12 Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli (Terlengkap)

12 Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli (Terlengkap)– Ilmuwan di California, Amerika Serikat menyatakan bahwa pemanasan global menyebabkan peningkatan kelembaban yang menjadikan wilayah-wilayah basah makin basah serta wilayah-wilayah kering makin kering.

Peningkatan gas-gas rumah kaca serta lapisan ozon yang menipis memengaruhi pola sirkulasi yang terjadi di atmosfer yang memicu badang mengarah ke daerah kutub.

Ilmuwan-ilmuwan di Lawrence Livermore National Laboratory di California mengemukakan bahwa perubahan-perubahan presipitasi di daratan maupun lautan tidak bisa dijabarkan menggunakan variabilitas alam saja serta mempunyai dampak yang langsung dirasakan dalam kegiatan manusia.

12 Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli (Terlengkap)

Kate Marve dan Celine Bonfils membuat perbandingan prediksi model iklim dengan data cuaca yang diamati dalam waktu lebih dari tiga dekade melalui sebuah penelitian terbaru.

Melalui sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah “Proceedings of the National Academy of Sciences”, para ilmuwan mengemukakan bahwa walaupun fluktuasi alamiah iklim bisa memicu intensifikasi hujan atau salju ataupun pergeserannya ke wilayah kutub, akan jarang sekali dua efek tersebut berlangsung sekaligus secara alamiah.

Kate Marvel menarik sebuah kesimpulan bahwa pengaruh eksternal, misalnya peningkatan gas rumah kaca berperan besar dalam perubahan-perubahan yang terjadi.

Pengertian Presipitasi

Presipitasi ialah peristiwa turunnya air dari atmosfer (air hujan) ke permukaan bumi serta laut dalam rupa yang berbeda misalnya curah hujan di wilayah tropis dengan curah hujan atau salju di wilayah dengan iklim sedang.

Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli

Untuk dapat lebih memahami pengertian presipitasi, berikut ini sudut pandang para ahli tentang pengertian presipitasi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Presipitasi dalam Kamus Besar Bahasa indonesia mempunyai dua pengertian yaitu :

  1. Merupakan sebuah proses pengendapan yang berasal dari dalam larutan maupun udara permukaan ke permukaan bumi;
  2. Merupakan kadnungan kelembapan udara yang terbentuk dari cairan ataupun material padat misalnya embun salju, hujan, buatan met hujan yang berasal dari beragam jenis awan yang dipilih sebagai hasil upaya manusia.

Endang Tituk dkk. (2015)

Endang Tituk dkk. (2015) memberikan pengertian presipitasi sebagai sebuah kejadian dimana terjadi proses pengendapan antigen yang larut dalam antibodi sehingga presipitasi yang kemudian antigen yang larut tidak bergerak (diam) alu makin mudah untuk ditangkap oleh sel fagosit.

12 Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli (Terlengkap)
12 Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli (Terlengkap)

Sigit Ari Wibowo (2015)

Presipitasi dalam pandangan Sigit Ari Wibowo (2015) yakni sebuah fenomena jatuhnya air dari atmosfer yang mengarah ke permukaan bumi. Zat cair yang jatuh tersebut dapat berupa salju, mebun, hujan atau kabut.

Sosrodarsono (1976)

Sosrodarsono (1976) menyatakan bahwa presipitasi yakni sebuah nama yang umum dari uap yang mengalamai kondensasi lalu jatuh ke tanah di dalam suatu rangkaan proses siklus hidrologi. Jumlahnya secara umum selalu dinyatakan dengan kedalaman presipitasi (mm).

Jika uap air yang jatuh berupa zat cari, maka disebut dengan hujan (rainfall). Apabila uap air yang jatuh berupa zat padat, maka disebut salju (snow).

Triatmodjo (2008)

Triatmodjo (2008) mengungkapkan bahwa presipitasi ialah air yang turun ke permukaan bumi yang sampai dalam berbagai rupa misalnya air hujan, embun, salju atau hujan es. Presipitasi yang terjadi di wilayah beriklim tropis dapat berupa hujan dengan peranan atau fungsi yang besar.

Hal tersebut dapat dilihat bahwa umumnnya hujan dianggap sama dengan presipitasi.

Wikipedia

Presipitasi yang dikutip dari laman Wikipedia memiliki arti yakni tiap hasil dari kondensasi uap air yang terjadi di atmosfer. Pada saat uap air di atmosfer mengalami jenuh lalu air terkondensasi, maka keluarlah dari larutan tersebut atau terpresipitasi.

