√ 11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap

Posted on

11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap – Salah satu wujud perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan yakni melalui jalan diplomasi atau perjuangan di meja perundingan.

Apabila pihak Belanda mau meletakkan kembali kekuasaannya di Indonesia, maka masyarakat Indonesia melakukan perlawanan bangsa Indonesia.

Sudah ada beberapa perjanjian yang terjadi Indonesia menurut catatan sejarah semenjak masa sebelum kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan.

11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap

Perjanjian-perjanjian tersebut tentu sebagian besar merupakan perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang sudah menjajah Indonesia selama ratusan tahun. Dalam kesempatan ini ada 11 perjanjian yang pernah terjadi di Indonesia.

Perjanjian Yang Ada Di Indonesia

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Perjanjian Bongaya

Perjanjian Bongaya terjadi pada tahun 1966. Perjanjian Bongaya berisi tentang Raja Hasanuddin yang menyerah pada VOC.

Perjanjian Jepara

Perjanjian Jepara terjadi pada tahun 1676. Perjanjian Jepara berisi tentang Raja Mataram Sultan Amangkurat II yang terpaksa harus memberikan wilayah pesisir utara Jawa jika VOC mampu mengatasi pemberontakan Trunojoyo.

Perjanjian Gianti

Perjanjian Gianti terjadi pada 1755. Perjanjian Gianti berisi tentang pembagian wilayah Mataram menjadi dua bagian yakni wilayah Surakarta dan wilayah Yogyakarta.

Perjanjian Salatiga

Perjanjian Salatiga terjadi di tahun 1757. Perjanjian Salatiga bisa dikatakan sebagai kelanjutan dari Perjanjian Gianti. Perjanjian ini di dalamnya memuat tentang wilayah Surakarta yang dibagi menjadi wilayah Kasunanan dan wilayah Mangkunegaran.

Baca Juga:  √ 35 Pengertian Negara Menurut Para Ahli (Penjelasan Lengkap)

Perjanjian Kalijati

Perjanjian Kalijati terjadi pada 8 Maret 1942. Isi dari Perjanjian Kalijati ialah Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang.

Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati terjadi pada 10 sampai 15 November 1946 di Linggarjati. Perjanjian itu dimpimpin oleh Lord Killean (seorang diplomat Inggris). Lord Killean berhasil mempertemukan para wakil Indonesia dan Belanda pada 7 Oktober 1946 di meja perundingan yang ada di kediaman Konsulat Jendral Inggris di Jakarta.

11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap
11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap

Perundingan tersebut membaahas masalah gencatan senjata yang tidak berhasil mencapai kata sepakat sehingga perlu dibahas lebih lanjut. Perundingan itu menghasilkan beberapa kesepakatan dalam bidang militer, yakni :

  1. Gencatan senjata berdasarkan kedudukan militer yang saat itu serta berdasarkan kekuatan militer Sekutu atas Indonesia.
  2. Pembentukan komisi bersama gencatan senjata untuk mengurusi masalah teknis dalam pelaksanaan gencatan senjata.

Pada 25 Maret 1947 hasil Perjanjian Linggarjati ditandatangani di Istana Rijswijk (Istana Merdeka) Jakarta dengan isi sebagai berikut :

  1. Secara de facto Belanda mengakui Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan mencakup Sumatra, Jawa dan Madura.
  2. Belanda wajib meninggalkan wilayah de facto selambat-lambatnya 1 Januari 1949.
  3. Indonesia dan Belanda akan menjalin kerja sama dalam pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS) yang salah satu bagiannya ialah Republik Indonesia.
  4. RIS dan Belanda membentuk Uni Indonesia – Belanda di mana Ratu Belanda adalah pemimpinnya.

Perjanjian Renville

Perjanjian renville dilakukan di kapal perang Amerika Serikat yang terjadi antara Indonesia dan Belanda dan diperantarai oleh KTN. Indonesia yang diwakili oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin dan perwakilan Belanda ialah Abdukadir Wijoyoatmojo.

