√ Pengertian Pasar Bebas, Sistem, Fungsi, Tujuan & Contohnya

Posted on

Pengertian Pasar Bebas, Sistem, Fungsi, Tujuan & Contohnya – Pasar bebas memungkinkan para pelaku kegiatan ekonomi di dalamnya untuk bertindak atau menetapkan kebijakan. Pasar bebas secara umum meruapakn suatu konsep yang merujuk pada penjualan produk yang dilakukan antara negara-negara tanpa disertai pemungutan pajak terhadap ekspor dan impor atau hambatan-hambatan perdangan lainnya.

Pengertian Pasar Bebas, Sistem, Fungsi, Tujuan & Contohnya

Artikel yang akan disampaikan pada kesempatan kalini adalah tentang pengertian pasar bebeas dan fungsinya. Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Pasar Bebas

Pasar bebas merupakan suatu pasar yang di dalamnya telah disusun harga-harga barang dan jasa secara lengkap dan tidak ada pemaksaan sehigga harga-harga sudah disepakati oleh para penjual dan pembeli. Dalam pasar ini umumnya ditetapkan hukum permintaan dan penawaran serta tidak adanya campur tangan pemerintah dalam peraturan harga penawaran dan permintaan.

Dalam pasar yang Islami ekuilibrium ada etika yang menjadi titik pertemuan dan persamaan hak antara pembeli dan penjual.

Sistem Pasar Bebas

Sistem pasar bebas mulanya berasal dari bahasa Perancis “Laissez” yang berarti “biar saja mereka melakukan pekerjaan sesuai dengan kemauan mereka”. Dalam konteks ini masyarakat mempunyai kesempatan dan kebebasan penuh untuk bisa menentukan aktivitas ekonominya yang akan dilakukan. Pada sistem pasar bebas, keinginan konsumen akan langsung diajukan ke pasar dan menjadi dasar dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas.

Misalnya, para pembeli cenderung menginginkan daging sapi lalu harga daging sapi akan dinaikkan oleh para pedagang. Apabila harga daging sapi mengalami kenaikan tentu akan mendorong usaha ternak sapi dan pemotongan sapi menambah jam kerja agar bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Baca Juga:  √ Pengertian Ekonomi Sosialis, Sejarah, Faktor & Kelebihannya

Apabila ada investor yang ingi menanam modal supaya bisa menambah jumlah sapi ternak, maka berikutnya penawaran yang berlebih dari permintaan yang ada akan membuat harga kembali mengalami penurunan dan permintaan konsumen akan naik kembali secara perlahan.

Penyesuaian di atas sering dikenal dengan istilah “the invisible hand” atau tangan yang tidak terlihat. Hal tersebut menjadi suatu mekanisme sistem pasar bebas dalam menentukan arah keputusan ekonomi. Hal tersebut adalah ungkapan yang dituliskan oleh Adam Smith Sang Bapak Ekonomi yang berjudul “The Wealth of Nation” pada tahun 1776. Karya itu ditulis Adam Smith pada saat dunia intelektual sedang diliputi oleh iedologi besar.

Ideologi yang besar itu disebut dengan liberalisme. Ajaran dasar ideologi liberalisme adalah kebebasan dan menjunjung tinggi martabat manusia. pasar bebas berpedoman pada sistem kapitalis. Kapitalis yaitu sebuah sistem di mana harta benda yang dimiliki dan dikontrol masyarakat dan tiap keuntungan yang diperoleh yang berasal dari harta pribadi akan menjadi hak pemilik harta tersebut.

Sistem tersebut menjadi motivasi dan alasan untuk mencari keuntungan dan mengumpulkan pundi-pundi harta dan dipercaya sebagai faktor pemicu paling besar yang pada akhirnya membawa sistem ini pada keberhasilan.

Fungsi Pasar Bebas

Dalam sistem perekonomian, pasar bebas memiliki beberapa fungsi seperti di bawah ini.

  1. Pasar bebas dapat memberikan informasi harga-harga dan jumlah permintaan produk dengan tepat.
  2. Pasar bebas bisa memberikan stimulasi kepada para pengusaha agar mampu mengembangkan usaha mereka.
  3. Pasar bebas bisa memberikan pacuan kepada para pengusaha supaya bisa mendapatkan keterampilan yang modern.
  4. Pasar bebsa mampu memberikan dan menstimulasi penggunaan faktor produksi dan produk secara lebih efisien.
  5. Pasar bebas mampu memberikan kebebasan penuh pada masyarakat supaya bisa melakukan aktivitas ekonomi.

Tujuan Pasar Bebas

Pasar bebas sebagai suatu sektor perdagangan internasional yang menginginkan tidak adanya campur tangan dari pemerintah dibenruk dengan tujuan seperti berikut ini.

