√ 5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya

Posted on

5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya– Bumi menempati urutan ke tiga dalam sistem tata surya. Proses terbentuknya bumi sudah terjadi 4,54 milyar tahun yang lampau. Kehidupan di bumi baru muncul sejak milyar tahun pertama. Kemudian, sebagian lempeng benua di bumi merupakan sebuah kesatuan pada 250 juta tahun yang lalu dan dinamakan Pangea. Setelah 200 juta tahun kemudian, Pangea pecah terbagi menjadi Benua Gondwana dan Benua Laurasia.

Jika ditelisik, Benua Laurasia mencakup wilayah Amerika Utara, sebagian Asiah Tengah dan Asia Timur dan Eropa. Sedangkan, Benua Gondwana meliputi wilayah sebagian Asia lainnya, Amerika Selatan, Afrika dan Australia. Selanjutnya kedua benua besar tersebut terpecah menjadi bagian-bagian benua kecil yang saling bertubrukan.

5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya

Fenomena yang terjadi di bumi membuat bumi mempunyai beberapa lapisan dengan bahan-bahan material pembentuk bumi dan semua sumber daya alam. Bentukan-bentukan yang terjadi akibat fenomena geografis misalnya daratan, gunung, lembah, lautan, persawahan dan perbukitan.

Hingga saat ini, proses terbentuknya bumi belum bisa diketahui secara pasti. Tetapi, para ahli telah merumuskan teorinya masing-masing tentang proses pembentukan bumi. Kita mengenal adanya 5 teori pembentukan bumi.

Teori Terbentuknya Bumi

Berikut para ahli memberikan teorinya:

Teori Nebula (Kabut)

Teori Nebula atau Kabut digagas oleh Immanuel Kant (1750) dan Piere De Laplace (1796) sehingga teori ini mempunyai nama lain Teori Kabut Lant-Laplace. Tori nkabut berpandangan bahwa di dalam jagat raya ada gas yang terkumpul membentuk kabut atau nebula. Gas-gas tersebut memiliki kandungan yang menimbulkan gaya tarik menarik sehingga kumpulan kabut menjadi semakin tebal dan perputarannya semakin cepat. Kecepatan perputaran yang sangat tinggi tersebut membuat materi kabut di bagian khatulistiwa terhempas, terpisah hingga akhirnya memadat. Material-material yang terhempas itu kemudian membentuk planet-planet yang ada di tata surya. Ada tahapan-tahapan di dalam teori kabut, yakni :

  1. Matahari dan planet-palnet lain masih berupa gas dan kabut yang amat besar dan pekat.
  2. Kabut lalu berputar dan berpilin dengan amat kuat sehingga pada pusat lingkaran terjadi pemadatan dan terbentuklah matahari. Pada waktu yang bersamaan, materi-materi lain membentuk massa yang lebih kecil daripada matahari dan membentuk planet-planet yang beredar mengelilingi matahari.
  3. Materi-materi tersebut tumbuh semakin membesar dan tetap bergerak secara teratur mengelilingi matahari dalam sebuah lintasan tetap dan menimbulkan susunan keluarga matahari.
Baca Juga:  √ 16 Pengertian Geografi Menurut Para Ahli Pembahasan Lengkap

Teori Planestesimal

Seorang ahli astronomi berkebangsaan Amerika, Forest Ray Moulton dan seorang ahli geologi, Thomas C. Chamberlain di abad ke 20 mengemukakan gagasan mereka tentang sebuah teori yang disebut planestesimal hypothesis. Teori planestesimal berpendapat bahwa proses terbentuknya matahari disebabkan massa gas yang amat besar.

Pada saat bintang lain melintas dan jaraknya sangat dekat sehingga nyaris terjadi benturan. Jarak lintasan yang teramat dekat berpengaruh terhadap gaya gravitasi antara dua bintang yang menyebabkan gas dan partikel-partikel ringan di bagian tepi tertarik. Gaya gravitasi membuat partikel-partikel terhempas menjauhi permukaan matahari dan bintang.

