√ Pengertian Ekonomi Liberal, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Posted on

Pengertian Ekonomi Liberal, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan – Ada banyak sistem ekonomi yang digunakan di dunia. Masing-masing negara menganut sistem ekonomi yang berbeda disesuaikan dengan berbagai hal yang ada di negara tersebut.

Pengertian Ekonomi Liberal, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Salah satu sistem ekonomi yang banyak dianut negara-negara barat.

Pengertian Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal merupakan sebuah teori ekonomi yang dijelaskan oleh tokoh-tokoh pencetus ekonomi klasik, seperti Frenc Pysiacrats atau Adam Smith. Dalam sistem ekonomi liberal kebijakan-kebijakan ekonomi diatur oleh pasar (masyarakat) dan pemerintah hanya berperan sebagai pengawas dan tidak ada ikut andil di dalamnya.

Semua kegiatan dalam sistem ekonomi liberal ditentukan oleh kekuatan pasar yakni kekuatan yang terbentuk akibat bertemunya penawaran dan permintaan. Hal tersebut diungkapkan oleh Adam Smith yang begitu mengharapkan sebuah pasar yang bebas tanpa dicampuri pemerintah.

Landasan sistem ekonomi liberal yaitu tiap-tiap pelaku kegiatan ekonomi mempunyai kebebasan melakukan aktivitas yang akan menghasilkan laba untuknya dan pada saat yang sama masyarakat akan memperoleh laba pula. Sistem ekonomi liberal dicetuskan oleh Desiderius Erasmus dan Niccolo Machiavelli.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Suatu sistem ekonomi bisa dikenali sebagai sistem ekonomi liberal dengan ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Masyarakat memiliki kebebasan untuk mempunyai sumber-sumber produksi.
  2. Seluruh sumber produksi merupakan miliki masyarakat maupun perseorangan.
  3. Masyarakat diklasifikasikan menjadi 2 golongan dalam sistem ini yakni golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat yang menjadi buruh atau pekerja.
  4. Pemerintah tidak terlibat secara langsung dalam aktivitas ekonomi.
  5. Adan kemungkinan munculnya persaingan di masyarakat terutama dalam memperoleh keuntungan.
  6. Pasar merupakan landasan seluruh tindakan ekonomi.
  7. Semua kegiatan selalu mempertimbangkan kondisi pasar.
  8. Produsen berhak menentukan jenis dan jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi.
  9. Barang dan jasa yang dihasilkan umumnya memiliki standar mutu yang tinggi.
  10. Harga barang dan jasa yang berlaku ditentukan dalam pasar bebas.
Baca Juga:  √ Pengertian Tindakan Ekonomi Rasional dan Irasional & Contoh
Pengertian Ekonomi Liberal, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya
Pengertian Ekonomi Liberal, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Beberapa kelebihan yang dimiliki sistem ekonomi liberal, diantaranya :

  1. Pasar bebas memicu tumbuhnya inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam hal pengaturan tindakan ekonomi sebab tidak ada komndo dari pemerintah.
  2. Individu memiliki sumber daya produksi yang ridak terbatas yang beriujung pada partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
  3. Adanya persaingan yang menjadi pendorong masyarakat untuk terus maju.
  4. Barang dan jasa yang diproduksi mempunyai kualitas yang sangat baik sebagai akibat dari persaingan yang ketat.
  5. Tingginya tingkat efektivitas dan efisiensi setiap kegiatan ekonomi sesuai motif mendapatkan laba.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Selain kelebihan-kelebihan yang telah disebutkan di atas, sistem ekonomi liberal juga memiliki kekurangan seperti berikut ini.

  1. Persaingan bebas akan menjadi tidak sehat apabila birokrasinya gemar korupsi.
  2. Akan ada ketimpangan ekonomi yang terjadi di mana masyarakat yang kaya akan semakin kaya dan sebaliknya.
  3. Akan banyak terjadi monopoli di masyarakat.
  4. Sulitnya pemerataan pendapatan terwujud sebab persaingan pasar bebas yang begitu ketat.
  5. Alokasi sumber daya yang dilakukan individu menimbulkan gejolak ekonomi.

Negara-Negara Penganut Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal umumnya diterapkan oleh negara-negara di Amerika Serikat. Sistem ekonomi ini dikenal dengan liberalisme modern atau liberalisme baru dan mulai hidup di Amerika di awal abad ke-20. Sistem ini menjadi alternatif ke politik nyata. Negara-negara Amerika penganut sistem ekonomi liberal adalah :

  • Argentina
  • Amerika Serikat
  • Brasil
  • Bolivia
  • Chili
  • Kolombia
  • Ekuador
  • Kanada
  • Honduras
  • Nikaragua
  • Meksiko
  • Paraguay
  • Panama
  • Aruba
  • Venezuela
  • Republik Dominika
  • Kepulauan Bahama
  • Kosta Rika
  • Peru
  • Uruguay
  • Suriname
  • Puerto Riko

Tidak hanya negara Amerika saja yang menerapkan sistem ekonomi liberal. Ada pula negara-negara Eropa yang menganutnya, seperti :

  • Armenia
  • Albania
  • Bulgaria
  • Belgia
  • Cyprus
  • Kroasia
  • Republik Cekoslovakia
  • Estonia
  • Denmark
  • Perancis
  • Finlandia
  • Jerman
  • Hungaria
  • Yunani
  • Italia
  • Islandia
  • Lithuania
  • Latvia
  • Moldova
  • Luxemburg
  • Netherland
  • Macedonia
  • Rumania
  • Polandia
  • Serbia Montenegro
  • Rusia
  • Slovenia
  • Slovakia
  • Swedia
  • Spanyol
  • Ukraina
  • Switzerland
  • Inggris
  • Belarusia
  • Andora
  • Kepulauan Faroe
  • Bosnia
  • San Marino
  • Georgia
Baca Juga:  √ Pengertian Ekonomi Sosialis, Sejarah, Faktor & Kelebihannya

Negara-negara di Asia pun ada yang turut menggunakan sistem ekonomi liberal, contohnya :

  • Iran
  • India
  • Jepang
  • Israel
  • Filipina
  • Korea Selatan
  • Taiwan
  • Thailand
  • Filipina
  • Myanmar
  • Turki
  • Hongkong
  • Malaysia
  • Kamboja
  • Singapura

Negara di Kepulauan Oceania yaitu Selandia Baru dan Australia. Lalu, di Afrika penganutnya adalah :

  • Senegal
  • Mesir
  • Aljazair
  • Afrika Selatan
  • Benin
  • Angola
  • Mantol Verde
  • Burkina Faso
  • Gambia
  • Equatorial Guinea
  • Kenya
  • Ghana
  • Maroko
  • Malawi
  • Tanzania
  • Mozambik
  • Zambia
  • Tunisia
  • Zimbabwe
  • Republik Kongo

Demikian penjelasan materi Pengertian Ekonomi Liberal, Ciri, Kelebihan dan Kekurangan. Terima kasih sudah membaca artikel kami. Jangan Lupa baca juga artikel lainnya ya.. 🙂