√ Pengertian Saluran Distribusi, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya

Posted on

Pengertian Saluran Distribusi, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya – Pada zaman sekarang ini banyak sekali produk-produk yang di sediakan oleh para produsen pembuat barang yang memiliki manfaat-manfaat yang di butuhkan untuk kehidupan sehari-hari.

Pengertian Saluran Distribusi, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya

Di dalam melakukan pengedarannya maka di perlukan distribusi yang baik untuk memberikan pelayanan yang baik untuk para konsumennya. Berikut pengertian saluran distribusi lengkap:

Pengertian Saluran Distribusi

Saluran distribusi atau disebut juga dengan marketing channel atau trade channel atau distribution channel merupakan rangkaian jalur atau rute yang dipakai dalam menyalurkan barang atau produk dari produsen ke konsumen dalam bentuk layanan pemindahan barang atau pemindahan hal kepemilikan agar memperoleh keuntungan.

Saluran distribusi umumnya menyertakan unsur produsen, konsumen dan perantara yang berfungsi sebagai pemindah kepemilikan barang. Perantara pun merupakan bagian dari saluran distribusi meskipun mereka tidak memiliki hak atas barang-barang tersebut.

Keberadaan saluran distribusi dinilai sangat penting sehingga keberadaannya dijaga dan dipertahankan dengan baik sebab saluran distribusi merupakan rangkaian jalur yang membawa produk dari produsen ke tangan konsumen.

Pengertian Saluran Distribusi, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya
Pengertian Saluran Distribusi, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya

Saluran distribusi yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan proses distribusi yang tidak efektif dan efisien sehingga akan banyak masalah yang ditemui dan menimbulkan kerugian bagi pihak produsen dan konsumen.

Baca Juga:  √ Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan dan Penerapannya

Fungsi Saluran Distribusi

Saluran distribusi memiliki fungsi yang penting bagi perusahaan. Lamb (2001) menjelaskan fungsi-fungsi saluran distribusi yaitu :

Fungsi Transaksi

Fungsi transaksi ialah fungsi yang meliputi perusahaan dan suaha mengomunikasikan produknya dengan para calon konsumen. Fungsi transaksi menjadikan konsumen sadar akan produk yang ditawarkan serta menjelaskan kelebihan dan manfaat produknya.

Fungsi Logistik

Fungsi logistik meliputi pengangkutan dan penyortiran barang yang termasuk tempat penyimpanan, pemeliharaan dan perlindungan barang. Fungsi logistik sangatlah penting agar barang yang dibawa bisa datang tepat waktu serta tetap utuh tanpa kerusakan.

Fungsi Fasilitas

Fungsi fasilitas meliputi penelitian dan pembiayaan. Penelitian ialh proses mengumpulkan informasi tentang jumlah anggot saluran serta pelanggan lain. Pembiayaan ialah memastikan bahwa anggota saluran itu mempunyai cukup dana untuk memudahkan aliran barang melalui saluran distribusi sampai ke konsumen akhir.

Manfaat Saluran Distribusi

Manfaat dari pelaksanaan distribusi antara lain :

  1. Manfaat bagi produsen ialah membantu penyaluran barang dan jasa yang dihasilkan oleh produsen untuk konsumen supaya bisa menjaga kelangsungan produksi.
  2. Manfaat bagi konsumen ialah memudahkan pembelian barang dan jasa yang dibutuhkan.
  3. Meningkatkan nilai gua sebuah barang sebab barang yang menumpuk di produsen dan tidak disalurkan tidak akan dapat dirasakan manfaat serta kegunaannya oleh konsumen.
  4. Menjaga stabilitas harga sebab barang yang menumpuk di tempat tertentu dapat menurunkan harga, sementara itu harga akan cenderung meningkat di wilayah yang kekurangan stok barang.

Tingkatan dan Bentuk Saluran Distribusi

Laksana (2008: 124)

Laksana (2008: 124) menyatakan ada tingkatan-tingkatan dalam saluran distribusi sebagai berikut.

