√ 15 Tujuan ASEAN dan Negara-Negara yang Menjadi Anggota ASEAN

Posted on

15 Tujuan ASEAN dan Negara-Negara yang Menjadi Anggota ASEANAssociation of Southeast Nations atau ASEAN atau juga Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (PERBARA) adalah sebuah organisasi lintas geografis, politik dan ekonomi dari negara-negara yang berada di wilayah Asia Tenggara.

ASEAN dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia dan Singapura berdasarkan Deklarasi Bangkok.

15 Tujuan ASEAN dan Negara-Negara yang Menjadi Anggota ASEAN

Pernah terjadi era dingin di Asia Tenggara yang merupakan ajang persaingan kepentingan kekuatan super power. Hal itu terjadi lantaran Asia Tenggara dianggap strategis secara ekonomi dan geopolitik. Di masa itu, terjadi pertempuran antara Vietnam Selatan yang didukung oleh Amerika Serikat dan Vietnam Utara yang didukung oleh Uni Soviet.

Perang yang terjadi itu menjadi bukti bahwa persaingan dua ideologi berbeda telah melibatkan negara-negara di Asia Tenggara sebaga basis kekuatan militernya. Pangkalan militer Uni Soviet berada di Filipina dan pangkalan militer Amerika Serikat ada di Vietnam.

Ada pula konflik militer yang melibatkan Kamboja, Laos dan Vietnam di dalamnya. Selain itu, pernah terjadi konflik bilateral di Asia Tenggara antara Indonesia dan Malaysia serta Kamboja dan Vietnam. Kondisi diperburuk dengan adanya konflik inetrnal yang ada di antara Indonesia, Vietnam dan Thailand.

Persoalan tersebut membuat kestabilan pertahanan di Asia Tenggara tidak kondusif. Persoalan kestabilan itu mendorong pemimpin-pemimpin negara di Asia Tenggara tergerak untuk mewujudkan suasana damai dan aman.

15 Tujuan ASEAN dan Negara-Negara yang Menjadi Anggota ASEAN
15 Tujuan ASEAN dan Negara-Negara yang Menjadi Anggota ASEAN

Hal itu ditempuh melalui cara meredam sikap saling mencurigai antara negara di Asia Tenggara guna mendorong usaha pembangunan bersama. Melalui kerja sama antaranegara, maka didirikan organisasi-organisasi di Asia Tenggara antara lain South East Asia Treaty Organization (SEATO) pada 1954, Associaton of South East Asia (ASA) pada 1961 dan Malaysia-Philipine-Indonesia (Maphilindo) pada 1963.

Baca Juga:  √ Sejarah ASEAN, Prinsip dan Struktur Organisasi ASEAN Lengkap

Tetapi, organisasi-organisasi itu tidak bertahan lama sebab sengketa internasional negara-negara anggota. Dalam usaha mengatasi hal itu, didirikan lagi organisasi untuk negara Asia Tenggara yakni ASEAN oleh Indonesia yang diwakili oleh Adam Malik, Filipina yang diwakili oleh narsisco Ramos, Malaysia dengan perwakilan Tun Abdul Razak, Thailand dengan perwakilan Thanat Khoman dan Singapura dengan perwakilan S. Rajaratnam pada 8 Agustus 1967 di Bangkok menurut Deklarasi Bangkok yang isinya antara lain :

  • Akselerasi pertumbuhan ekonomi, perkembangan kebusayaan dan kemajuan sosial di wilayah Asia Tenggara.
  • Menjaga stabilitas dan perdamaian regional.
  • Meningkatkan kerja sama serta saling membantu bagi kepentingan bersama dalam bidang sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, teknik dan administrasi.
  • Menjaga kerja sama yang erat di tengah organisasi regional dan internasional
  • Meningkatkan kerja sama dalam memajukan latihan, pendidikan dan penelitian di Asia Tenggara.

