√ Pengertian Transaksi, Bukti, Jenis dan Contoh Transaksi Lengkap

Posted on

Pengertian Transaksi, Bukti, Jenis dan Contoh Transaksi Lengkap – Ketika kita melakukan pembelian barang, jasa atau pembayaran lainnya, tidak jarang kita diberikan struk sebagai bukti pembayaran.

Pengertian Transaksi, Bukti, Jenis dan Contoh Transaksi Lengkap

Tidak hanya struk, ada juga bentuk-bentuk bukti transaksi lainnya.

Pengertian Transaksi

Transaksi ialah sebuah kegiatan yang dilakukan seseorang yang menyebabkan perubahan keuangan atau harta yang dimiliki baik itu pertambahan atau pengurangan, misalnya pembelian barang, penjualan barang, pembayaran tagihan atau biaya-biaya dalam pemenuhan kebutuhan hidup.

Dalam transaksi terdapat hal yang disebut administrasi transaksi. Administrasi transaksi ialah sebuah aktifitas pencatatan perubahan keuangan seseorang maupun organisasi yang dilakukan secara teliti dan menggunakan metode-metode tertentu.

Tujuan administrasi transaksi ialah agar hasil yang dicatat dapat dikomunikasikan dengan pihak lain sebagaimana pengertian transaksi keuangan yakni aktifitas ekonomi yang dapat diukur menggunakan satuan uang tertentu yang bisa mengubah prosisi keuangan seseorang atau perusahaan tersebut.

Bukti-Bukti Transaksi

Bukti transaksi merupakan sebuah bukti secara tertulis akan setiap aktifitas transaksi yang terjadi dalam sebuah perusahaan atau bisnis. Manfaat adanya bukti transaksi ialah sebagai bukti tertulis tentang transaksi yang sudah dilakukan agar tidak terjadi permasalahan atau sengketa di kemudian hari.

Baca Juga:  √ 14 Pengertian Administrasi Negara Menurut Para Ahli Terlengkap

Bukti transaksi dapat dikategorikan menjadi 2 jenis, yakni :

Bukti Transaksi Internal

Bukti transaksi internal ialah sebuah bukti catatan setiap transaksi yang tedapat dalam suatu perusahaan. Bukti transaksi internal bisa berupa memo dari pimpinan ataupun orang-orang tertentu.

Pengertian Transaksi, Bukti, Jenis dan Contoh Transaksi Lengkap
Pengertian Transaksi, Bukti, Jenis dan Contoh Transaksi Lengkap

Bukti Transaksi Eksternal

Bukti transaksi eksternal ialah sebuah bukti catatan setiap transaksi yang terdapat antara perusahaan yang satu dengan pihak di luar perusahan di mana bukti transaksi tersebut bisa berupa bentuk-bentuk berikut ini.

Faktur

Faktur ialah sebuah bukti transaksi mengenai perhitungan penjuaan barang yang dilakukan secara kredit dan dibuat oleh penjual kemudian diberikan pada pihak pembeli. Faktur lumrah dibuat dua rangkap, asli dan copy. Faktur asli dipegang oleh pembeli sebagai bukti catatan pembelian dengan cara kredit dan copy nya dipegang penjual sebagai bukti catatan penjualan dengan cara kredit.

Kwitansi (Official Receipt)

Kwintansi ialah sebuah bukti transaksi mengenai penerimaan uang dari pembayaran barang maupun pembayaran lain. Kwitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uan dan pihak pelaku pembayaran. Kwitansi umumnya dibuat menjadi 2 bagian, bagian 1 dan bagian 2. Bagian 1 dipegang oleh pembayar untuk bukti catatan pengeluaran uang dan bagian 2 dibawa oleh penjual untuk bukti catatan penerimaan uang.

Nota Debit (Debit Memo)

Nota debit ialah sebuah bukti transaksi mengenai perhitungan atau pemberian yang dikirimkan sebuah perusahaan maupun badan kepada konsumennya. Nota debit memperlihatkan pada konsumen bahwa akunnya telah didebit dengan nilai tertentu. Penerima nota debit akan mencatat di akun pihak pengirim nota di sisi kredit.

Nota Kredit

Nota kredit ialah sebuah bukti transaksi mengenai pemberitahuan atau perhitungan yang dikirimkan perusahaan kepada konsumen dengan tujuan agar konsumen mengetahui bahwa akunnya sudah dikredit dengan nilai tertentu. Penerima nota kredit akan mencatat di akun pihak pengirim nota di sisi debit.

