√ Pengertian Aurora, Proses, Jenis, Akibat dan Fakta Uniknya

Posted on

Pengertian Aurora, Proses, Jenis, Akibat dan Fakta Uniknya – Auora berada di belahan bumi bagian utara yang terbentang di sepanjang pantai utara Siberia, Skandinavia, Islandia hingga ujung utara Kanada, Greenland dan Alaska.

Pengertian Aurora, Proses, Jenis, Akibat dan Fakta Uniknya

Wilayah keberadaan aurora di belahan bumi bagian selatan paling banyak di kawasan Samudera Selatan atau Antartika.

Pengertian Aurora

Aurora adalah pancaran sinar atau cahaya yang menyala dengan terang pada lapisan ionosfer sebuah planet sebagai hasil dari interaksi antara medan magnetik sebuah planet dengan partikel-partikel bermuatan yang dipancarkan matahari (angin matahari).

Proses Terjadinya Aurora

Aurora terjadi mulai dari dipancarkannya partikel-partikel bermuatan energi tinggi yang berasal dari matahari (angin matahari atau solar wind) dengan kecepatan sekitar 300.000 hingga 1.000.000 m/s dan kerapatan 0,1 sampai 30 cm2. Angin matahari tidak menyetuh permukaan bumi secara langsung sebab adanya medan magnetik yang dimiliki bumi.

Di samping itu, atmosfer bumi dengan kerapatan hingga 1.019 partikel/cm3 menyebabkan makin kecilnya peluang partikel angin matahri sampai ke permukaan bumi. Tetapi, ada pula partikel-partikel angin matahari yang akhirnya sampai ke permukaan bumi dan berbenturan dengan molekul-molekul udara. Benturan yang terjadi menimbulkan aurora berupa sinar yang terang. Sinar tersebut terjadi sebab molekul-molekul udara menghisap energi partikel dan memancarkannya kembali dalam bentuk cahaya.

Baca Juga:  √ Pengertian Gempa Bumi, Akibat, Dampak dan Jenis-Jenisnya

Aurora yang ada di kutub utara dinamakan aurora borealis dan aurora di kutub selatan dinamakan aurora australis. Aurora yang ada di kutub terjadi karena kutub magnet bumi berdekatan dengan kutub geografis. Kutub utara magnet bumi berdekatan dengan bumi sehingga partikel bermuatan yang masuk ke atmosfer akan bergerak di lintasan spiral mengarah ke kutub-kutub magnet bumi.

Warna-warna yang dihasilkan aurora berasa dari tabrakan partikel dan molekul atau atom yang berbeda, misalnya warna hijau aurora berasal dari molekul nitrogen yang bertabrakan dengan partikel elektron. Warna merah aurora terjadi sebab tabrakan atom oksigen dan partikel elektron.

Jenis-Jenis Aurora

Aurora dibagi menjadi 2 jenis yaitu aurora borealis dan aurora australis.

Aurora Borealis

Aurora borealis terjadi di bumi bagian utara. Aurora ini diberi nama berdasarkan nama Dewi Fajar Roma (Aurora) dan angin utara dalam bahasa Yunani (boreas). Hal ini dikarenakan aurora di Eropa sering tampak kemerahan di kutub utara seolah matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora borealis bisa dilihat sekitar bulan September dan Oktober serta Maret dan April. Aurora Borealis juga disa ditemukan di wilayah antartika di negara utara Kanada, Rusia, Alaska dan Skandinavia.

Aurora Australis

Aurora Australis ada di bumi bagian selatan yang sifat-sifatnya serupa dengan aurora borealis. Aurora ini dinamakan demikian sebab berdekatan dengan negara Australi. Terkadang aurora ini ada di puncak gunung di kawasan tropis. Aurora australis pernah ada di gunung tertinggi di Indonesia.

Akibat Aurora

Dibalik keindahan aurora yang begitu menakjubkan dan menyihir siapa pun yang menyaksikannya, ternyata ada beberapa akibat yang ditimbulkan dari adanya aurora, seperti berikut ini.

Plasma Panas

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Dr. Robert dari University of Southhampton diketahui bahwa plasma lobus aurora theta bersuhu panas yang diduga disebabkan oleh kumpulan plasma panas di wilayah lobus lintang tinggi.

Warna-Warna di Langit Malam

Adanya perbedaan benturan partikel dengan jenis lapisan atmosfer bumi menghasilkan perbedaan warna aurora. Apabila angin matahari berbentuk eletkron berbenturan dengan nitrogen, maka muncul warna hijau. Jika elektron berbenturan dengan oksigen, maka muncul warna merah atau biru.