Baca Juga:  √ Pengertian Entrepreneur Menurut Para Ahli dan Ciri-Cirinya

Meningkatkan Devisa Negara

Perbedaan kebutuhan dan hasil produksi barang dan jasa antara negara-negara di dunia memunculkan peluang bagi terjadinya pasar bebas. Hal ini dilakukan supaya devisa negara dapat meningkat. Peningkatan devisa negara akan berdampak terhadap

  1. Pertumbuhan ekonomi, keadaan meningkatnya produk nasional bruto pendapatan sebuah negara.
  2. Memengaruhi stabilitas barang ekspor, yaikni mempertahankan harga barang yang diupayakan pemerintah saat laju inflasi tinggi.
  3. Eksistensi tenaga kerja, merupakan suatu hal yang dibutuhkan sebab tenaga kerja bertindak sebagai pelaku (aktor) yang ada dibalik kelancaran tindakan-tindakan yang berkelanjutan.

Memenuhi Kebutuhan Negara Lain

Perbedaan hasil produksi satu negara dengan negara lainnya membuat negara-negara tersebut dapat saling bertukar hasil produksi dengan jalan ekspor dan impor supaya kebutuhan negara dapat tercukupi tanpa harus memproduksi sendiri produk-produk yang dibutuhkan.

Mendapatkan Laba Internal dan Eksternal

Keuntungan inetrnal yang dimaksud ialah keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan yang memproduksi barang dan jasa yang bisa digunakan untuk menambah fasilitas yang diperlukan dalam proses produksi atau operasional. Sedangkan keuntungan eksternal yaitu keuntungan dalam hal spesialisasi sebagai akibat dari fungsi dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan faktor-faktor produksi.

Memperluas Pasar

Perdagangan bebas bertujuan untuk membuat para pelaku usaha bisa memaksimalkan kerja mesin-mesin produksinya sehingga kelebihan produksi bisa dijual ke luar negeri.

Transfer Teknologi Modern

Keuntungan yang didapatkan dengan adanya perdagangan internasional tidak selalu berupa materi, namun termasuk pula teknologi-teknologi modern yang mampu menciptakan inovasi-inovasi produk yang berujung pada efektivitas dan efisiensi produksi.

Pengertian Pasar Bebas, Sistem, Fungsi, Tujuan, Contoh dan Dampaknya
Pengertian Pasar Bebas, Sistem, Fungsi, Tujuan, Contoh dan Dampaknya

Contoh Pasar Bebas

Berikut ini beberapa contoh perdagangan internasional yang dijalin antara negara-negara di dunia :

ASEAN Free Tade Area (AFTA)

AFTA dibentuk sebagai tanda negara-negara ASEAN bersepakat tentang sektor produk lokal di masing-masing negara. AFTA dibentuk tahun 1995 dengan 7 negara anggota yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Thailand, malaysia, Singapura, Vietnam dan Filipina. AFTA bertujuan meningkatkan daya saing negara-negara anggotanya di dalam perdangangan inetrnasional dengan menghapuskan bea dan hambatan non bea.

Baca Juga:  √ Perbedaan Motif Ekonomi Dengan Motif Non Ekonomi & Contohnya

North American Free Trade Area (NAFTA)

NAFTA adalah bentuk perjanjian perdagangan bebas yang dibuat oleh negara-negara Amerika Utara. NAFTA dibentuk tahun 1994 oleh Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat. NAFTA mempunyai tugas dalam mengoordinasi aktivitasi ekonomi yang meliputi hubungan perdagangan, kegiatan budaya, komunikasi, dokumen-dokumen negara, kewarganegaar, kegiatan kesehatan dan sosial. Saat ini NAFTA bermarkas di Mexico City, Ottawa dan Washington DC.

Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia – Jepang (EPA)

Jepang adalah satu dari banyak negara yang menamankan modal dalam jumlah yang besar di berbagai sektor di Indonesia. Jepang mengetahui potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah. Salah satu tujuan dari adanya perjanjian perdagangan bebas Indonesia – Jepang yaitu Indonesia dan Jepang bersepakat untuk meningkatkan kapasitas Indonesia sehingga lebih mampu bersaing dan memanfaatkan sumber-sumber produksi dengan maksimal.

Dampak Pasar Bebas

Adanya sistem pasar bebas memunculkan dampak baik positif maupun negatif. Berikut ini beberpa dampak yang muncul akibat adanya sistem pasar bebas.

  1. Sistem pasar bebas memungkinkan tidak adanya campur tangan pemerintah dan akan tercipta sbuah kebaebasan tak terbatas. Hal tersebut tentu buruk bagi kaum ekonomi lemah terutama apabila harga-harga bahan pokok tinggi.
  2. Stabilitas ekonomi terganggu dan adanya ketidakpastian. Kemakmuran bisa diciptakan dengan cepat dalam pasar bebas namun akan cepat pula terjadi penurunan.
  3. Akan muncul monopoli yang menyebabkan kerugian untuk semua pihak namun tidak untuk pelaku monopoli.
  4. Sistem pasar bebas tidak bisa melakukan penyediaan jenis barang secara bersamaan dengan efisien.

Demikian penjelasan materi Pengertian Pasar Bebas, Sistem, Fungsi, Tujuan & Contohnya. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Terima kasih sudah membaca artikel-artikel kami 🙂