√ Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya

Posted on

Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya – Siapa di antara kalian yang suka menempelkan berbagai tempelan lucu di lemari es? Apabila kita perhatikan dibalik gambar-gambar lucu dari tempelan kulkas, pasti ditemukan sebuah benda hitam kecil.

Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya

Ya, itulah magnet yang membuat tempelan tersebut tidak jatuh ketika ditempelkan di kulkas. Kali ini materi pembahasan akan berbicara tentang pengertian, sejarah, sifat serta contoh magnet. Yuk disimak!

Pengertian Magnet

Magnet adalah sebuah objek yang dapat menimbulkan gejala gaya, baik gaya tolak maupun gaya tarik terhadap jenis logam tertentu seperti baja, besi nikel dan kobalt. Magnet pun dapat diartikan sebagai sebuah benda yang memiliki kemampuan menarik benda-benda lain yang juga dibuat dari bahan logam.

Magnet memiliki bagian yang kuat untuk menarik yang dinamakan kutub magnet. Ada dua kutun maget yakni kutub utara (U) dan kutub selatan (S). Sebuah magnet memiliki magnet-magnet elementer yang sudah disusun terarah dan teratur.

Apabila ada dua magnet dan kutub-kutub sejenis didekatkan, maka akan terjadi gaya tolak. Berbeda halnya jika yang didekatkan adalah kutub tak sejenis, gaya yang terjadi yaitu tarik menarik. Kemudian, bagian di sekitar magnet masih mendapat pengaruh dari gaya magnet yang dinamakan medan magnet.

Baca Juga:  Pengertian Sains Beserta Tujuan Dan Contohnya Lengkap

Sejarah Magnet

Magnet memiliki sifat magnetik dari mineral magnetik (Fe3O4) yang ada dalam batuan-batuan Magnesia (suatu wilayah di Asia). Wilayah tersebut sudah diketahui bangsa Yunani sejak sekitar tahun 600 SM. Pada masa itu beberapa orang mengetahui bahwa batu bermuatan atau magnetik memiliki daya tarik menarik partikel-partikel besi. Seorang ahli astronomi dan matematika Yunani (640 – 546 SM) bernama Thales diketahui memiliki perhatian besar terhadap sifat batuan tersebut.

Dinamakan magnet sesuia tempat asalnya yaitu Magnesia. Orang-orang Cina diketahui sebagai pengguna pertama kali dalam kompas di laut dan darat. berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1000 SM dalam pelayaran dari Kanton (Cina) menuju Sumatra menggunakan kompas magnetik.

Namun, saat ini manusia bisa membuat magnet dari bahan baja, besi atau campuran logam lain. Magnet sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya motor listrik, bel listrik, obeng magnet dan buah catur magnet.

Jenis-Jenis Magnet

Magnet secara umum dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yakni magnet alami dan magnet buatan.

Magnet Alami

Magnet alami yaitu magnet yang mempunyai sifat kemagnetan secara alami tanpa campur tangan manusia. Misalnya, Gunung Ida di Magnesia yang bisa menarik benda-benda di sekelilingnya.

Magnet Buatan

Magnet buatan yaitu magnet yang dibuat oleh manusa dari bahan-bahan magnetik. Terdapat dua macam magnet buatan yakni magnet tetap dan magnet sementara.

Magnet tetap (Permanen)

Magnet tetap (permanen) adalah magnet yang sifat kemagnetannya tetap walaupun proses pembuatan magnet tersebut sudah berhenti.

Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya
Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya
Magnet Sementara (Remanen)

Magnet sementara (remanen) adalah magnet yang sifat kemagnetannya hanya ada pada saat proses pembuatannya berlangsung.

Magnet dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sifat kemagnetannya yakni bahan magnetik (feromagnetik) dan bahan non magnetik.

