√ Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan dan Penerapannya

Posted on

Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan dan Penerapannya– Perbedaan sistem ekonomi yang digunakan masing-masing negara di dunia bergantung pada kepemilikan sumber atau sistem pemerintahan negara tersebut.

Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan dan Penerapannya

Sistem ekonomi yang di gunakan oleh beberapa negara ada yang sama tetapi ada juga yang berbeda, berikut akan di jelaskan dengan detail.

Pengertian SIstem Ekonomi

Sistem ekonomi yaitu konsep yang tergabung dari cara atau aturan yang menjadi sebuah kesatuan dan   diterapkan untuk bisa mencapai tujuan dalam bidang ekonomi. Sebuah sistem dapat dianalogikan sebagai lingkaran-lingkaran lecil yang berhubungan satu sama lain dan lingkaran-lingkaran tersebut merupakan sub sistem.

Sub sistem tersebut saling berinteraksi secara tidak langsung dan membentuk sebuah kesatuan yang besar dan digerakkan oleh aturan-aturan yang berlaku.

Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi memiliki fungsi-fungsinya seperti berikut ini.

  1. Sistem ekonomi merupakan suatu penggerak dalam melakukan kegiatan produksi.
  2. Sistem ekonomi mengajarkan suatu cara dalam mengorganisir kegiatan individu.
  3. Sistem ekonomi menciptajan suatu mekanisme supaya distribusi barang dan jasa dapat berjalan dengan semestinya.

Berdasarkan tiga fungsi utama sistem ekonomi, maka sistem ekonomi bisa dibedakan ke dalam 4 macam, yaitu :

  1. Sistem Ekonomi Pasar (Bebas/ Liberal)
  2. Sistem Ekonomi Tradisional
  3. Sistem Ekonomi Terpusat (Komando)
  4. Sistem Ekonomi Campuran

Pada kesempatan kali ini sistem ekonomi yang akan dijelaskan yaitu sistem ekonomi pasar (bebas/ liberal). Sistem ekonomi pasar dipengaruhi oleh kekuatan pasar yaitu penawaran dan permintaan. Sistem ekonomi pasar mengakui kebebasan individu untuk menjalankan aktivitas perekonomian yang artinya masing-masing orang diakui eksistensinya dan dapat bersaing dengan bebas.

Baca Juga:  √ 21 Pengertian Kompensasi Menurut Para Ahli (Lengkap Dan Detail)

Individu pelaku ekonomi didorong agar melakukan kegiatan ekonomi sebaik-baiknya sehingga mampu mendapatkan keuntungan yang maksimal. Sistem ekonomi ini memungkinkan terpenuhinya hal  setiap orang.

Pengertian Sistem Ekonomi Pasar

Sistem ekonomi pasar yaitu sebuah sistem ekonomi yang ada di dunia yang keseluruhan aktivitas ekonominya (produksi, distribusi dan konsumsi) seutuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi pasar sejalan dengan teori Adam Smith.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pasar

Adam Smith dalam karyanya dengan judul “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” memberikan ciri-ciri yang dimiliki oleh sistem ekonomi pasar, yaitu :

  1. Mendapatkan pengakuan merupakan hak setiap individu, artinya setiap orang memiliki kebebasan dalam mempunyai barang termasuk barang-barang yang dijadikan sebagai modal serta bebas dalam menggunakan barang dan jasa miliknya.
  2. Manusia yang mejalankan sistem ekonomi pasar disebut dengan “homo economicus”.
  3. Sistem ekonomi pasar menganut sistem persaingan bebas.
  4. Ada kedaulatan konsumen serta kebebasan konsumsi.
  5. Kepentingan individu merupakan pusat motif memperoleh keuntungan.
  6. Adanya peran pemerintah yang terbatas dalam sistem ekonomi pasar liberal.
  7. Kegiatan yang dijalankan dalam sistem ekonomi pasar tak lain guna mendapatkan keuntungan.
  8. Persaingan dilakukan dengan bebas.
  9. Kegiatan ekonomi seluruhnya dijalankan pihak swasta (masyarakat).
  10. Modal memiliki peranan yang amat penting dalam proses sistem ekonomi pasar.

