√ Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat & Resiko

Posted on

Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat & Resiko – Reksadana adalah salah satu dari banyaknya alternatif investasi bagi masyarakat pemodal terutama pemodal kecil dan pemodal denga waktu yang tidak banyak waktu serta kemampuan dalam menghitung resiko dari investasi yang dilakukan.

Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat & Resiko

Reksadana dirancang sedemikian rupa sebagai wadah untuk mengumpulkan dana dari masyarakat yang mempunyai modal dan keinginan untuk berinvestasi namun waktu dan pengetahuan yang dimiliki belum memadai.

Pengertian Reksadana

Menurut Undang-Undang Pasar modal No. 8 Tahun 1992, reksadana yaitu sebuah wadah yang digunakan dalam penghimpunan dana dari masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh manajer investasi.

Lalu, dikutip dari Wikipedia, reksadana yaitu sebuah pola dan wadah dalam pengelolaan modal atau dana oleh sekelompok investor untk berinvestasi di dalam instrumen-instrumen investasi yang ada di pasar dengan melakuakn pembelian unit penyertaan reksadana.

Jenis-Jenis Reksadana

Reksadana dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis seperti berikut ini.

Reksadana Saham

Reksadana saham adalah reksadana dengan nilai investasi minimal 80% dari portofolio yang dikelola dalam efek ekuitas (saham). Umumnya, efek saham bisa memberikan potensi hasil yang lebih tinggi dalam bentuk capital gain pertumbuhan harga-harga dividen dan saham. Reksadana mempunyai nilai investasi yang paling besar pertumbuhannya namun besar pula resikonya.

Baca Juga:  √ Pengertian APEC, Tujuan, Latar Belakang, Anggota dan Manfaat

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah jenis reksadana yang di dalamnya terdapat investasi terhadap efek ekuitas dan hutang dan perbandingannya tidak masuk dalam reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap. Potensi hasil pada reksadana campuran secara teori lebih besar daripada reksadana pendapatan tetap tetapi lebih kecil dibandingkan dengan reksadana saham.

Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat dan Resikonya
Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat dan Resikonya

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap ialah jenis reksadana dengan melakukan investasi minilam 80% dari protofolio yang dikelola berupa efek hutang. Resiko investasi reksadana pendapatan tetap lebih tinggi daripada reksadana pasar yang dan hal itu membuat nilai return reksadana pendapatan tetap lebih tinggi, tetapi masih lebih rendah dibandingkan reksadana saham dan reksadana campuran.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana dengan nilai investasi sebesar 80% di efek pasar hutang dengan jangka waktu kurang dari 1 tahun, misalnya SBI dan deposito. Reksadana pasar uang memilki resiko dengan nilai terendah serta return yang terbatas.

Reksadana Indeks

Reksadana indeks merupakan reksadana yang teridir dari indeks-indeks tertentu dan pengelolaannya dilakukan secara pasif, maksudnya adalah tidak ada transaksi jual beli di bursa, kecuali terdapat subscription dan redemption. Oleh sebab itu, keuntungan dan kerugiannya sesuai dengan perjalanan indeks tersebut.

Karakteristik Reksadana

Reksadana memiliki karakteristik seperti berikut ini.

Reksadana Terbuka

Reksadana terbuka adalah reksadana yang bisa dijual kembali kepada perusahaan manajemen investasi yang mengeluarkannya tanpa harus melakukan jual beli di bursa efek. Nilai jual reksadana terbuka sama dengan besar nilai aktiva bersih bahkan bisa lebih atau kurang dari aktiva bersihnya.

Reksadana Tertutup

Reksadana tertutup adalah jenis reksadana yang tidak bisa dijual kembali ke perusahaan manajemen yang mengeluarkannya. Reksadana tertutup bisa dijual kembali ke investor lain melalui perdagangan di bursa efek. Harga jual reksadana tertutup dapat berada di atas ataupun di bawah nilai aktiva bersihnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Asuransi Dan Jenis-Jenis Asuransi ( Terlengkap )

Manfaat Reksadana

Reksadana sebagai suatu alternatif investasi mempunyai banyak manfaat, di antaranya :

Pengelolaan oleh Manajemen Profesional

Pengelolaan portofolio reksadana dilakukan oleh manajer investasi yang ahli dalam bidang pengelolaan dana. Manajer investasi memiliki peranan yang amat penting menimbang keterbatasan waktu yang dimiliki pemodal perseorangan sehingga tidak dapat menjalankan riset langsung untuk menganalisis harga efek dan mendapatkan informasi pasar modal.

Diversifikasi Investasi

Penyebaran investasi (diversifikasi investasi) yang berupa portofolio dapat memperkecil bukan menghilangkan resiko sebab kekayaan atau dana reksadana diinvestasikan dalam beragam jenis efek sehingga memiliki resiko yang besar.

Transparansi Informasi

Reksadana wajib menyediakan informasi perkembangan portofolio dn biaya secara berkelanjutan sehingga pemegang unit reksadana bisa memantau biaya, keuntungan serta resikonya setiap waktu.

Likuiditas Tinggi

Tiap-tiap instrumen investasi harus mempunyai tingkat likuiditas yang cukup tinggi sehingga investasi yang dilakukan mencapai hasil yang diharapkan.

Biaya Rendah

Reksadana merupakan kumpulan dana yang diperoleh dari banyak investor dan dikelola dengan profesional. Seiring dengan kemampuan melakukan investasi yang besar, maka efisiensi biaya transaksi yang dihasilkan pun akan besar pula.

Resiko Reksadana

Ada resiko-resiko di dalam reksadana yang wajib diketahui oleh para pemodal, yaitu :

Resiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Terjadinya penurunan Nilai Aktiva Versih (NAB) disebabkan oleh pasar harga instrumen investasi dalam portofolio reksadana lebih rendah dibandingkan harga beli semula. Hal tersebut dapat disebabkan beragam hal, misalnya kinerja pekerja saham yang memburuk.

Resiko Likuiditas

Resiko likuiditas bisa terjadi apabila pemegang unit penyertaan reksadana di salah satu manajemen investasi melakukan penarikan dana dengan jumlah yang besar di waktu dan hari yang sama.

Resiko Pasar

Resiko pasar adalah sebuah kondisi di saat harga instrumen investasi menurun disebabkan kinerja pasar saham atau pasar obligasi yang menurun dengan drastis.

Baca Juga:  √ Pengertian Struktur Modal, Komponen, Teori & Faktornya Lengkap

Resiko Default

Resiko default bisa terjadi jika pihak manajer investasi membei obligasi emiten yang mengalami kesusahan keuangan di mana kinerja keuangan perusahaan tersebut baik-baik saja sebelumnya sehingga pihak emiten tidak membayar kewajibannya dengan terpaksa.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Reksadana, Jenis, Karakteristik, Manfaat & Resiko. Semoga banyak ilmu yang dapat diserap dari artikel artikel di atas. Jangan lupa baca artikel kami yang lainnya… 🙂