Partikel-partikel tersebut kemudian mengalami penyusutan dan membentuk gumpalan planestesimal. Gumpalan planestesimal lalu mendingin dan memadat hingga planet-planet di sekitar matahari terbentuk.

Teori Pasang Surut Gas (Tidal)

Teori Pasang Surut Gas (Tidal) merupakan buah pemikiran dari James Jeans dan Harold Jeffrey di tahun 1918. Jeans dan Jeffrey menuturkan terdapat bintan besar yang bergerak ke arah matahari dengan jarak yang dekat dan menimbulkan pasang surut di badan matahari ketika matahari masih berupa kumpulan gas.

Fenomena pasang surut air laut dipengaruhi massa bulan dan jarak yang tercipta antara bulan dengan bumi sebesar 60 kali radius lintasan di bumi. Apabila massa bintang mendekati  besarnya massa matahari, makan akan tercipta sejenis gunung gelombang di badan matahari disebabkan gaya tarik bintang.

Gunung-gunung akan bertambah tinggi dengan drastis dan terdapat sejenis lidah pijar yang amat besar yang menjuntai dari massa matahari menuju ke bintang besar. Lama kelamaan kolom-kolom tersebut akan pecah dan membentuk benda-benda. Terjadi peristiwa perapatan gas di dalam lidah api dan kolom-kolom terpecah membentuk benda-benda lain yang dinamakan planet.

Baca Juga:  √ Pengertian Vulkanisme, Proses, Gejala dan Fenomenanya

Kemudian, bintang-bintang besar yang memiliki gaya tarik dalam badan matahari meneruskan perjalanannya di jagat raya dan lama-lama akan kehilangan pengaruhnya terhadap planet-planet yang sudah terbentuk. Planet-planet di sekeliling matahari akan mengalami perlambatan proses pendinginan jika planet tersebut berukuran besar. Sedangkan, planet-planet kecil akan lebih cepat mendingin.

Teori Bintang Kembar

Teori Bintang Kembar diutarakan oleh seorang ahli astronomi bernama R. A. Lytteton. Menurut teori bintang kembar, bumi berasal dari bintang kembar yang salah satunya mengalami ledakan sehingga partikel-partikel di dalamnya dan terlempar.

Kekuatan gaya gravitasi bintang yang tidak meledak mampu menarik kembali partikel-partikel yang terlempar untuk mengelilingi matahari. Bintang yang tidak meledak tersebut dinamakan matahari. Sedangkan, bintang yang meledak membentuk planet-palnet yang berputar di sekeliling matahari.

5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya Terlengkap
5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya Terlengkap

Teori Big Bang

Proses terbentuknya bumi menurut teori big bang atau dentuman besar berawal dari liyaran tahun silam di mana semula terdapat segumpal kabt raksasa yang berputar pada porosnya. Putaran tersebut kemudian berpeluang menbuat material-material kecil dan ringan terlempar ke luar dan bagian besarnya berkumpul pada pusat membentuk suatu cakram raksasa. Lalu, sebuah ledakan dahsyat terjadi dari gumpalan tersebut membentuk nebula dan galaksi.

Dalam kurun waktu sekitar 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut terbuka dan membentuk galaksi bima sakti, lalu terbentuk sistem tata surya. Gumpalan yang terhempas ke luar mengalami pengembunan lalu membentuk gumpalan yang padat dan dingin. Selanjutnya, gumpalan menjadi planet-planet dan salah satunya adalah planet bumi.

Teori Big Bang merupakan teori yang banyak dipercaya para ahli dan menjadi titik akhir pencapaian ilmu pengetahuan mengenai asal mula pembentukan alam semesta. Dalam teori ini dibuktikan bahwa jumlah helim dan nitrogen sesuai dengan sisa peninggalan fenomena big bang. Apabila jagat raya tidak mempunyai permulaan, maka gas hidrogen sudah tak bersisa sama sekali dan berubah menjadi gas helium.

Baca Juga:  √ Penyebaran Fauna Di Indonesia Menurut Ahli (Bahas Lengkap)

Sekian penjelasan materi 5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya. Terima kasih sudah membaca artikel kami dan semoga bisa menambah ilmu pengetahuan para pembaca. 🙂