menarik garis gaya magnetik. Contoh bahan paramagnetik yaitu magnesium, alumunium, platina, titanium serta fungston. Apabila tidak ada pengaruh medan magnetik luar, maka bahan paramagnetik tidak menampakkan efek dari magnetik sebab momen magnetik total yang ditimbulkan gerak orbital dan elektron relatif kecil.

Namun, apabila mendapat pengaruh dari medan magnet luar, maka akan muncul momen yang cenderung menyejajarkan medan magnet dalam dan medan magnet luar.

Bahan Paramagnetik

Bahan paramagnetik ialah bahan-bahan yang mempunyai suseptibilitas magnetik bernilai positif dan sangat kecil. Paramagnetik ada di dalam bahan dengan atom-atom yang mempunyai momen magnetik permanen yang saling berinterkasi dengan sangat lemah.

Baca Juga:  √ Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya

Jika tidak ada medan magnetik luar, maka momen magnetik akan berorientasi secara acak. Medan magnetik luar membuat momen magnetik mempunyai arah yang cenderung sejajar dengan medannya, namun berlawanan dengan kecenderungan momen untuk berorientasi acak karena gerakan termalnya.

Perbandingan momen yang menimbulkan kesearahan dengan medan tersebut dipengaruhi oleh kekuatan medan dan suhunya. Medan magnetik luar yang suhunya sangat rendah, hampir semua momen dibuat serah dengan medannya.

Bahan paramagnetik secara garis besar memiliki karakteristik berikut ini.

  1. Bahan paramagnetik ialah bahan resultan medan magnet atomis yang tiap-tiap atom atau molekulnya yaitu tidak nol.
  2. Apabila solenoida dimasukkan ke dalam bahan paramagnetik maka akan menimbulkan induksi magnetik yang lebih besar.
  3. Bahan paramagnetik memiliki perbandingan permeabilitas bahan yakni m > mo.

Pengertian Feromagnetik

Feromagnetik adalah bahan yang amat kuat yang manrik gaya magneti. Contoh bahan feromagnetik yaitu nikel, nesi, kobalt dan gadolinium. Apabila magnetik tersebut sigunakan, meskipun medan luar magnetik dihapus, namun sifat magnetik bahan masih tetap ada.

Sifat Feromagnetik

Sifat magnetik dari bahan feromagnetik dapat dihilangkan dengan cara dipanaskan atau dipukul-pukul. Feromagnetik adalah yang nilai suseptibilitas magnetiknya positif dan sangat tinggi. Pada bahan feromagnetik, medan magnetik luar dalam jumlah kecil bisa menimbulkan derajat penyearahan yang tinggi pada momen dipol magnetik atomnya.

Bahan Feromagnetik

Pada beberapa kasus, penyearahan tersebut bisa bertahan meskipun medan magnetiknya sudah hilang. Hal ini bisa terjadi sebab momen dipol magnetik atom bahan-bahan feromagnetik mengerahkan gaya-gaya yang amat kuat terhadap atom tetangga sehingga pada daerah dalam ruang yang sempit momen tersebut saling disearahkan meskipun medan luarnya sudah tidak ada.

Daerah ruang di mana momen dipol magnetik disearahkan dinamakan daerah magnetik. Pada daerah magnetik, seluruh momen magnetik disearahkan namun arahnya berbeda setiap daerahnya sehinnga momen magnetik keseluruhan dari kepingan mikroskopik bahan feromagnetik bernilai nol dalam kondisi normal.

Baca Juga:  √ Pengertian Arus Listrik, Rumus, Hambatan dan Contoh Soal

Karakteristik Feromagnetik

Bahan feromagnetik ini mempunyai karakteristik sebagai berikut.

  1. Bahan feromagnetik memiliki resultan medan magnetik atomis besar.
  2. Bahan feromagnetik tetap mempunyai sifat magnetik yang baik sebagai magnet permanen.
  3. Apabila solenoida dimasukkan dalam bahan feromagnetik maka akan menghasilkan induksi magnetik yang sangat besar hingga ribuan kali. Permeabilitas bahan feromagnetik mempunyai perbandingan m > mo.

Sekian penjelasan materi Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik. Semoga materi ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman para pembaca. Terima kasih sudah membaca artikel kami 🙂