√ Pengertian Tanah, Proses, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya

Posted on

Pengertian Tanah, Proses, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya – Tanah merupakan sebuah media alam yang menjadi tempat tumbuhnya tanaman dan terdiri dari material-material gas, cair dan padat yang tumbuh di permukaannya.

Indonesia merupakan salah satu negara yang diberkahi tanah yang subur yang membuat banyak jenis tanaman sayur buah dan sayuran bisa tumbuh dengan baik.

Pengertian Tanah, Proses, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya

Letak astronomis dan geografis Indonesia menyebabkan banyak jenis tanah yang ada di Indonesia.

Pengertian Tanah

Tanah bisa juga diartikan sebagai lapisan permukaan bumi paling luar yang terbentuk akibat proses pelapukan dan pengendapan. Tanah terdiri dari komposisi bahan organik, bahan anorganik, air dan udara yang dijadikan alat ukur untuk mengetahui perbandingan komposisi tanah yang proporsional.

Proses Terbentuknya Tanah

Proses terbentuknya tanah memiliki kaitan yang erat dengan faktor-faktor pembentuk tanah. Faktor-faktor yang membentuk tanah akan terlihat pada jenis-jenis tanah yang dihasilkan. Proses terbentuknya tanah melalui 4 tahap berikut ini.

Pelapukan Batuan

Pelapukan yaitu suatu fenomena menghancurnya massa batuan secara fisik, biologi maupun kimiawi yang memerlukan waktu yang sangat lama. Proses pelapukan mendapat pengaruh dari cuaca. Ada 3 jenis pelapukan, yaitu :

Pelapukan Fisik

Pelapukan fisik yaitu proses lepas dan hancurnya material-material batuan tanpa disertai perubahan biologis dan kimiawi menjadi partikel-partikel kecil. Faktor-faktor penyebab terjadinya pelapukan fisik, yaitu :

Baca Juga:  √ Pengertian Danau, Macam, Jenis, Contoh, Proses & Manfaatnya
Perbedaan Suhu

Perbedaan suhu akan menyebabkan pelapukan fisik dimulai dari memuainya batuan saat suhu panas dan menyusut jika suhu dingin. Keberlangsungan perbedaan suhu dalam waktu yang lama akan membuat batuan terpecah menjadi bentuk yang lebih kecil.

Erosi

Erosi memberikan pengaruh terhadap pelapukan sebab pembekuan air di antara batuan akan mengalami pertambahan volume lalu menimbulkan tekanan yang bisa merusak struktur batuan.

Pelapukan Kimiawi

Pelapukan kimiawi yaitu proses pelapukan massa batuan yang terjadi disertai dengan berubahnya susunan kimia batuan tersebut. Proses pelapukan kimiawi dibedakan ke dalam 4 jenis, yaitu :

  1. Hidrasi adalah proses lapuknya batuan yang hanya terjadi pada permukaan batuan.
  2. Hidrolisa adalah proses mengurainya air dari elemen-elemennya yang mengalami perubahan menjadi ion positif dan ion denatif.
  3. Oksidasi adalah proses munculnya karat pada besi. Batuan yang beroksidasi biasanya berwarna kecoklatan sebab kadungan besi ddalam batuan mengarat.
  4. Karbonasi adalah pelapukan batuan yang dibantu oleh gas karbon dioksida. Gas tersebut ada dalam air hujan saat masih berupa uap air. Pelapukan kimiawi pun bisa disebabkan hujan asam. Hujan asam merupakan pengembunan sulfur, klorida dan metana yang dibawa oleh hujan dan besifat korosif.
Pelapukan Biologis

Pelapukan biologis yaitu pelapukan oleh makhluk hidup yang berlangsung secara terus menerus setelah terbentuknya tanah. Pelapukan biologis adalah pelapukan penyempurna dari sifat-sifat tanah yang akan terbentuk kemudian.

Pelunakan Struktur

Pelunakan struktur sangat dibantu oleh air dan udara yang masuk melalui celah-celah remahan batuan supaya strukturnya melunak. Air dan udara juga membantu calon tumbuhan untuk muncul ke permukaan, namun hanya beberapa organisme yang mampu berkembang di tahap ini.

Tumbuhnya Tanaman Perintis

Tumbuhan yang muncul dalam tahap ini adalah tumbuhan yang lebih besar daripada lumut supaya akar-akar yang ada di batuan yang sudah lunak membantu memecahkan batuan tersebut. Asam humus yang berasal dari permukaan batuan membantu batuan untuk lapuk secara sempurna. Pelapukan biologis mulai terjadi di tahap ini.

Penyuburan

Tanah yang sudah terbentuk mengalami proses pengayaan bahan-bahan organil yang semula hanya terdiri dari mineral sisa pelapukan, lalu akan semakin subur melalui proses pelapukan organik yang asalnya dari tumbuhan dan hewan yang mati pada permukaan tanah.

Dalam tahap ini, mikroorganisme memegang peranan penting. Tanah yan sudah melalui 4 tahap tersebut sudah terebntuk dengan sempurna dan tumbuhan serta hewan autotrof akan mencari makanannya di dalam tanah.

Jenis-Jenis Tanah

Tanah yang sudah melalui tahapan-tahapan pembentukannya, kemudian terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

Baca Juga:  √ Pengertian Iklim dan Cuaca, Faktor, Persamaan & Perbedaan

Tanah Aluvial atau tanah endapan

yaitu tanah yang terbentuk dari mineral-mineral halus sebagai hasil aliran sungai yang mengendap.

