√ Pengertian Chauvinisme, Sejarah, Dampak & Contoh Chauvinisme

Posted on

Pengertian Chauvinisme, Sejarah, Dampak & Contoh Chauvinisme– Di dunia ini banyak sekali kepercayaan atau paham yang di anut atau di jadikan pedoman oleh orang lain di dalam menjalankan kehidupannya.

Pengertian Chauvinisme, Sejarah, Dampak & Contoh Chauvinisme

Paham itu akan memberikan petunjuk untuk apa yang akan di lakukan di kemudian hari dan menjadi suatu pedoman bagi kehidupan seseorang. Maka adanya Chauvinisme akan memberikan dampak yang besar bagi seseorang tersebut akan di jelaskan di bawah ini:

Pengertian Chauvinisme

Chauvinisme atau yang juga disebut dengan Sauvinisme atau Sovinisme merupakan sebuah paham yang mengajarkan cinta akan tanah air atau bangsa (pattriotisme) secara berlebihan. Chauvisnisme merupakan sebuah paham yang memiliki anggapan bahwa suku bangsa senidir atauk wujud rasa cinta, loyalitas yang tinggi, bangsa, kesetiaan ataupun fanatisme pada negaranya tanpa memerhatikan pandangan orang lain.

Chauvinisme bisa pula diartikan sebagai paham yang memandang rendah bangsa lain sekaligus menjunjung tinggi bangsanya sendiri dengan berlebihan. Pengertian lain dari chauvinisme yakni sebuah pandangan individu yang yakin pada negaranya bahkan bersedia berkorban demi pandangannya itu.

Sikap chauvinisme harus dapat ditolak, dihindari bahkan dihiangkan dari diri masyarakat Indonesia karena pandangan tersebut bisa memicu terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) jika diterapkan. Tidak hanya itu saja, ajaran chauvinisme sangat bertentangan dengan ajaran Pancasila dan berpotensi dalam menimbulkan pelanggaran HAM.

Baca Juga:  √ 21 Pengertian HAM Menurut Para Ahli (Bahasan Lengkap)

Pengertian Chauvinisme Menurut Ahli

Berikut pengertian Chauvinisme menurut ahlinya :

Wikipedia

Dalam laman Wikipedia, chauvisime memiliki arti sebagai sebuah wujud ajaran tentang cinta tanah air yang berlebih-lebihan.

ST-Times (2013)

ST-Times menyatakan bahwa chauvinisme ialah perasaan cinta pada tanah air yang berlebihan dan mendewakan bangsanya sendiri serta merendahkan atau meremehkan bangsa lain.

Mirandalaurensi (2014)

Mirandalaurensi menyatakan bahwa pengertian chauvinisme ialah satu bentuk perilaku yang mengagung-agungkan negaranya sendiri namun memandah rendah negara lain. Ciri khas dari chauvinisme ialah senang menghina negara lain.

Inoviana (2014)

Inoviana mengungkapkan pengerian chauvinisme yakni istilah yang dipakai untuk merujuk sebuah loyalitas ekstrim akan satu pihak tanpa mau memperhatikan pandangan alternatif pihak lainnya.

Sejarah Chauvinisme

Istilah chauvinisme berasal dari seorang tokoh fiksi yakni Nicholas Chauvin, seorang tentara Napoleon Bonaparte. Walaupun Napoleon kalah lalu dibuang, tetapi Chauvin tetap loyal pada Napoleon.

Istiah dan pengertian chauvinisme memiliki konsep yang diambil dari sosok Nicholas Chauvin walaupun hanya ada beberapa dokumentasi yang dijadikan rujukan, ia dianggap sebagai legenda dan masuk ke dalam cerita-cerita legenda bahkan ada di dalam lagu dan pertunjukan.

Chauvin ialah seorang tokoh dengan sifat fanatik serta sangat mendukung pada seseorang. Berdasarkan konsep itu, kemudian cahuvinisme diartikan sebagai sebuah paham yang cenderung mempunyai sikap loyal atau setia akan sesuatu.

Hal tersebut memunculkan banyak jenis chauvinisme misalnya chauvinisme nasionalisme yaitu sebuah paham yang meyakini negaranya serta mau berkorban untuk negaranya.

Pengertian Chauvinisme, Sejarah, Dampak & Contoh Chauvinisme
Pengertian Chauvinisme, Sejarah, Dampak & Contoh Chauvinisme

Dampak Chauvinisme

Paham chauvinisme dianalogikan sebagai pedang bermata dua. Walaupun memiliki ajaran kesetiaan pada negara, naun dalam kenyataannya bentuk perasaan cinta negara yang berlebihan itu malah menyebabkan perpecahan.

