√ Pengertian Revolusi Bumi, Proses dan Dampak Revolusi Bumi

Posted on

Pengertian Revolusi Bumi, Proses dan Dampak Revolusi Bumi – Apabila kita membahas jagat raya, maka kita akan berpikir tentang tata surya. Tata surya terdiri dari benda-benda langit yang saling memiliki hubungan dan interaksi. Matahari merupakan pusat tata surya dan dikelilingi planet-planet serta asteroid yang beredar pada orbitnya.

Pembahasan mengenai tata surya sangatlah luas dan seperti tidak akan habis sebab ruang lingkupnya yang sangat luas. Namun, fenomena yang pasti dialami oleh planet-planet dalam tata surya yaitu rotasi dan revolusi. Fenomena rotasi yaitu berputarnya planet pada porosnya yang dilakukan oleh planet beserta satelit-satelitnya.

Pengertian Revolusi Bumi, Proses dan Dampak Revolusi Bumi

Sedangkan, revolusi yaitu fenomena mengitari seseuatu. Bumi planet kita hidup juga berotasi dan berevolusi. Pada kesempatan ini kita akan membahas materi seputar revolusi bumi.

Pengertian Revolusi Bumi

Revolusi bumi bisa diartikan sebagai pergerakan bumi yang beredar mengelilingi matahari. Revolusi bumi menghabiskan waktu 365 ¼ hari pada lintasannya. Waktu sepanjang 365 ¼ hari atau 1 tahun matahari dinamakan kala revolusi bumi.

Bumi memiliki posisi poros yang tidak tegak lurus dengan bidang ekliptika, melainkan miring pada arah yang sama dengan sudur 23,50o terhadap matahari. Sudut yang terbentuk diukur menggunakan garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan selatan dan dinamakan sumbu rotasi.

Baca Juga:  √ Pengertian Piramida Penduduk, Fungsi dan Jenis-Jenisnya

Proses Revolusi Bumi

Bumi selalu saja dan tidak berhenti berevolusi. Proses revolusi bumi terjadi dalam satuan waktu yang disebut dengan tahun. Dalam sekali revolusi pada orbitnya, bumi memerlukan waktu 365 hari. kedudukan bumi tidaklah tetap selama proses revolusi.

Apabila diamati, pada bulan Maret, Juni, September dan Desember sinar matahari akan datang serta arahnya tidak tetap. Matahari ada di garis lintang 0o pada 21 Maret dan ada di garis balik utara pada 21 Juni. Lalu, pada 23 September matahari ada di khatulistiwa lagi dan ada di garis balik selatan pada 22 Desember. Pergerakan matahari itu merupakan pergerakan semu dan termasuk peristiwa tahunan.

Pergerakan semu tahunan matahari bisa terjadi sebab poros bumi selalu mengarah di satu titik dan membentuk sudut 66o dengan bidang tempuhan. Bisa juga disebut bidang khatulistiwa saat membentuk sudut 23o dengan bidang tempuhan.

Kedudukan bumi yang demikian membuat permukaan bumi tidak selalu mendapat sinar matahari dengan jumlah yang sama tetapi berubah tergantung pada kedudukan bumi di waktu-waktu tersebut. Hal ini bisa menjadi cukup bukti bahwa bumi berevolusi atau mengorbit matahari.

Peristiwa revolusi bisa terjadi sebab adanya gaya tarik menarik matahari dan bumi. Gerakan serupa juga bisa terjadi pada planet lain dalam tata surya. Revolusi bumi terjadi dari arah barat menuju timur dengan sudut kemiringan 66,5o terhadap bidang ekliptika dan arah kemiringannya tetap.

Dampak Revolusi Bumi

Berputarnya bumi mengelilingi matahari menimbulkan beberapa akibat. Akibat dari revolusi bumi, antara lain :

Adanya Peristiwa Siang dan Malam

Bergesernya garis lintasan matahari menimbulkan perubahan dan perbedaan lama terjadinya siang dan malam. Pada waktu-waktu dan daerah-daerah  tertentu malam akan berlangsung lebih lama dibandingkan siang hari dan ada pula saat di mana siang berlangsung lebih lama dibandingkan malam.