Dipilihnya Abdulkadir Wijoyoatmojo adalah salah satu siasat Belanda dengan alasan bahwa permasalahan yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda adalah masalah internal Indonesia dan bukan masalah internasional sehingga tidak membutuhkan intervensi pihak lain.

Setelah panjangnya proses diskusi dan musyawarah dari 8 Desember 1947 hingga 17 Juni 1948 maka disetujui isi dari Perjanjian Renville yaitu :

  1. Belanda tetap berdaulat atas semua wilayah Indonesia hingga berdirinya RIS.
  2. Sebelum RIS berdiri, Belanda bisa memberikan sebagian kekuasaannya pada pemerintah federal.
  3. RIS berkedudukan sejajar dengan Belanda di dalam Uni Indonesia – Belanda.
  4. Republik Indonesia adalah bagian dari RIS.
Baca Juga:  √ Pengertian Dekonsentrasi, Ciri, Tujuan, Dampak dan Contohnya

Perjanjian Roem-Royen

Perjanjjian Roem-Royen didahului dengan konferensi inter Indonesia dengan tujuan diskusi oleh permusyawaratan federal atau Bijenkomst Boor Federal Overleg (BFO) dengan RI supaya mendapai kesepakatan dasar dalam menjelang Konferensi Meja Bundar. UNCI adalah komisi PBB yang mengurusi Indonesia. UNCI mampu mempertemukan Indonesia dan Belanda ke meja perundingan pada 7 Mei 1949 yang isi persetujuannya adalah :

  1. Menyetujui pemerintah RI kembali ke Yogyakarta
  2. Menghentikan gerakan militer serta membebaskan tahanan-tahanan RI
  3. Menyetujui kedaulatan RI sebagai bagian dari RIS
  4. Menggelar KMB segera sesudah kembalinya pemerintahan RI ke Yogyakarta

Kemudian, persetujuan Belanda untuk Indonesia adalah :

  1. Pemerintah RI mengumumkan perintah penghentian perang gerilya
  2. Menjalin kerja sama untuk mengembalikan perdamaian dan ketertiban serta keamanan
  3. Turut andil di KMB Den Haag dengan tujuan menyegerakan penyerahan kedaulatan yang nyata dan utuh pada Negara Indonesia Serikat tanpa syarat.

Kejadian-kejadian penting dari perwujudan Perjanjian Roem-Royen yaitu :

  1. Penarikan pasukan Belanda dari Yogyakarta mulai 24 sampai 29 Juni 1949 secara bertahap.
  2. Kembalinya pemerintah RI ke Yogyakarta pada 1 Juli 1949.
  3. Pada 6 Juli 1949 presiden beserta wakil presiden dan pejabat-pejabat tinggi negara kembali ke Yogyakarta.
  4. Pada 10 Juli 1949 Jenderal Sudirman kembali ke Yogyakarta.

Konferensi Meja Bundar

Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) terjadi pada 23 Agustus 1949. Isi perjanjian Konferensi Meja Bundar ialah :

  1. Belanda memberikan pengakuan atas kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS).
  2. Kedudukan Irian Jaya (Papua) akan dituntaskan satu tahun sesudah pengakuan kedaulatan.

Perjanjian New York

Perjanjian New York terjadi pada 15 Agustus 1962. Isi dari Perjanjian New York ialah :

  1. Belanda memberikan Irian Barat (Papua) ke Indonesia melalui suatu badan pemerintahan PBB.
  2. Akan digelar penentuan pendapat masyarakat Irian Barat.
Baca Juga:  √ Sejarah Perumusan Pancasila Dan Pembentukannya (Terlengkap)

Perjanjian Bangkok

Perjanjian Bangkok terjadi pada 11 Agustus 1966. Perjanjian Bangkok berisi tentang Republik Indonesia menghentikan konfrontasinya dengan Malaysia.

Demikian penjelasan materi 11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap. Semoga penjelasan di atas bisa dipahami dengan mudah serta menjadi suatu pengetahuan lebih bagi para pembaca. Terima kasih 🙂