√ Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Karakteristik, Tujuan & Contoh

Posted on

Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Karakteristik, Tujuan & Contoh – Kegiatan perekonomian yang ada di dalam sebuah negara pasti berada di bawah pengawasan dan pengendalian negara tersbut.

Negara sudah semestinya memikirkan cara agar perekonomian di dalamnya bisa merata dan menjadikan kehidupan masyarakatnya lebih baik. Berangkat dari hal tersebut, maka ada sebuah sistem ekonomi yang disebut dengan ekonomi kerakyatan.

Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Karakteristik, Tujuan & Contoh

Sistem ekonomi kerakyatan bisa memberikan keuntungan-keuntungan bagi rakyatnya jika dilihat dari tujuan sistem itu sendiri.

Pengertian Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi kerakyatan adalah sebuah sistem perekonomian yang didirikan dengan sumber ekonomi rakyat. Sistem ekonomi kerakyatan adalah sebuah kegiatan perekonomian yang bisa memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi sehingga sistem tersebut bisa terwujud dan berkembang dengan lebih baik.

Karakteristik Ekonomi Kerakyatan

Sistem ekonomi kerayatan memiliki karakteristik seperti di bawah ini :

  1. Negara mengelola kebutuhan hidup masyarakat banyak, seperti bahan bakar minyak, listrik dan air.
  2. Negara mempunyai peranan yang sangat penting dalam sistem ini tetapi tidak mendominasi. Pihak swasta bisa juga memegang peranan dalam kegiatan ekonomi namun tidak pula mendominasi sehingga tidak membuka kemungkinan terjadinya sistem ekonomi komando ataupun liberal.
  3. Dalam sistem ekonomi ini, masyarakat adalah salah satu unsur yang sangat penting sebab aktivitas produksi dijalankan, diawasi dan dipimpin oleh masyarakat.
  4. Modal dan buruh tidak mendominasi perekonomian ini dan menyebabkan asas kekeluargaan menjadi landasan sistem ekonomi ini.
Baca Juga:  √ Pengertian Revolusi Industri, Proses, Latar Belakang & Dampak

Tujuan Ekonomi Kerakyatan

Sistem perekonomian kerakyatan memiliki tujuan :

  1. Membangun negara yang mempunyai dedikasi terhadap ekonomi yang berdaulat secara politik serta memiliki kepribadian yang berbudaya.
  2. Bisa mendorong pemerataan pendapatan masyarakat.
  3. Bisa mendorong terjadi perumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
  4. Bisa meningkatkan perekonomian nasional yang efisien.

Contoh Program Ekonomi Kerakyatan di Indonesia

Berikut ini ada beberapa contoh program ekonomi yangn menjadi program perekonomian di Indonesia.

Koperasi

Koperasi memiliki payung hukum Undang-Undang Dasar Nomor 33 Ayat 1 dengan landasan asa kekeluargaan. Koperasi yaitu suatu badan hukum yang dibentuk oleh perseorangan maupun badan hukum dimana terjadi pemisahan kekayaan anggota-anggotanya untuk dijadikan modal usaha yang memenuhi kebutuhan dan aspirasi bersama dalam bidang sosial, budaya dan ekonomi yang sejalan dengan prinsip dan nilai-nilai koperasi.

Koperasi adalah salah satu contoh ekonomi kerakyatan di Indonesia. Namun, sayanganya kehadiran koperasi tidak umum ditemui saat ini. Sekitar 10 tahun yang lalu, koperasi masih banyak ditemui terutama di desa-desa atau yang lebih dikenal dengan nama Koperasi Unit Desa (KUD). Koperasi Unit Desa ini menyediakan beragam jenis kebutuhan rumah tangga hingga kebutuhan tanam petani-petani di desa.

Harga-harga kebutuhan yang distawarkan oleh KUD mempunyai selisih dengan harga-harga kebutuhan di pasaran. KUD juga menjadi tempat untuk para petani menjual hasil pertanian berikut olahannya ke luar daerah dengan mengadakan kerjasama dengan koperasi-koperasi di daerah lainnya.