Baca Juga:  √ Pengertian Tata Surya Dan Anggota Tata Surya Terlengkap

Sebagai contoh, malam hari bisa terjadi hingga 24 jam lamanya di kutub utara dan sebalinya siang berlangsung hingga 24 jam lamanya di kutub selatan pada waktu yang bersamaan.

Terjadinya Pergantian Musim

Bergesernya lintasan matahari pun menimbulkan adanya ergantian musim. Pada wilayah beriklim tropis dengan 2 musim yakni musim kemarau dan musim penghujan. Kemudian, di daerah beriklim sub tropis yang berada pada 23,5o LU/ LS sampai 40o LU/ LS terjadi 4 musim secara bergantian yakni musim semi, hujan, panas dan gugur.

Musim Semi

Musim semi terjadi di daerah non tropis dan merupakan peralihan dari musim dingin ke musim panas. Musim semi terjadi sekitar tanggal 21 Maret sampai 21 Juni di bumi belahan utara dan sekitar tanggal 23 September hingga 21 Desember pada belahan bumi selatan.

Musim Panas

Apabila hawa udara menjadi sedang di suatu negara, maka saatnya negara tersebut memasuki musim panas. Musim panas yang terjadi di belahan bumi utara diperkirakan mulai tanggal 21 Juni sampai 23 September. Sedangkan, musim panas di bumi balahan selatan diperkirakan terjadi sekitar tanggal 21 Desember sampai 21 Maret.

Musim Gugur

Musim gugur banyak dialami oleh negara-negara dengan iklim sedang dan menjadi tanda beralihnya musim panas menuju musim dingin. Apabila musim gugur di bumi bagian utara terjadi di tanggal 23 September sampai 21 Desember, maka bumi bagian selatan akan mengalami musim guur pada 21 Maret sampai 21 Juni.

Pengertian Revolusi Bumi, Proses dan Dampak Revolusi Bumi
Pengertian Revolusi Bumi, Proses dan Dampak Revolusi Bumi
Musim Hujan

Musim hujan yang terjadi di beberapa wilayah umumnya ditandai dengan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. Musim hujan umumnya hanya dimiliki oleh wilayah beriklim tropis.

Musim Dingin

Musim dingin identik dengan suhu yang rendah. Jika pada 21 Desember sampai 21 Maret belahan bumi utara terjadi musim dingin, maka belahan bumi selatan akan mengalaminya pada 21 Juni sampai 23 September.

Baca Juga:  √ Pengertian Lapisan Bumi, Struktur & Karakteristiknya Lengkap
Musim Kemarau

Musim kemarau umumnya dialami oleh negara-negara dengan iklim tropis dan bergantung pada sistem muson. Musim kemarau juga disebut dengan musim kering.

Terjadi Gerak Semu Tahunan Matahari

Pada saat ini matahari tidak berada di khatulistiwa. Tetapi, terkadang berada di utara atau selatan khatulistiwa. Keberadaan matahari di utara hatulistiwa diperkirakan sekitar 21 Maret lalu solah-olah matahari mengarah ke utara dan saat berada pada 23,5o LU atau garis balik utara di 21 Juni, seolah-olah matahari ada khatulistiwa.

Kemudian, matahari seperti mengarah ke selatan dan saat berada di 23,5o LS atau garis balik selatan di 22 Desember, matahari akan mengarah kembali ke khatulistiwa.

Adanya Perbedaan Rasi Bintang

Revolusi bumi akan menimbulkan perbedaan bentuk rasi bintang. Sekumpulan bintang di langit membentuk pola-pola tertentu. Revolusi bumi membuat kita di posisi pengamat bintang bisa melihat bintang dari arah yang berbeda. Ketika matahari ada di sebelah matahari, maka kita hanya bisa melihat rasi bintang di timur matahari, seperti kita bisa melihat rasi bintang Aquarius pada bulan Februari dan rasi bintang Leo di bulan Agustus.

Itulah penjelasan materi Pengertian Revolusi Bumi, Proses dan Dampak Revolusi Bumi. Keindahan rasi bintang yang kita lihat selama ini ternyata merupakan akibat terjadinya revolusi bumi. Terima kasih sudah membaca artikel kami. 🙂