√ Pengertian Cahaya, Jenis-Jenis, Sifat dan Contoh Cahaya

Posted on

Pengertian Cahaya, Jenis-Jenis, Sifat dan Contoh Cahaya –  Cahaya memegang peranan penting dalam kehidupan kita terlebih saat ini. Manusia memerlukan cahaya untuk melihat. Tanpa cahaya manusia tidak dapat melihat dan terasa sulit untuk melakukan segala hal dengan baik tanpa penglihatan. Bisa dikatakan bahwa cahaya termasuk dalam salah satu sumber kehidupan.

Tidak hanya manusia, makhluk hidup lainnya pun membutuhkan cahaya untuk keberlangsungan hidupnya. Tumbuhan memerlukan cahaya untuk tumbuh dan menjalankan proses fotoseintesis yang menghasilkan oksigen yang dihirup manusia dan hewan.

Cahaya menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia. manusia sebagian besar beraktivitas di siang hari dan di malam hari lebih sedikit aktivitas yang dilakukan. Aktivitas manusia tentu membutuhkan cahaya yang cukup. Keadaan cahaya yang kurang membuat kita tidak bisa melihat dengan jelas, tidak bisa mengetahui keadaan sekitar bahkan ada kemungkinan terjadi kecelakaan akibat kekurangan cahaya.

Pengertian Cahaya, Jenis-Jenis, Sifat dan Contoh Cahaya

Mengingat keberadaan cahaya yang amat krusial bagi kehidupan makhluk, mari kita pelajari hal-hal terkait cahaya. Dalam materi ini akan disajikan informasi mengenai pengertian cahaya, jenis-jenis, sifat serta contoh cahaya.

Pengertian Cahaya

Cahaya dalam Wikipedia memiliki arti sebagai sebuah energi yaang berupa gelombang elektromagnetik yang tidak tampak oleh mata  dengan panjang gelombangnya kurang lebih 380 mm sampai 750 mm. Dalam ilmu fisika, cahaya diartikan sebagai suatu radiasi elektromagnetik yang panjang gelombangnya kasat mata ataupun tidak.

Kemudian, terdapat juga pengertian cahaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yaitu sebuah sinar atau terang yang berasal dari sesuatu yang bersinar misalnya lampu, bulan dan matahari, yang membuat mata mungkin untuk menagnkap bayangan benda-benda di sekelilingnya.

Baca Juga:  √ Pengertian Atom, Struktur, Macam, Kelebihan dan Kekurangan

Macam-Macam Cahaya

Cahaya dapat dibedakan menjadi dua jenis menurut sumbernya, yakni :

  1. Cahaya yang bersumber dari benda itu sendiri, misalnya cahaya lampu, cahaya bulan, cahaya matahari dan cahaya lilin.
  2. Cahaya yang berasal dari benda lain yang memancar karena adanya cahaya yang memantu di permukaan benda, contohnya markah jalan yang terlihat menyala berwarna merah atau kuning di malam hari karena adanya pantulan cahaya dari lampu kendaraan.
Pengertian Cahaya, Jenis-Jenis, Sifat dan Contoh Cahaya
Pengertian Cahaya, Jenis-Jenis, Sifat dan Contoh Cahaya

Sifat-Sifat Cahaya dan Contohnya

Cahaya mempunyai beberapa sifat seperti mampu menembus, bisa dipantulkan, bisa merambat dan bisa dibiaskan. Berikut penjelasan sifat-sifat cahaya.

Cahaya Merambat Lurus

Cahaya bersifat merambat lurus apabila cahaya melalui sebuah media perantara. Peristiwa ini bisa dilihat secara nyata pada lampu senter yang araj rambatannya lurus. Contoh lain dari sifat cahaya ini yaitu jika kita melihat berkas cahaya matahari yang masuk melalui celah ventilasi di rumah akan tampak seolah garis-garis lurus.


Kedua peristiwa tersebut membuktikan bahwa bendar cahaya bersifat merambat lurus. Hal ini tentu dimanfaatkan manusia untuk pembuatan lampu kendaraan bermotor dan lampu senter. Contoh lain yaitu cahay mercusuar di pinggir laut membentuk garis lurus.

Cahaya Mampu Menembus Benda Bening

Benda bening adalah benda yang dapat ditembus oleh cahaya, misalnya gelas bening, kaca, plastik, botol dan air jernih. Terdapat tiga pembagian benda menurut kemampuan chaya dalam menembusnya, yakni :

  1. Benda bening (transparan) adalah benda-benda yang dapat dilewati atau ditembus cahaya. Benda bening mampu meneruskan seluruh cahaya yang mengenainya. Benda bening misalnya air jernih dan plastik bening.
  2. Benda translusens adalah benda-benda yang hanya mampu meneruskan sebagian cahaya yang mengenainya. Benda translusens misalnya kaca dop dan air keruh.
  3. Benda yang tidak dapat ditembus cahaya (opaque) adalah benda-benda gelap yang tidak dapat meneruskan atau ditembus cahaya sama sekali. Opaque hanya mampu memantulkan kembali cahaya yang mengenainya. Opaque misalnya tembok, buku yang tebal, besi dan kayu.
Baca Juga:  √ Pengertian Hukum Boyle, Rumus, Penerapan dan Contoh Soal