Baca Juga:  √ 20 Pengertian Perencanaan Menurut Para Ahli (TerLengkap)
Cek (Cheque)

Cek ialah bukti transaksi yang berupa surat perintah yang tidak mempunyai syarat pada sebuah bank untuk membayarkan senilai uang dari nasabah. Cek ditandatanagni oleh pihak nasabah dan nasabah itu memiliki simpanan di bank terkait berupa giro.

Cek memiliki 2 lembar yakni bagian utama dan bonggol. Lembar utama dipegang pihak lainnya sebagai alat pembayaran dan lembar bonggol digunakan sebagai tambahan transaksi yang disatukan dengan kwitansi bukti pembayaran.

Bilyet Giro

Bilyet giro ialah sebuah bukti transaksi yang berupa surat perintah dari nasabah pada pihak bank untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekeningnya ke rekening penerima. Pemilik rekening sudah menyebutkan nama penerima dalam bilyet giro di bank yang sama ataupun bank yang berbeda.

Penerima bilyet giro tidak dapat menukarkan dengan uang tunai ke pihak bank terkait tetapi penerima dapat menyetorkan bilyet giro ke bank untuk tambahan simpanan dalam rekeningnya.

Rekening Koran

Rekening koran ialah sebuah bukti transaksi mengenai mutasi kas di bank yang disusun oleh bank untuk nasabah. Rekening koran dipakai sebagai dasar dalam penyesuaian pencatatan antara saldo kas perusahaan dengan saldo kas bank.

Bukti Setoran Bank

Bukti setoran bank ialah sebuah bukti transaksi setiap nasabah pada saat menyetorkan uang di bank. Nasabah harus mengisi slip setoran yang sudah disediakan oleh bank lebih dulu. Tujuannya yaitu sebagai bukti bahwa nasabah benar-benar menyetorkan uang melalui bank tersebut.

Bukti Memorandum

Bukti memorandum ialah sebuah bukti transaksi yang dibuat pimpinan perusahaan atau pihak tertentu yang berwenang. Bukti memorandum dipakai untuk peristiwa yang berlangsung di dalam perusahaan itu. Bukti memorandum umumnya terjadi di akhir periode misalnya memo pencatatan gaji karyawan yang masih dibayarkan.

Baca Juga:  √ Pengertian Manajemen Keuangan, Fungsi, Tujuan, Tugas Pokok, Prinsip & Lingkupnya Lengkap
Bukti Kas Masuk dan Bukti Kas Keluar

Bukti kas masuk ialah sebuah bukti transaksi mengenai penerimaan uang masuk yang sudah lengkap dengan bukti tertulisnya, contohnya nota dan kwitansi. Bukti kas keluar ialah sebuah bukti transaksi mengenai pengeluaran kas, contohnya kwitansi kreditur dan nota kontan asli.

Jenis-Jenis Transaksi dan Contohnya

Transaksi yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari dalam perusahaan dibagi menjadi 2 macam yaitu :

Transaksi Internal

Transaksi internal adalah sebuah transaksi yang terjadi di dalam perusahaan, yaitu transaksi yang hanya berkaitan dengan personel di dalam perusahaan. Transaksi internal lebih berfokus pada perubahan posisi finansial yang terjadi dalam perusahaan, misalnya memo pimpinan perusahaan untuk karyawan, perubahan nilai finansial sebab kemunduran perusahaan atau penggunaan peralatan kantor.

Transaksi keuangan dibuat dan diterbitkan oleh perusahaan. Transaksi internal dapat pula dijadikan bukti catatan aktifitas yang terjadi dalam perusahaanyang berhubungan dengan posisi keuangan perusahaan terkait. Transaksi internal misalnya penghapusan tanggungan utang suatu sektor usaha perusahaan dan lain-lain.

Transaksi Eksternal

Transaksi eksternal ialah transaksi yang melibatkan pihak ekstrenal perusahaan. Transaksi eksternal bisa juga didefinisikan sebagai bukti catatan mengenai aktifitas-aktifitas yang terjadi di perusahaan sehubungan dengan pihak luar perusahaan. Transaksi eksternal misalnya transaksi pembelian, penjualan, pembayaran utang piutang dan lain-lain.

Sekian penjelasan materi Pengertian Transaksi, Bukti, Jenis dan Contoh Transaksi Lengkap. Semoga penjelasan di atas bisa dimengerti dengan mudah dan menjadi suatu pengetahuan yang bermanfaat untuk para pembaca. Terima kasih 🙂