  1. Saluran 0 tingkat atau saluran pemasaran langsung (zero level channel) di mana produsen bisa menjual produk secara langsung kepada konsumen.
  2. Saluran 1 tingkat (one level channel) hanya mempunyai 1 perantara jualan. Di dalam pasar konsumen perantara ini sekaligus berperan sebagai pengecer (retailer), sementara pasar industri ialah suatu penyalur tinggal dan penyalur industri.
  3. Saluran 2 tingkat (two level channel) yang mempunyai 2 perantara jualan. Di dalam pasar konsumen dalam pedagang besar (wholeseller) atau grosir sekaligus menjadi pengecer, sementara dalam pasar industri mereka bisa menjadi penyalur tinggal dan penyalur industri.
  4. Saluran 3 tingkat (three level channel) yang mempunyai 3 perantara penjualan yaitu pemborong (jobber), grosir dan pengecer yakni pemborong yang ada di antara pengecer dan grosir.
Baca Juga:  √ Pengertian E-Commerce Menurut Para Ahli & Manfaatnya

Gitosudarmo (1999)

Gitosudarmo (1999) mengungkapkan terdapat 3 kelompok dalam pemasaran yang memegang peranan dalam saluran distribusi yaitu :

Pedagang Perantara

Pedagang perantara atau merchant middleman merupakan pedagang besar atau pedagang eceran yang membeli barang atau jasa dan mempunyai hak kepemilikan ataus barang atau jasa itu dan bisa menjualnya kembali. Walaupun mereka membantu produsen, namun mereka merupakan lembaga bebas yang tidak berada dalam kendali produsen.

Agen Perantara

Agen perantara atau agent middleman ialah para broker, agen, representatif, manufaktur, salesman, pedagang komisioner atau lainnya yang mencari konsumen yang kemudian bernegosiasi atas nama produsen untuk barang atau jasa yang disalurkannya.

Ada perbedaan dengan pedagang perantara yakni pada hak kepemilikan barang atau jasa di mana agen perantara tidak berhak atas kepemilikan barang atau jasa itu.

Lembaga Pelayanan

Lembaga pelayanan atau facilitator ialah lembaga-lembaga bebas yang bersifat membantu penyaluran namun tidak berhak atas kepemilikan barang maupun negosiasi pembelian dan penjualan produk tertentu. Sebagai contoh lembaga keuangan, pengiriman barang, perusahaan pergudangan dan biro perjalanan.

Macam-Macam Saluran Distribusi

Terdapat beragam jenis saluran distribusi produk yaitu :

Produsen – Konsumen

Ntuk saluran distribusi produsen – konsumen ini merupakan yang terpendek dan sederhana sebab tidak memerlukan perantara. Produsen bisa menjual barang yang dihasilkannya secara langsung  ke rumah konsumen atau melalui pos. Oleh sebab itu, saluran ini dinamakan saluran distribusi langsung.

Produsen – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran ini produsen hanya melayani pada pengecer dan kemudian konsumen dapat memperoleh produknya melalui pembelian di pengecer.

Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Saluran distribusi jenis ini banyak dipakai oleh produsen dan umum disebut saluran distribusi tradisional. Dalam saluran jenis ini, produsen hanya melayani pembelian jumlah besar oleh pedagang besar. Pengecer bisa membeli produk ke pedagang besar dan konsumen bisa membeli kepada pengecer.

Baca Juga:  √ 21 Pengertian Dividen Menurut Para Ahli (Dengan Pembahan Mendalam)

Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen

Dalam saluran jenis ini produsen menjadikan agen sebagai penyalurnya. Agen berperan menjalankan aktifitas perdagangan besar dalam saluran distribusi yang tersedia. Target utama penjualannya ialah para pengecer besar.

Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen

Produsen umum menjadikan agen sebagai perantara penyalur produknya pada para pedagang besar dan selanjutnya menjual ke toko-toko kecil. Agen yang nampak dalam jenis saluran distribusi ini terlebih agen penjualan.

Demikian penjelasan materi Pengertian Saluran Distribusi, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya. Semoga materi tersebut dapat menambah wawasan para pembaca. Terima kasih 🙂