Sifat cahaya yang mampu menembus benda bening mempunyai kemungkinan untuk menembus air jernih sehingga tanaman-tanaman di dalam air bisa tumbuh dengan baik. Sifat cahaya ini pun dapat dimanfaatkan manusia untuk mebuat beragam peraatan untuk kehidupan sehari-hari, misalnya kaca mobil, akuarium, kacamata dan termometer.

Cahaya Bisa Dibiaskan

Pembiasan yaitu proses berbeloknya arah rambat cahaya pada saat melewati dua media yang memiliki kerapatan berbeda. Manusia memanfaatkan pembiasan cahaya dalam pembuatan benda-benda optik. Contoh pembiasan cahaya yang bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain :

  1. Benda yang bentuknya lurus (pensil, pena, penggaris, dan lain-lain) ketika dimasukkan ke dalam gelas bening berisi air, maka kita akan bisa melihat dengan jelas seolah-olah benda lurus tersebut bengkok.
  2. Dasar kolam yang airnya jernih akan terlihat lebih dangkal dari kenyataannya ketika mendapat sinar.
  3. Adanya fenomena fatamorgana pada saat berkas cahaya dari udara dingin menuuju udara panas dibiaskan secara horizontal dan membuat sebuah benda terlihat timbul di atas posisi sesungguhnya.
  4. Sebuah koin akan tampak lebih dekat ke permukaan ketika dimasukkan ke dalam gelas berisi air jernih.
  5. Ikan-ikan akan tampak lebih besar pada saat diletakkan di dalam akuarium.

Cahaya Bisa Diuraikan (Dispersi)

Penguraian atau dispersi cahaya bisa terjadi secara alamiah. Contoh dari penguraian cahaya yaitu adanya peristiwa pelangi. Pelangi akan muncul ketika hujan selesai. Pelangi mempunyai setidaknya tujuh warna yang kita ketahui yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu yang populer disingkat menjadi mejikuhibiniu.

Warna-warna tersebut sebenarnya berasal dari warna putih dari matahari, tetapi proses penguraian cahaya putih matahari oleh air menjadikannya terbagi dalam beberapa warna pelangi. Contoh lain dari dispersi cahaya yaitu gelembung air sabun yang akan terlihat memiliki warna-warna berbeda pada saat terkena cahaya.

Baca Juga:  √ 23 Pengertian Tanah Menurut Para Ahli (Bahasan Lengkap)

Cahaya Bisa Mengalami Interferensi

Interferensi yaitu dua atau lebih gelombang yang bergabung. Interferensi cahaya dapat dilihat dengan jelas apabila gelombang-gelombang cahaya sifatnya koheren yakni jika mempunyai frekuensi dan amplitudo yang sama serta fasenya tetap.

Interferensi cahaya memberikan dua hasi yaitu interefernsi konstruktif (saling memperkuat) menghasilkan garis terang yang tampak pada layar. Ke dua, hasil destruktif (saling memperlemah) sehingga muncul garis-garis gelap yang nampak pada layar.

Contoh interferensi cahaya misalnya terdapat lapisan tipis minyak tanah yang tumpah di permukaan air dan warna-warna yang muncul di Compact Disc (CD) ketika terpapar cahaya.

Cahaya Bisa Melentur (Difraksi)

Cahaya akan mengalami pelenturan gelombang yakni peristiwa berbeloknya arah rambatan cahaya gelombang sebab melalui celah-celah sempit. Contoh difraksi cahaya misalnya cahaya yang melewati sela-sela jari tangan yang dirapatkan lalu diarahkan menuju sumber cahaya yang berjauhan seperti lampu.

Cahaya Bisa Mengalami Polarisasi

Polarisasi yaitu suatu peristiwa terserapnya sebagian arah getar cahaya yang membuat cahaya tersebut kehilangan sebagian besar arah getarnya. Contoh polarisasi cahaya misalnya warna biru pada langit. Cahaya matahari sudah melewati partikel-partikel udara di atmosfer dan mengalami hamburan sebelum sampai ke bumi.

Cahaya biru mempunyai gelombang yang lebih pendek dibandingkan cahaya merah sehingga cahaya biru lebih banyak mengalami penghamburan dan warna biru yang sampai ke mata manusia.

Itulah penjelasan materi Pengertian Cahaya, Jenis-Jenis, Sifat dan Contoh Cahaya. Setelah membaca penjelasan di atas, apa lagi contoh lain dari sifat-sifat cahaya yang bisa kamu temukan dalam kehidupan sehari-hari? Coba amati dan temukan. 🙂