√ Profil Presiden Soekarno & Biografi Singkat Presiden Soekarno

Posted on

Profil Presiden Soekarno & Biografi Singkat Presiden Soekarno – Siapa yang tak mengenal proklamator kemerdekaan sekaligus Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno.

Nama beliau yang sangat harum dan besar membuat bangsa-bangsa lain pun mengenal sosoknya yang begitu kharismatik. Banyak buku yang menulis tentang kehidupan Ir. Soekarno dari berbagai aspek.

Profil Presiden Soekarno & Biografi Singkat Presiden Soekarno

Dalam kesempatan ini mari kita mengenal lebih jauh tentang kehidupan beliau melalui profil dan biografi singkatnya.

Profil dan Biografi Presiden Soekarno

Ir. Soekarno menjabat sebagai Presiden Indonesia dari 1945 sampai 1967. Beliau lahir dengan nama Koesno Sosrodihardjo namun diubah namanya menjadi Karno di usia 11 tahun oleh sang ayah sebab sering sakit. Beliau sering disapa Bung Karno. Ir. Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur dan wafat pada 21 Juni 1970. Beliau merupakan seorang muslim anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodohardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Pasangan Presiden Soekarno

Selama hidupnya beliau mempunyai beberapa pasangan yakni :

  • Oetari (1921 – 1923)
  • Inggit Garnasih (1923 – 1943)
  • Fatmawati (1943 – 1956)
  • Hartini (1952 – 1970)
  • Kartini Manopo (1959 – 1968)
  • Ratna Sari Dewi (1962 – 1970)
  • Haryati (1963 – 1966)
  • Yurike Sanger (1964 – 1968)
  • Heldy Djafar (1966 – 1969)

Anak Presiden Soekarno

Sepeninggal beliau mempunyai anak-anak yaitu :

  • Megawati Soekarnoputri
  • Guntur Sokekarnoputra
  • Rachmawati Soekarnoputri
  • Sukamawati Soekarnoputri
  • Taufan Soekarnoputra
  • Kartika Sari Dewi Soekarno
  • Bayu Soekarnoputra
  • Totok Suryawan
Baca Juga:  √ Faktor Yang Menjadi Penyebab Kemunduran Kerajaan Majapahit

Pendidikan Presiden Soekarno

Tamat dari SD Bumi Putera pada 1914 di Mojokerto, beliau melanjutkan pendidikan ke SD belanda dan berijazah calon pegawai negeri rendahan. Kemudian, beliau menempuh pendidikan di Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya dan lulus pada 1920, lalu ke Technische Hoogeschool (THS) di Bandung yang kini menjadi ITB dan lulus pada 25 Mei 1926.

Pada 1926 di usia 25 tahun beliau memperoleh gelar Civile Ingeniuer (insinyur sipil) dan membangun Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927. Pada 27 Januari 1962 Soekarno dianugerahkan gelar doktor oleh ITB.

Belanda pernah memenjarakan Soekarno di Sukamiskin, Bandung pada 1929. Pada 1933 Soekarno diasingkan ke Endeh, Flores dan dipindahkan ke Bengkulu. Soekarno bersama Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang Pleno PPKI, ditetapkan konstitusi RI yakni UUD 1945 dan Soekarno ditetapkan sebagai presiden pertama dan wakilnya Hatta.

Biografi Lengkap Ir. Soekarno

Orang tua Soekarno bertemu di Bali saat ayahnya menjadi guru dan ibunya adalah bangsawan Bali. Saudara kandung perempuan Soekarno bernama Sukarmini. Soekarno menghabiskan masa kanak-kanak di Blitar bersama orang tuanya.

Beliau kemudian tinggal berama Raden Hardjoko (kakeknya) di Tulung Agung, Jawa Timur dan sempat bersekolah meskipun tidak sampai tamat sebab ikut orang tuanya pindah ke Mojokerto. Beliau pernah tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto (H. O. S. Cokroaminoto) yang juga teman ayahnya sekaligus pendiri Sarekat Islam (SI).

Soekarno mulai mempelajari politik serta berpidato pada saat tinggal di rumah Cokroaminoto walaupun itu kerap dilakukannya seorang diri di depan cermin kamarnya. Di Hoogere Burger School, Soekarno memperoleh banyak ilmu pengetahuan. Setelah lulus dan melanjutkan sekolah di Technische Hoogeschool di Bandung jurusan teknik sipil, beliau tinggal di rumah Haji Sanusi.