Wibowo dkk. (2015)

Wibowo dkk. (2015) mengartikan presipitasi sebagai suatu fenomena turunnya air yang berasal dari atmosfer menuju permukaan bumi dalam bentuk yang beragam, seperti air hujan, es, salju, embun hingga hujan es atau kabut.

Chay Asdak (2010)

Chay Asdak (2010) melalui karya bukunya dengan judul “Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai” mengemukakan bahwa presipitasi merupakan peristiwa jatuhnya air atau curahan air dari atmosfer menuju permukaan bumi atau laut dengan wujud yang berbeda-beda, yakni berupa curah hujan di wilayah dengan iklim tropis serta curah hujan atau salju di wilayah dengan iklim sedang.

Ersin Seyhan (1977)

Pengertian persipitasi yang dikemukakan oleh Ersin Seyhan (1977) yakni umumnya dinyatakan sebagai jeluk (ke dalam) cairan yang terakumulasi di atas muka bumi jika seandainya tidak terjadi kehilangan.

Bidang Siklus Hidrologi

Presipitasi dalam siklus hidrologi dimengerti sebagai suatu peristiwa di mana air dri atmosfer turun ke permukaan bumi dalam bentuk yang berbeda.

Bidang Ilmu Kimia

Presipitasi dalam bidang kimia diartikan sebagai sebuah proses pengendapan (sedimentasi) kandungan zat larutan yang disebabkan oleh adanya reaksi kimia. Presipitasi dalam ilmu kimia juga dapat dipercepat dengan jalan mengurangi kadar zat pelarut atau dengan cara menambahkan agen presipitasi misalnya TCA. Hal tersebut merupakan salah cara yang dapat digunakan dalam upaya pengelolaan limbah cair.

Bidang Ilmu Biologi

Presipitasi dalam ilmu biologi diartikan sebagai suatu proses pengendapan yang terjadi dalam sebuah zat yang terpisah dari larutannya, misalnya proses presipitasi antibodi di mana antibodi mengendapkan molekul antigen dalam bentuk gumpalan yang tidak larut. Oleh karena itu, antigen-antigen tersebut ditelan dan dicerna oleh sel-sel fagosit.

Jenis – Jenis Presipitas

Presipitasi atau curah hujan memiliki beberapa jenis yang diklasifikasikan berdasarkan proses terjadinya dan bentuknya. Berikut adalah beberapa jenis presipitasi:

1. Presipitasi Vertikal:

  • Hujan: Air yang jatuh dalam bentuk tetesan yang dikondensasikan dari uap air di atmosfer.
  • Hujan Gerimis: Hujan dengan tetesan yang sangat kecil.
  • Salju: Kristal-kristal kecil air yang membeku dari uap air di udara bila suhu saat kondensasi kurang dari 0°C.
  • Hujan Batu Es: Gumpalan es yang kecil, kebulat-bulatan yang turun saat hujan badai

2. Presipitasi Horisontal:

  • Embun: Tetesan air yang terbentuk di permukaan benda-benda karena adanya kondensasi uap air di Udara.
  • Kabut: Kumpulan tetesan air mikroskopis yang tergantung di atmosfer dan mengurangi jarak pandang

3.Presipitasi Konvektif: Terjadi bila udara panas naik dan mendingin membentuk awan lalu turun hujan.Presipitasi ini sangat singkat namun intensitasnya sangat tinggi.

4. Presipitasi Siklonik: Terjadi saat udara bergerak dari kawasan di sekitarnya ke daerah tekanan rendah, mengalir ke atas, mendingin dan menghasilkan presipitasi.

5. Presipitasi Orografik: Terjadi oleh aliran udara samudera yang lewat di atas tanah dan dibelokkan ke atas oleh pegunungan di pantai, menghasilkan presipitasi di sisi lereng arah datangnya angin.

6. Presipitasi Frontal: Terjadi jika massa udara yang panas naik di atas suatu tepi frontal yang dingin, menghasilkan presipitasi dalam skala sedang dan berlangsung lama.

Sekian penjelasan materi 12 Pengertian Presipitasi Menurut Para Ahli (Terlengkap). Masih banyak artikel kami lainnya dengan beragam tema yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Baca juga artikel kami lainnya 🙂