√ Pengertian Litosfer, Fungsi, Manfaat, Struktur dan Jenisnya

Posted on

Pengertian Litosfer, Fungsi, Manfaat, Struktur dan Jenisnya – Manusia, tumbuhan dan hewan hidup di atas permukaan bumi. Bumi yang kita huni memiliki banyak sekali lapisan yang menyusunnya.

Pengertian Litosfer, Fungsi, Manfaat, Struktur dan Jenisnya

Pernahkah kita terpikir apa saja yang unsur-unsur yang menyusun lapisan permukaan bumi tempat kita tinggal? Berikut ini penjelasan lengkapnya..

Pengertian Litosfer

Litosfer atau kerak bumi memiliki asal kata dari bahasa Yunani yaitu kata “lithos” yang berarti berbatu dan kata “sphere” yang berarti lapisan, sehingga litosfer bisa diartikan sebagai lapisan bumi paling luar atau kulit bumi atau kerak bumi. Lapisan bumi umumnya tersusun sesuai dengan muka bumi yang terdiri dari banyak mineral dan batuan.

Istilah yang umum digunakan untuk menyebut litosfer adalah permukaan bumi. Litosfer memiliki dua bagian utama yaitu litosfer atas atau yang sering disebut dengan permukaan daratan yang menyusun  sekitar 35% atau sepertiga bagian litosfer. Lapisan ke dua yaitu litosfer bawah atau yang umum dikenal sebagai dasar lautan yang menyusun sekitar 65% atau dua per tiga lapisan litosfer.

Fungsi dan Manfaat Litosfer

Segala hal yang tercipat di dunia ini memiliki fungsi dan manfaatnya masing-masing bagi kelangsungan kehidupan alam semesta begitu pula dengan adanya lapisan kerak bumi. Berikut ini fungsi dan manfaat lapisan kerak bumi :

  1. Litosfer merupakan tempat para makhluk hidup melangsungkan kehidupannya.
  2. Batuan-batuan yang menyusun litosfer bisa dimanfaatkan dalam banyak bidang terutama dalam bidang industri.
  3. Batuan penyusun litosfer juga bisa dimanfaatkan menjadi sumber energi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya.
  4. Mineral-mineral penyusun litosfer bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, misalnya peralatan rumah tangga, bahan-bahan bangunan, perhiasan, industri elektronik dan masih banyak lagi.
Baca Juga:  √ Pengertian Hutan Suaka Alam, Manfaat, Fungsi, Ciri & Contoh

Komposisi atau Struktur Litosfer

Ada lebih dari 2000 mineral yang menyusun lapisan kerak bumi, tetapi hanya sedikit kandungan mineral yang terdapat dalam batuan. Mineral-mineral penyusun lapisan bumi, antara lain :

  1. Feldspar Piroksen Dolomit
  2. Kuarsa (SiO2) Kalsit
  3. Mika Cokelat atau Biotit Bijih Besi Hematit
  4. Mika Putih Olivin
  5. Klorit Limonit
  6. Amphibol Magnetik

Banyaknya mineral dan batuan yang menyusun lapisan kerak bumi, maka ada dua jenis lapisan litosfer, yaitu lapisan sial dan lapisan sima.

Lapisan Sial

Lapisan sial merupakan lapisan permukaan bumi yang komponen penyusunanya terdiri dari logam silisium sert (SiO2) dan alumunium (Al2O3). Lapisan sial memiliki ketebalan kurang lebih 35 km. Lapisan ini juga disebut dengan lapisan kerak padat.

Lapisan Sima

Lapisan sima merupakan lapisan permukaan bumi yang komponen penyusunanya terdiri dari logam silisium (SiO2) dan logam magnesium (MgO). Lapisan sima memiliki berat jenis yang lebih besar dibandingkan dengan lapisan sial serta bersifat elastis. Lapisan sima mempunyai ketebalan rata-rata 65 km.

Pengertian Litosfer, Fungsi, Manfaat, Struktur, Penyusun dan Jenisnya
Pengertian Litosfer, Fungsi, Manfaat, Struktur, Penyusun dan Jenisnya

Macam-Macam Batuan Penyusun Litosfer

Batuan adalah kumpulan mineral-mineral yang telah mengalami pembekuan. Batuan yang terususn dari mernal tersebut juga merupakan unsur kulit bumi yang mengandung mineral-mineral anorganik yang telah melalui proses pelapukan dan menghasilkan tanah. Batuan-batuan tersebut memiliki komposisi mineral, umur dan sifat-sifat fisik yang beragam. Lapisan litosfer terdiri dari 3 macam batuan utama yang terbentuk dari bahan dasar lava yang membeku. Batuan-batuan utama penyusun lapisan litosfer, yaitu :

Batuan Beku

Batuan beku yaitu batuan yang pembentukannya terjadi sebagai akobat adanya pembentukan lava dan magma yang mengalami pembekuan. Magma adalah batuan yang cair dan sangat panas yang terdapat di dalam perut bumi. Sedangkan, lava yaitu magma yang mencapai permukaan bumi. Batuan beku bisa dibedakan menjadi beberapa jenis, misalnya :

  1. Batu obsidian
  2. Batu apung
  3. Batu diorit
  4. Batu basalt
  5. Batu gabro
  6. Batu andesit
Baca Juga:  √ Pengertian Arus Laut, Jenis, Faktor Penyebab dan Manfaatnya

Batuan Sedimen

Batuan sedimen dapat terbentuk sebab adanya hasil pelapukan serta pengikisan batuan yang terbawa hanyut oleh air atau angin yang kemudian mengendap. Endapan tersebut kemudian mengeras sebab tekanann maupun zat-zat yang menempel di bagian-bagian endapan. Batuan sedimen bisa dibedakan menjadi beberapa macam, seperti :

  1. Batu pasir
  2. Batu konglomerat
  3. Batu gamping
  4. Batu serpih
  5. Batu breksi
  6. Stalakmit
  7. Stalaktit
  8. Batu lempung

Batuan Metamorf

Batuan metamorf atau dikenal juga dengan nama batuan malihan yaitu batuan yang asalnya dari batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan karena adanya tekanan dan panas. Beberapa jenis batuan metamorf, misalnya :

  1. Batu sabak
  2. Batu marmer atau pualam
  3. Batu ganes atau gneiss
  4. Batu milonit
  5. Batu sekis
  6. Batu kuarsit

Jenis-Jenis Lapisan Litosfer

Lapisan kerak bumi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

Kerak Samudra

Kerak samudra adalah bagian padat yang ada di bumi yang tersusun atas endapan-endapan di permukaan samudra dan berada di dasar lautan. Lapisan kerak samudra mempunyai ketebalan lapisan kurang lebih 50 – 100 km.

Kerak Benua

Kerak benua atau kerak kontinen berbentuk daratan yangn amat luas dan berada di permukaan bumi. Benua dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti daratan atau tanah yang amat luas sehingga pada bagian tengah benua itu tidak mendapat pengaruh angin laut secara langsung.

Suatu daratan luas diidentifikasi sebagai benua dengan menggunakan kriteria-kriteria baku yang sudah disepakati. Lapisan benua umumnya kurang lebih 150 km. Ada 7 benua yang diakui di dunia saat ini. benua-benua tersebut adalah benua Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, Eropa, Afrika dan Antartika.

Demikianlah penjelasan materi tentang Pengertian Litosfer, Fungsi, Manfaat, Struktur dan Jenisnya. Semoga penjelasan tersebut mudah dimengerti dan menambah pengetahuan para pembaca. Terima kasih telah membaca artikel kami 🙂