Baca Juga:  √ 5 Teori Terbentuknya Bumi Menurut Para Ahli dan Prosesnya
Pengertian Aurora, Proses Terjadinya, Jenis, Akibat dan Fakta Unik
Pengertian Aurora, Proses Terjadinya, Jenis, Akibat dan Fakta Unik

Mitos Pertanda Firasat

Beberapa kalangan percaya bahwaa aurora merupakan pertanda terhadap firasat tertentu. Misalnya, bangsa Inuit yang percaya bahwa aurora adalah jelmaan roh-roh yang sedang bermain di langit sehingga mereka melarang anak-anak bermain di malam hari.

Jaringan Telekomunikasi Terganggu

Perangkat elektronik berbasis frekuensi, misalnya televisi dan radio, akan terganggu dengan aurora. Suatu gelombang semisal gelombang radio dipancarkan hingga titik tertentu di lapisan atmosfer. Gelombang yangn dipancarkan itu adalah salah satu spektrum elektromagnetik.

Gelombang yang paling panjang akan emncapai lapisan atmosfer dan dipantulkan kembali. Aurora sendiri adalah benturan proton dan atmosfer bumi sehingga ada titik-titik atmosfer yang terganggu. Gangguan tersebut akan melubangi atmosfer sehingga gelombang elektromagnetik akan diteruskan ke luar angkasa dan mengakibatkan sinyal di perangkat elektronik hilang.

Arus Listrik Terganggu

Aurora adalah proses badai matahari yang bertabrakan dengan atmosfer bumi dan menyebabkan gangguan pada arus listrik.

Merusak Satelit

Angin matahari membawa lapisan elektronik yang juga berbenturan dengan benda-benda di seputaran bumi, misalnya satelit.

GPS Teganggu

Frekuensi yang juga bisa terganggu oleh aurora yaitu sistem GPS, misalnya sistem GPS miliki WAAS (perusahaan Amerika Serikat) yang mengalami gangguan sekitar 30 jam.

Fakta Unik Aurora

Fakta-fakta unik seputar aurora yang wajib kalian ketahui, antara lain :

Perbedaan Ion Menghasilkan Perbedaan Warna

Atom nitrogen dan oksigen mendominasi kandungan udara. Oksigen adalah komponen yanglebih besar di ketinggian aurora kurang lebih 6 sampai 600 mil. Dari benturan, udara mendapat energi dan melepaskan energi saat mulai tenang.

Tampak dari Luar Angkasa

Saat terjadi badai matahari yang amat intens, waktu yang paling penting adalah tingkat radiasi tinggi dan membuat astronot harus berpindah ke stasiun yang lebih aman. Badai matahari intens mampu memperkecil jumlah radiasi di dekat stasiun ruang angkasa sebab partikel bermuatan berinteraksi dengan medan magnet bumi. Selama itu, astronot bisa melihat fenomena aurora yang indah.

Baca Juga:  √ Pengertian SIG, Jenis Data, Lingkup, Aplikasi & Cara Kerja

Aurora Planet Lain

Aurora yang ada di Planet Saturnus dan Jupiter lebih kuat dan besar dibandingkan bumi sebab medan magnet planet tersebut lebih intens berkali-kali lipat. Aurora di Uranus lebih aneh sebab medan magnet berorientasi secara vertikal tetapi planet berotasi pada sisinya.

Cahaya Aurora Berpindah ke Selatan

Pada beberapa kesempatan, aurora tampak lebih jauh dari kutun daripada biasanya. Ketika aktivitas matahari tinggi, Oklahoma dan Atlanta menjadi batas selatan aurora yang pernah terjadi di Oktober 2011.

Penanda Firasat

Bangsa Aborigin Australia dan Maori berpikr bahwa aurora dalah kebakaran di dunia roh. Kemudian, bangsa Viking berpandangan bahwa aurora mungkin kebakaran keliling di ujung dunia dan bayangan matahari saat melintasi sisi lain bumi.

Api Dingin

Aurora tampak seperti api namun tak terasa seperti api walaupun suhu di atmosfer bisa mencapai ribuan derajat Fahrenheit. Aurora di ketinggian 96 km atau 60 mil ke atas kepadatan udaranya sangat rendah.

Kamera Menangkap Aurora Lebih Baik

Aurora cenderung redup dan cahaya merah umumnya ada di batas retina mata manusia bisa menangkapnya. Kamera dengan pengaturan long exposure saat langir bear-benar gelap bisa menangkap gambar yang menakjubkan.

Aurora Tidak Bisa Diprediksi

Lontaran Massa Korona atau Coronal Mass Ejection (CME) yaitu partikel bermuatan yang dikeluarkan matahari yang membentk gumpalan besar. CME mmepunyai medan magnetnya sendiri sehingga hampir tidak mungkin memprediksi arah medan lontaran hingga terjadinya benturan. Bentukan menghasilkan badai magnetik yang hebat dan aurora yang indah atau bisa jadi gagal.

Demikian penjelasan materi Pengertian Aurora, Proses, Jenis, Akibat dan Fakta Uniknya. Terima kasih sudah membaca artikel kami. 🙂