Baca Juga:  √ 11 Macam Perjanjian di Indonesia Dengan Penjelasan Lengkap
Profil Presiden Soekarno & Biografi Singkat Presiden Soekarno
Profil Presiden Soekarno & Biografi Singkat Presiden Soekarno

Setelah menyelesaikan pendidikannya dari THS, Soekarno bersama dengan Ir. Anwari mendirikan Biro Insinyur pada 1926 dan mengerjakan sedain dan rancang bangunan. Itulah wadah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Partai Nasional indonesia (PNI) pada 4 Juli 1927. Di situlah beliau menerapkan ajarah Marhaenisme yang memiliki tujuan supaya bangsa Indonesia dapat merdeka dan terlepas dari kolonialisme Belanda.

Berkat keberanian yang dimilikinya, Soekarno pernah ditangkap Belanda di Yogyakarta dan memenjarakannya di penjara Banceuy di Bandung Desember 1929. Pada 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin dan di tempat itu beliau membuat sebuah pledoi yang sangat fenomenal yakni Indonesia Menggugat. Soekarno dibebaskan pada 31 Desember  1931 kemudian pada 1933 Soekarno menjadi bagian dari Partai Indonesia (Partindo) yang merupakan bagian dari PNI.

Seokarno pun ditangkap lagi oleh Belanda pada Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Jarak yang sangat jauh itu membuat sosok Soekarno hampir saja luput dari ingatan para tokoh nasional lain. Pada 1938, Soekarno dipindahkan ke Bengkulu dan di tempat itulah awal pertemuan beliau dengan Mohammad Hatta dan Ibu Fatmawati.

Di masa berakhirnya kekuasaan Belanda sesudah masuknya Jepang menyerbu Indonesia pada 1942. Pada mas-masa awal kependudukan Jepang tidak menaruh perhatian kepada para tokoh pergerakan Indonesia sampai ahirnya di tahun 1943 Jepang sadar akan pentingnya para tokoh tersebut.

Jepang mulai memanfaatkan para tokoh pergerakan Indonesia, di antaranya yaitu Ir. Soekarno guna mendapatkan perhatian para penduduk Indonesia akan propaganda Jepang.

Lalu, para tokoh pergerakan nasional itu mulai menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang guna memperoleh kemerdekaan Indonesia walaupun ada juga tokoh-tokoh yang menilai Jepang adalah fasis berbahaya dan melancarkan perlawanan misalnya Sjarifuddin dan Sutan Syahrir. Soekarno mendapat undangan dari Marsekal Terauchi yang kala itu menjabat sebagai pimpinan Angkatan Darat untuk wilayah Asia tenggara pada Agustus 1945 untuk berangkat ke dalat, Vietnam.

Baca Juga:  √ 15 Pengertian Kebijakan Menurut Para Ahli, Tingkatan & Macam

Marsekal Terauchi di Dalat menyatakan bahwa sudah tiba saatnya Indonesia merdeka dan seluruh hal yang berhubungan dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia menjadi tanggung jawab Indonesia sendiri.

Peristiwa Rengasdengklok

Sekembalinya Soekarno dari Vietnam ke Indonesia, terjadi suatu peristia yang benar-benar penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia yang umum dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.

Pada saat itu para tokokh golongan muda dari PETA mendesak agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemedekaan Indonesia sebab momennya sangat pas di mana Indonesia sedang dalam masa kekosongan kekuasaan karena kekalahan Jepang dan pasukan Sekutu belum sampai.

Kemudian, Soekarno bersama para tokoh lain mulai mempersiapkan diri menyambut proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan hasil sidang BPUPKI, dibentuklah sebuah panitia kecil untuk mengadakan upacara proklamasi yang beranggotakan sembilan orang.

Wafatnya Ir. Soekarno

Pada hari Minggu tanggal 21 Juni 1970, Ir. Soekarno menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta. Ir. Soekarno diistirahatkan di Wisma Yaso Jakarta lalu dimakamkan di Blitar jawa Timur. Makamnya berdekatan dengan makam sang ibu Ida Ayu Nyoman Rai dan pemerintah menetapkan masa berkabung selama 7 hari.

Sekian penjelasan materi Profil Presiden Soekarno & Biografi Singkat Presiden Soekarno. Semoga penjelasan di atas bisa dengan mudah dipahami dan menjadi suatu pengetahuan lebih bagi para pembaca. Terima kasih 🙂