Tanah Andosol atau tanah vulkanik

adalah tanah yang terbentuk dari abu vulkanik yang sudah melalui proses pelapukan.

Tanah Kapur atau tanah mediteran

adalah tanah yang pembentuka berasal dari batu kapur yang melapuk.

Tanah Regosol

yaitu jenis tanah dengan ciri fisik yang kasar yang berasal dari material vulkanik.

Tanah Gambut atau argonosol

yaitu jenis tanah yang pembentukannya berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang membusuk.

Tanah Litosol atau azonal

yaitu jenis tanah yang asalnya dari batuan keras yang melapuk dengan sempurna.

Tanah Latosol

yaitu jenis tanah yang mengandung alumunium dan zat besi dan sangat tua sehingga tingkat kesuburannya rendah.

Tanah Grumusol atau margalith

adalah jenis tanah yang berasal dari material lempung yang halus.

Tanah Humus

yaitu jenis tanah yang asalnya dar pelapukan tanaman sehingga banyak mengandung unsur hara dan mineral yang sangat subur.

Tanah Laterit

yaitu jenis tanah berwarna merah bata dengan kandungan alumunium dan zat besi yang banyak.

Karakteristik Tanah

Tubuh Tanah

Tubuh atanah atau solum yaitu batuan yang mengalami pelapukan dan proses pembentukan lanjutan. Tubuh tanah tersusun dari perpaduan mineral dan bahan organik.tanah non organik (batu) mengandung banyak mineral jika terbentuk dari tanah mineral. Tanah organik atau organosol atau humosol terjadi sebab bahan organisk terdegradasi yang memadat.

Tanah Organik

Tanah jenis ini memiliki warna hitam dan komposisi utama dari batubara dan gambut. Tanah organik cenderung memiliki asam yang tinggi karena mengandung zat humat. Tanah jenis ini bisa digunakan untuk menanam, memiliki simpanan air yang memadai tetapi tidak memberikan hasil maksimal sebab tingkat keasaman yang tinggi.

Tanah Non Organik

Tanah non organik sebagian besar terdiri dari mineral dan mempuntai tiga tekstur yaitu lumpur (debu), tanah liat dan pasir.

Pengertian Tanah, Proses, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya
Pengertian Tanah, Proses, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya

Warna Tanah

Ada banyak warna tanah seperti hitam, coklat, oranye, merah bata dan putih. Tanah mempunyai lapisan yang kontras akibat proses pengasaman dan pecucuian (leaching). Warna gelap mengindikasikan kandungan bahan organik sebab pelapukan vegetasi, curah hujan rawa atau kandungan sulfur, nitrogen dan mangan.

Baca Juga:  √ Pengertian Reklamasi, Tujuan, Manfaat, Dampak & Contohnya

Struktur Tanah

Merupakan ciri-ciri tanah yang terbentuk akibat komposisi seluruh tanah dan mempunyai tiga fase, yaitu fase padat, cair dan gas. Struktur tanah di akar memiliki pori-pori makro berisi udara dan pori-pori mikro berisi air.

Komponen Penyusun Tanah

Tanah tersusun dari komponen-komponen :

Bahan Organik

Bahan organik hanya ada sebesar 5% dan terbentuk dari hewan dan tumbuhan yang mati (dekomposisi). Dekomposer menguraikan bahan organik menjadi senyawa organik yang bermanfaat bagi tanah. Sumber organik dibedakan menjadi :

Sumber primer

adalah sumber utama yang sangat mudah diperoleh dan berasal dari tumbuhan layu yang mati.

Sumber sekunder

adalah sumber selingan dari hewan yang kotorannya diurai menjadi pupuk.

Sumber tersier

adalah sumber tambahan dari pupuk.

Mineral

Berjumlah sekitar 45% dan menentukan tingkat kesuburan tanah. Apabila tanah kurang mineral, maka tanaman yang tumbuh akan kekurangan komponen.

Air

mempunyai jumlah 25% yang memenuhi pori-pori tanah. Jumlah udara dan air dalam tanah selalu berkebalikan. Jika kandungan air banyak, maka kandungan udara sedikit, begitu juga sebaliknya. Air dalam tanah dibadi menjadi bagian-bagian :

  1. Ketersediaan air terhadap tumbuhan yang ditanam. Semakin sedikit air maka akan semakin layu tumbuhan.
  2. Titik layu prtmanen apabila akar tanaman tidak bisa menyerap air di tanah sehingga layu dan mati.
  3. Kapasitas lapang artinya tingkat kelembaban tanah dan jumlah air yang dapat disimpan.

Udara

Mempunyai kadar 25% memberikan peluang bagi makhluk hidup untuk tinggal di dalam tanah, seperti cacing tanah, semut dan lainnya.

Fungsi dan Manfaat Tanah

Fungsi Tanah

  1. Merupakan tempat bertumpunya tumbuhan.
  2. Meia tumbuhnya tanaman yang menyediakan unsur hara dan pertukaran unsur hara tanaman.
  3. Media penyimpanan air untuk tumbuhan.

Manfaat Tanah

  1. Bisa dimanfaatkan untuk areal pertanian
  2. Merupakan bahan baku produksi bangunan
  3. Merupakan bahan baku pembuatan karya seni

Sekian penjelasan materi Pengertian Tanah, Proses, Jenis, Fungsi dan Manfaatnya. Terima kasih sudah membaca artikel kami. 🙂