Kelebihan Sistem Ekonomi pasar

Sistem ekonomi pasar memiliki beberapa kelebihan, seperti :

  1. Memicu tumbuhnya inisiatif dan kreativitas masyarakat dalam mengatur aktivitas ekonomi.
  2. Individu dibebaskan untuk mempunyai sumber-sumber produksi.
  3. Persaingan yang ketat muncul dari sistem ekonomi ini dan memacu pelaku ekonomi untuk menghasilkan barang dan jasa dengan kualiltas produk yang tinggi.
  4. Motif tindakan ekonomi sistem ini yaitu mendapatkan laba sebesar-besarnya sehingga menerapkan nilai efektif dan efisien dalam setiap tindakan.
  5. Individu bebas dalam menentukan perekonomiannya sendiri.
  6. Aktivitas ekonomi menjadi lebih cepat maju.
  7. Kegiatan produksi disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
Baca Juga:  √ Pengertian Waralaba, Jenis, Tipe, Kelebihan & Kekurangannya
Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan, Kelemahan dan Penerapannya
Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan, Kelemahan dan Penerapannya

Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar

Di balik segala kelebihannya, sistem ekonomi pasar juga memiliki kekurangan, antara lain :

  1. Terjadinya eksploitasi terhadap orang lain.
  2. Timbulnya monopoli perdagangan.
  3. Terjadinya kesenjangan pendapatan.
  4. Rentan akan terjadinya krisis ekonomi.

Penerapan Sistem Ekonomi Pasar

Berikut penerapan sistemnya yang terjadi di beberapa Negara:

Paham Liberalisme di Amerika

Amerika Serikat mengenall paham liberal sebagai liberlisme modern atau liberalisme baru. Saat ini, politisi-politisi Amerika Serikat mengakui bahwa liberalisme klasik mempunyai hubungan dengan kebebasan perorangan yang sifatnya luas. Namu, para politisi tersebut menolak ekonomi liberalisme klasik atau laissez faire yang mengarah kepada pemerintahan intervensionisme yang merupakan penggabungan persamaan ekonomi dan sosial.

Hak tersebut disepakati dalam abad 20 pada dekade pertama dengan tujuan mencapai keberhasilan sebuah hegemoni para politisi di dalam negeri. Namun, terjadi kemerosotan keberhasilan sampai menghilang pada 1970-an. Di masa itu telah diterapkan konsensus liberal yang sedang menghadapi death blow dengan runtuhnya pemerintahan Bretton Woods System sebagai akibat terpilihnya Presiden Ronald Reagan tahun 1980 yang membuat paham liberal menjadi sebuah arus yang kuat dalam politik Amerika Serikat di masa itu.

Kebangkitan liberalisme di Amerika Serikat dimulai pada awal abad 20 yang menjadi sebuah alternatif politik nyata dan merupakan interaksi internasional yang dominan di masanya. F. D. Roosevelt beraliran liberal self-proclaimed membangun institusi kolaboratif dengan dukungan dari orang-orang Amerika dan berjanji mengentaskan Amerika dari tekanan yang ada.

Roosevelt membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai antisipasi terhadap akhir Perang Dunia II sekaligus menjadi sebuah alat dalam menghadirkan harapan adanya kerjasama timbal balik dibandingkan membuat ancaman dan menggunakan kekuatan untuk berperang dalam memecahkan masalah politis internasional.

Baca Juga:  √ Pengertian Revolusi Industri, Proses, Latar Belakang & Dampak

Roosevelt pun memasukkan orang-orang Afrika yang berdiam di Amerika ke militer Amerika dan membentuk badan pendukungan hak-hak wanita sebagai suatu pengasan akan kebebasan individu yang kemudian diteruskan oleh Presiden Kennedy dengan membangun Patung Liberty pada 1964 yang menyimbolkan kebebasan hidup individu.

Paham liberal di Amerika menekankan pada kerjasama dan kolaborasi timbal balik serta usaha perorangan, bukan dengan menciptakan ancaman dan pemaksaan sebagaimana dianut Presiden Bush. Liberalisme Amerika bisa berupa perlindungan terhadap yang lemah dari agresi yang kuat, institusi dan prosedur politik yang mendukung kebebasan ekonomi dan bebas dari norma sosial yang sifatnya membatasi. Sejak Perang Dunia II, paham liberal klasik digantikan dengan liberalisme modern.

Paham Liberal di Eropa

Eropa membuat sebuah paham sebagai aksi dan reaksi penentangan komunisme yang mempunyai terminologi politik. Namun, tidak bisa memilih Amerika dengan paham liberalnya sebab Eropa pada masa itu belum mengerti betul liberalisme Amerika.

Namun, beberapa tahun berikutnya Eropa baru memahaminya. Pemahaman tersebut membuat Eropa menyadari adanya kebeasan individu yang pada akhirnya mampu meperbaiki kondisi ekonomi mereka. Liberalisme di Eropa memiliki sebuah tradisi yang kuat. Kaum liberal di Eropa umumnya menyebut diri mereka sebagai democratic radical centrists.

Sekian penjelasan materi Pengertian Ekonomi Pasar, Ciri, Kelebihan dan Penerapannya, semoga artikel tersebut berguna dalam menambah pengetahuan para pembaca. Terima kasih 🙂