Chauvinsime secara umum lebih menjurus pada dampak negatif yang ditimbulkannya. Dampak negatif itu lebih banyak menyebabkan kontra yang kontroversial disertai anggapan jelek pada bangsa atau negara lain. Di dalam penerapannya, ajaran chauvinisme memiliki dampak positif meskipun sangat sedikit.

Baca Juga:  √ 6 Pengertian Suku Bangsa Menurut Para Ahli dan Contohnya

Dampak Positif Chauvinisme

Dampak positif dari chauvinisme yakni membuat masyarakat suatu bangsa atau negara menjadi satu kesatuan yang patuh pada pemerintahannya.

Dampak Negatif Chauvinisme

Kecintaan berlebih akan bangsa atau negaranya membuat seseorang bisa jadi memandang rendah bangsa atau negara lain. Hal itu tentu akan membawa dampak-dampak negatif, di antaranya :

  1. Mengubah karakter seseorang atau komunitas ke arah yang buruk yaitu membuatnya mempunyai pola pikir yang konservatif. Orang dengan pandangan itu pun menjadi antisosial atau tertutup, keras kepala, kejam sombong serta menghina pihak lain.
  2. Di dalam konteks bangsa dan negara, pandangan chauvinisme akan menajdi racun bagi perdamaian dunia yang bisa saja memicu perpecahan, pertikaian hingga peperangan antara negara dan akan membuat lebih banyak kerugian.
  3. Seseorang, kelompok atau komunitas yang berpandangan cahuvinisme melupakan Tuhan Yang Maha Kuasa atas penciptaan alam semesta ini.
  4. Perasaan yang tertutup, tidak percaya dan mencurigai pihak atau negara lain mengganggu proses pembangunan ekonomi dan kemandekkan karena tidak mau menerima pandangan pihak lain.
  5. Menjauhkan diri dari bangsa lain atau tidak mau menjalin persahabatan dengan pihak-pihak lain.
  6. Di dalam benaknya tertanam pikian yang berbau negatif dari kebaikan yang dilakukan negara lain pada negaranya sendiri.
  7. Bagi para pemimpin yang menganut chauvinisme, ia tidak akan ragu serta mempunyai ambisi kuat untuk menyerang atau menguasai negara lain.

Contoh Chauvinisme

Beberapa contoh dari pandangan chauvinisme, misalnya :

Chauvinisme dalam Konteks Partai

Seseorang yang adala dalam sebuah budaya politik atau partai politik serta mempunyai pandangan chauvinisme menganggap partainya ialah hidup dan matinya serta akan selalu bersedia pasang badan bagi partainya walaupun partai tersebut melakukan pelanggaran.

Chauvinisme dalam Sikap Pemimpin

Jerman memiliki seorang diktator yang kejam dan kerap bermusuhan dengan bangsa-bangsa lain terutama bangsa Yahudi. Dikatator Jerman itu bernama Adolf Hitler yang menganggap bahwa Jerman berada di atas segalanya dan bangsa Jerman adalah bangsa yang unggul sehingga menjadi satu-satunya bangsa yang pantas ada.

Baca Juga:  √ 11 Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli (Terlengkap)

Chauvinisme dalam Agama

Perilaku chauvinisme dalam agama amat sensitif dan sering berujung pada isu SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan). Pada kenyataannya di Indonesia terjadi dalam pemilihan cagub dan cawagub Jakarta di periode sebelumnya di mana ada tempat ibadah yang dirusak. Hal itu menunjukkan tidak adanya rasa toleransi antarumat beragama.

Negara yang Memiliki Pandangan Chauvinisme

Telah disebutkan di atas bahwa Jerman adalah negara yang memiliki pandangan chauvinisme. Selain Jerman, ada pula negara lain yang juga memiliki pandangan chauvinisme, di antaranya :

Italia

Italia pernah berada di bawah pimpinan Benito Mussolini yang memiliki pandangan chauvinisme dan menganggap negara lain sebagai negara penjiplak dan tidak memiliki daya kreatif jika dibandingkan dengan Italia.

Jepang

Jepang, negeri sakura ini di masa lampau pernah dipimpin oleh seorang pemimpin beraliran chauvinsime bernama Tenno Haika. Tenno Haika menganggap tidak ada negara yang lebih baik dibandingkan Jepang. Jepang adalah negara terbaik di dunia menurutnya.

Demikian penjelasan materi Pengertian Chauvinisme, Sejarah, Dampak & Contoh Chauvinisme. Semoga penjelasan di atas bisa dipahami dengan mudah serta bisa menjadi sutau wawasan lebih bagi para pembaca. Terima kasih 🙂