Baca Juga:  √ Pengertian Kapasitor, Fungsi dan Jenisnya (Terlengkap)

Bahan Magnetik (Feromagnetik)

Bahan feromagnetik yaitu bahan yang bisa ditarik dengan kuat oleh magnet. Apabila benda jenis feromagnetik berdekatan dengan magnet, maka magnet akan menarik benda itu. Benda-benda feromagnetik bisa dimanfaatkan sebagai magnet, misalnya kobalt, besi, nikel dan baja.

Bahan Non Magnetik

Bahan non magnetik dapat dibagi ke dalam dua kategori yakni paramagnetik dan diamagnetik.

  1. Paramagnetik yaitu benda yang bisa ditarik secara lemah menggunakan magnet kuat. Contoh paramagnetik antara lain platina, tembaga dan alumunium.
  2. Diamagnetik ialah benda yang menolak magnet atau tidak bisa ditarik sama sekali oleh magnet walaupun jaraknya sangat dekat dengan magnet kuat. Contoh diamagnetik antara lain merkuri, seng dan emas.

Sifat-Sifat Magnet

Magnet memiliki sifat-sifat seperti berikut ini.

  1. Magnet hanya mampu menarik benda-benda yang ada dalam jangkauannya.
  2. Gaya magnet mampu menembus benda. Jika gaya magnet makin kuat, maka akan semakin tebal juga benda yang mampu ditembus gaya magnet.
  3. Magnet memiliki dua kutub yakni kutub selatan (S) dan kutub utara (U).
  4. Jika kutub-kutub sejenis didekatkan, maka akan saling menolak. Namun, jika kutub tak sejenis didekatkan maka akan saling menarik.
  5. Medan magnet membentuk gaya magnet. Medan magnet akan semakin rapat jika benda semakin dekat dengan magnet sehingga makin besar gaya magnet. Hal ini berlaku sebaliknya.
  6. Sifat magnetik dapat melemah bahkan menghilang oleh beberapa sebab, seperti jatuh secara terus menerus.

Contoh Magnet

Beberapa contoh penggunaan magnet yang umum dijumpai dalam keseharian kita antara lain sebagai berikut.

Petunjuk Arah

Magnet bisa dimanfaatkan sebagai penunjuk arah sebab kutub-kutub magnet selalu mengarah ke utara dan selatan. Alat penunjuk arah ini dinamakan kompas. Kompas bisa digunakan untuk menunjukkan arah mata angin.

Baca Juga:  √ Pengertian Diamagnetik, Paramagnetik dan Feromagnetik

Kompas mempunyai magnet berbentuk jarum yang mengarah ke utara dan selatan. Kompas umum digunakan oleh pendaki gunung, pelaut serta pilot.

Menghasilkan Listrik

Magnet mampu mengahsilkan listrik dalam jumlah kecil hingga besar. Salah satu alat dengan logam untuk menghasilkan listrik yaitu dinamo sepeda. Magnet dinamo sepeda menghasilkan listrik yang jumlahnya kecil untuk menyalakan lampu sepeda.

Menarik Benda-Benda Logam

Beberapa benda yang memiliki kekuatan magnet yaitu gunting, tang, obeng serta alat pengankut besi tua. Masing-masing ujung gunting dibuat berkekuatan magnet agar dapat mengambil jarum dengan mudah. Selain itu, ujung obeng dibuat bermagnet dengan tujuan sekrup yang akan dipasang dapat menempel sehingga memudahkan pemasangan.

Alat pengangkat besi tua dialiri listrik sehingga berkekuatan magnet (elektromagnetik) agar besi-besi tua dalam jumlah besar dapat dipindahkan dengan mudah. Ketika aliran listrik diputus, maka besi-besi tersebut akan berjatuhan.

Itulah penjelasan materi Pengertian Magnet, Sejarah, Jenis, Sifat dan Contohnya. Selain contoh-contoh yang sudah disebutkan di atas, apalagi perlengkapan sehari-hari yang menggunakan magnet? Kamu bisa mencari dan menemukannya sendiri 🙂