Tujuan ASEAN

Di dalam Piagam ASEAN (ASEAN Charter) yang sudah disetujui pada 2007 tercantum tujuan dari pembentukan ASEAN, di antaranya :

  1. Menjaga dan meningkatkan keamana, perdamaian derta kestabilan dan lebih menguatkan nilai-nilai berorientasi pada perdamaian di kawasan regional.
  2. Meningkatkan ketahanan wilayah dengan memajukan kerja sama keamanan, politik, sosial budaya, ekonomi yang lebih luas.
  3. Mempertahankan Asia Tenggara sebagai wilayah bebas senjata nuklir serta terbebas dari segala jenis senjata pemusnah massal lain.
  4. Menjamin masyarakat ASEAN untuk hidup dalam damai dan dunia secara keseluruhan dalam lingkungan yang demokratis, adil dan harmonis.
  5. Mewujudkan pasar tunggal serta basis produksi yang makmur, stabil, terintegrasi dan sangat kompetitif secara ekonomi dengan fasilitas yang efektif bagi investasi dan perdagangan yang di dalamnya ada arus lalu lintas barang, jasa dan investasi yang bebas, pergerakan pelaku usaha yang difasilitasi, pekerja profesional, arus modal yang lebih bebas dan pekerja berbakat dan buruh.
  6. Mengurangi angka kemiskinan dan mempersempit kesenjangan pembangunan di Asia tenggara melalui bantuan serta kerja sama timbal balik.
  7. Memperkuat demokrasi, meningkatkan tata pemerintahan yang baik juga aturan hukum serta memajukan dan melindungi hak asasi manusia serta kewajiban negara-negara ASEAN.
  8. Secara efektif menanggapi dan sesuai dengan prinsip keamanan menyeluruh semua bentuk ancaman, tantangan lintas batas dan kejahatan lintas negara.
  9. Memajukan oembangunan berkesinambungan dalam menjamin perlindungan lingkungan hidup di Asia Tenggara, sumber daya alam yang berkesinambungan, pelestarian warisan budaya serta kehidupan masyarakat yang bermutu tinggi.
  10. Mengembangkan sumber daya manusia melalui kerja sama yang erat dalam bidang pembelajaran dan pendidikan seumur hidup dan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi guna memberdayakan masyarakat ASEAN juga penguatan komunitas ASEAN.
  11. Meningkatkan kesejahteraan serta penghidupan layak untuk masyarakat ASEAN dengan menyediakan akses setara pada kesempatan pembangunan sumbr daya manusia, keadilan, kesejahteraan dan sosial.
  12. Menguatkan kerja sama dalam pembangunan lingkungan yang terjamin dan aman dari obat-obatan terlarang dan narkotika untuk masyarakat ASEAN.
  13. Memajukan ASEAN yang berorientasi pada seluruh lapisan masyarakat yang didorong untuk ikut serta dalam serta mendapat manfaat dari proses integrasi serta pembangunan komunitas ASEAN.
  14. Memajukan identitas ASEAN melalui peningkatan kesadaran yang lebih tinggi serta keberagaman budaya dan warisan Asia Tenggara.
  15. Menjaga sentralisasi dan peran proaktif ASEAN sebagai kekuatan yang menggerakkan hubungan dan kerja sama dengan mitra-mitra eksternal di lingkungan yang terbuka, inklusi dan transparan.
Baca Juga:  √ 23 Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli (Bahasan Lengkap)

Negara Anggota ASEAN

Ada 10 negara anggota ASEAN yaitu :

  1. Indonesia, salah satu negara pendiri ASEAN bergabung sejak 8 Agustus 1967.
  2. Malaysia, salah satu negara pendiri ASEAN bergabung sejak 8 Agustus 1967.
  3. Singapura, salah satu negara pendiri ASEAN bergabung sejak 8 Agustus 1967.
  4. Thailand, salah satu negara pendiri ASEAN bergabung sejak 8 Agustus 1967.
  5. Filipina, salah satu negara pendiri ASEAN bergabung sejak 8 Agustus 1967..
  6. Brunei Darussalam menjadi anggota sejak 8 Januari 1984.
  7. Vetnam menjadi anggota sejak 28 Juli 1995.
  8. Laos menjadi anggota sejak 23 Juli 1997.
  9. Myanmar menjadi anggota sejak 23 Juli 1997.
  10. Kamboja menjadi anggota sejak 30 April 1999.

Ada negara-negara lain yang juga turut menjadi bagian dari ASEAN meskipun tidak semuanya berada di wilayah Asia Tenggara. Negara-negara tersebut memutuskan bergabung menimbang kepentingan politik, ekonomis dan georafis, dan di antaranya yaitu Papua Nugini, Timor Leste, Bangldesh, Palau dan Taiwan.

Itulah penjelasan materi 15 Tujuan ASEAN dan Negara-Negara yang Menjadi Anggota ASEAN. Semoga penjelasan di atas bisa dimengerti dengan mudah oleh para pembaca. Terima kasih 🙂