√ Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap

Posted on

Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap – Bumi merupakan planet yang berada dalam posisi ke tiga dalam sistem tata surya dan merupakan satu-satunya planet yang hingga saat ini diketahui dapat dihuni oleh makhluk hidup.

Bumi berada di urutan ke tiga setelah planet Venus dan Mars. Palnet Bumi mempunyai diameter 12.742 km dan volumenya 1,08321 x 1012 km dengan bentuk bulat atau oval. Bumi dikelilingi oleh lapisan atmosfer. Lapisaatmosfer tersusun dari lapisan-lapisan lainnya yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer dan eksosfer. Tidak hanya itu, bumi juga mempunyai struktur berlapis mulai dari permukaan hingga inti.

Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap

Namun, dalam kesempatan ini materi yang akan disampaikan yaitu materi tentang lapisan-lapisan bumi dan karakteristiknya.

Struktur Lapisan Bumi dan Karakteristiknya

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa bumi memiliki struktur berlapis-lapis dengan susunan kerak bumi (permukaan) pada bagian luar, mantel bumi pada bagian tengah hingga inti bumi pada bagian pusat atau dalam. Berikut uraian lebih jelasnya.

Kerak Bumi (Crust)

Kerak bumi atau crust merupakan lapisan bumi yang letaknya paling luar. Kerak bumi dan mantel bumi membetuk lapisan yang disebut litosfer dan mempunyai ketebalan kurang lebih 80 km. Lapisan kerak bumi adalah rumah bagi seluruh makhluk hidup yang menghuni bumi.

Baca Juga:  √ Pengertian Limbah, Karakteristik, Jenis, Manfaat & Penangan

Kerak bumi adalah bagian bumi dengan gerakan yang paling aktif. Lapisan kerak bumi secara garis besar dibedakan menjadi dua bagian, yaitu kerak samudera dan kerak benua.

Kerak Samudera

Kerak samudera adalah lapisan bumi yang paling luar dan permukaannya berupa wilayah perairan. Lapisan kerak samudera memiliki ketebalan 5 hingga 10 km. Lapisan ini tersusun dari batuan basalt.

Kerak Benua

Kerak benua adalah lapisan bumi yang paling luar dan permukannya berupa wilayah daratan. Lapisan kerak benua memiliki ketebalan 20 hingga 70 km. Lapisan ini terdiri dari bahan penyusun utama berupa batu granit.

Temperatur di lapisan kerak bumi semakin meningkat seiring kedalamannya. Temperaturnya naik kurang lebih 30 derajat Celcius setiap kilometer, tetapi gradien panas bumi akan semakin menurun jika berada di lapisan kerak bumi yang lebih dalam. Batas bagian bawah lapisan kerak bumi memili suhu yang mencapai 1.100 derajat Celcius.

Terdapat beberapa unsur kimia yang menyusun lapisan kerak bumi. Unsur-unsur lapisan kerak bumi tersebut, antara lain :

  1. Oksigen (O) 46,6%
  2. Silikon (Si) 27,7%
  3. Alumunium (Al) 8,1%
  4. Besi (Fe) 5,0%
  5. Kalsium (Ca) 3,6%
  6. Natrium (Na) 2,8%
  7. Kalium (K) 2,6%
  8. Magnesium (Mg) 2,1%

Mantel Bumi

Mantel bumi disebut juga mantle atau selimut bumi adalah lapisan bumi yang terdapat di tengah lapisan kerak bumi dan inti bumi. Mantel bumi merupakan lapisan bumi yang ukurannya paling besar. Sebagian besar volume bumi (kurang lebih 80% dari total keseluruhan) merupakan mantel bumi.

Temperatur lapisan mantel bumi dapat mencapai 3.000 derajat Celcius. Lapisan mantel bumi secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu lapisan mantel bumi bagian atas dan lapisan mantel bumi bagian bawah.

Baca Juga:  √ Pengertian Vulkanisme, Proses, Gejala dan Fenomenanya
Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap
Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap

Lapisan Mantel Bumi Bagian Atas

Lapisan mantel bumi bagian atas terdapat di kedalaman 400 km. Lapisan ini mempunyai sifat plastis dan semiplastis disebabkan temperatur dan tekanan yang ada di mantel atas berada dalam kondisi yang setimbang.

 Lapisan Mantel Bumi Bagian Bawah

Lapisan mantel bumi bagian bawah terdapat di kedalaman 2.900 km. Lapisan ini mempunyai sifat padat disebabkan tekanan yang berasal dari lapisan di atasnya. Lapisan mantel bawah mengandung unru besi dan mineral silisium serta magnesium (SiMa).

Lapisan mantel bumi disebut juga dengan lapisan astenosfer. Pada lapisan astenosfer ini terjadi pergerakan lempeng-lempeng yang disebabkan dari adanya energi panas bumi atau gaya konveksi. Pergerakan lempeng-lempeng bumi tersebut sangat memberi pengaruh pada bentuk permukaan bumi.

Ketebalan total lapisan mantel bumi ini kurang lebih 2.800 km. Zat-zat penyusun lapisan mantel bumi sebagian besar terdiri dari senyawa magnesium, lalu besi, kalium, alumunium, oksigen dan silikon. Pada lapisan mantel bagian atas sudah mulai ada intrusi magma sebagai akibat dari batuan-batuan yang menyusup lalu meleleh.

 Inti Bumi (Core)

Lapisan inti bumi atau core merupakan lapisan bumi yang paling dalam. Lapisan ini berada mulai dari kedalaman 2.900 km hingga ke pusat bumi kurang lebih kedalaman 6.300 km. Temperatur di lapisan ini mencapai kurang lebih 2.000 derajat Celcius pada bagian luar dan pada bagian dalam mencapai 4.500 derajat Celcius.

Lapisan inti bumi dibaktegorikan ke dalam dua bagian sesuai zat penyusunnya, yaitu inti bumi bagian luar (outer core) dan inti bumi bagian dalam (inner core).

Inti Bumi Bagian Luar (Outer Core)

Lapisan inti bumi bagian luar atau outer core berada pada kedalaman 2.900 hingga 5.100 km. Lapisan ini tersusun dari logam-logam padat.

Baca Juga:  √ 20 Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli ( Terlengkap )

 Inti Bumi Bagian Dalam (Inner Core)

Lapisan inti bumi bagian dalam atau inner core berada pada kedalaman lebih dari 5.100 km. Lapisan ini tersusun dari logam-logam cair.

Bagian luar dan bagian dalam dipisahkan oleh sebuah lapisan yang dinamakan lapisan Lehman Discontinuity. Material yang membentuk lapisan inti bumi yaitu senyawa nikel dan besi.

Sekian penjelasan materi Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap. Semoga penjelasan tersebut mudah dipahami dan bisa menambah wawasan para pembaca. Jangan lupa baca artikel-artikel kami lainnya. Terima kasih sudah membaca artikel kami. 🙂