Kehadiran KUD jelas memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh para petani. KUD dapat menghindarkan para petani dari para tengkulak yang sering mempermainkan harga. Salah satu upaya dalam menumbuhkan semangat ekonomi kerakyatan di desa-desa yaitu dengan menghidupkan kembali koperasi. Tidak bisa dipungkiri bahwa desa adalah bagian penting yang menjadi unsur dalam pembangunan ekonomi sebab hasil-hasil pertanian seperti yang kita nikmati saat ini berasal dari desa-desa.

Baca Juga:  √ Pengertian Indeks Harga, Kegunaan, Ciri, Jenis dan Peranan

Menghidupkan kembali koperasi yang dasar ekonomi kerakyatan berimbas terhadap meningkatnya kesejahteraan petani-petani sesuai dengan program yang selalu digalakkan pemerintah setiap tahunnya sebagai langkah dalam mengatasi kelesuan ekonomi, penurunan ekonomi dan pelemahan ekonomi.

Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM)

Contoh program ekonomi kerakyatan lainnya yang ada di Indonesia yaitu Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). Keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional menyebabkan UMKM khususnya bidang kerjainan tangan menjadil salah satu komoditas unggulan Indonesia. Pasar Eropa rata tertarik dengan produk-produk UMKM Indonesia.

Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Karakteristik, Tujuan dan Contohnya
Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Karakteristik, Tujuan dan Contohnya

Hal ini tentu menjadi waktu yang tepat untuk menumbuhkan semangat pasar ekonomi Indonesia. Salah satu hal yang dibutuhkan dalam UMKM yaitu kreativitas yang menjadi nilai jual yang sangat berharga. Karya seni yang dibuat dengan tangan yang memiliki model yang eksklusif memiliki harga yang sangat tinggi.

Bidang UMKM yang juga menjadi unggulan yaitu pengolahan makanan. Banyak usaha yang mulai dari industri rumahan dengan mengeluarkan modal yang kecil lalu berkembang menjadi UMKM dengan niai omset mencapai ratusan juta setiap bulannya. UMKM memberikan kesempatan kepada masyarakat ikut ambil bagian dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah pun cukup aktif dalam menggerakkan dan mengeluarkan kebijakan untuk mengembangkan UMKM.

Salah satu contoh upaya yang dilakukan pemerintah yaitu memberikan modal tambahan dalam bentuk kredit dengan tingkat suku bunga yang jauh lebih rendah daripada bank konvensional. Dengan demikian para pelaku usaha UMKM akan semakin mempunyai peluang dalam memajukan usahanya. Hal tersebut akan membaut perekonomian negara semakin kuat. UMKM saat ini menjadi salah satu penopang perekonomian di Indonesia.

Pasar Tradisional

Pasar tradisional adalah suatu tempat di mana terjadi kegiatan jual beli suatu barang. Pasar tradisional memiliki ciri khas yang tidak bisa digantikan oleh pasar modern yaitu sistem tawar menawar yang menyebabkan adanya interaksi antara penjual dan pembeli. Di tengah banyaknya pasar swalayan dan pusat perbelanjaan modern saat ini, pasar tradisional sebagai salah satu contoh ekonomi kerakyatan masih bisa mempertahankan eksistensinya.

Baca Juga:  √ Pengertian Kartu Kredit, Fungsi, Jenis, Sistem, Keuntungan dan Kerugian Kartu Kredit

Masyarakat desa maupun kota masih menjadikan pasar tradisional sebagai pilihan utama dalam memperoleh kebutuhannya tentu dengan harga yang lebih murah serta mutu produk yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Sekian penjelasan materi Pengertian Ekonomi Kerakyatan, Karakteristik, Tujuan & Contoh, semoga materi tersebut bisa menambah pengetahuan para pembaca. Terima kasih sudah membaca artikel kami. 🙂